Don’t be plagiator!
Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
~~~
Yuri pov
From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?
To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik
From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?
Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!
To : Donghae
Mm, apa Fany sudah memberitahumu? Ne, aku memang menyukaimu. Tapi itu kemarin-kemarin, untuk sekarang mungkin sudah tidak lagi...
Umma, aku harap dia tidak menanyakan yang macam-macam. Karena sungguh, aku sudah kehabisan kata-kata sekarang!!!
From : Donghae
Ahh, sudah tidak ya?
To : Donghae
Kau sendiri?
From : Donghae
Masih
To : Donghae
Jinjja? Whoah~
From : Donghae
Berhubung kau sudah menyukaiku, jadi maukah kau menjadi yeojachinguku?
Mwo? Lagi? Apa dia sudah gila?! Sudah kubilang aku sudah tidak menyukainya, kenapa dia masih nekat mengatakan hal seperti itu?
To : Donghae
Tapi...
From : Donghae
Wae? Apa kau masih tidak mau? Kenapa? Bukankah kita sama-sama suka? Lalu apa yang kau fikirkan lagi?
Jujur, sebenarnya aku memang masih mengharapkan Donghae. Tapi...
To : Donghae
Mmm, baiklah
From : Donghae
Jinjja? Whoaahhh~
Gomawo Yuri-ssi :)
To : Donghae
Ne, tapi aku ingin hubungan kita tidak kau katakan dengan siapa-siapa. Cukup aku dan kau yang tahu. Bisa kau lakukan itu?
From : Donghae
Akan ku fikirkan :)
Apakah ini sebuah mimpi? Ya Tuhan, jika ini mimpi, aku mohon, jangan bangunkan aku sekarang!! Dan jika ini bukan mimpi, bangunkan aku sekarang! Omo, nan neomu haengbokhae :D. Sepertinya mukaku sekarang seperti udang rebus.. atau mungkin lebih parah dari itu? Ahh, entahlah yang jelas aku sedang bergembira saat ini...
2 hari setelah kami━aku dan Donghae━ berhubungan, aku mendapat kabar dari Tiffany...
“Yuri-ya! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah jadian dengan Donghae?! Ahh, kau ini! Aku juga sahabatmu tahu!” ujarnya sambil meninju pelan lenganku
“Mwo? siapa yang memberitahumu?” jawabku
“Jadi itu benar? Hahh, kau ini!”
“Ya! Jawab dulu pertanyaanku!! Darimana kau tahu kalau aku sedang berhubungan dengan Donghae?”
“Mm, mian Yul... Aku tidak boleh mengatakannya...”
“Ya! Aku ini sahabatmu, aku harus tahu Tiff... Apa orang itu..” ucapku gantung
“Emm... Mian Yul, tapi aku benar-benar tidak bisa memberitahumu..”
“Fany, jebal...”
Setelah beberapa saat aku memaksa Fany, akhirnya dia mau memberitahunya
“Orang itu...”
“Siapa? Katakan padaku...”
“Donghae. Tapi kau janji, kau tidak akan marah padanya ataupun memberitahunya kalau aku yang memberitahumu...”
“M-mwo? Donghae? Kau tidak salah Fany-ssi?”
“Ani.. justru dia sendiri yang mengatakannya padaku...”
“Fany, apa kau tahu? Dia sudah berjanji padaku untuk tidak mengatakannya pada siapapun. Tapi kenapa dia mengatakannya padamu? Aigoo...”
“Mi-mian Yul...”
“Ani Tiff, ini bukan salahmu. Ini salahnya. Aku harus menemuinya”
“Yul, aku mohon jangan sekarang. Tenangkan dulu dirimu, jangan biarkan dirimu mengatur perasaanmu...”
Aku hanya mendesah menjawabnya. Dasar namja ituu!!!!!
Malam harinya, aku coba untuk mengirim pesan pada Donghae
To : Donghae
Ya! Kenapa kau memberitahu Tiffany kalau kita sedang berpacaran?! Kau kan sudah janji padaku kau tidak akan memberitahu siapapun!!
From : Donghae
Mian Yul.. Aku rasa, aku harus memberitahu seseorang untuk tahu, aku tidak tenang jika aku harus memendam ini sendiri... Apa kau marah? Jika kau marah, lebih baik kita tidak usah pacaran saja...
To : Donghae
Ani, aku tidak marah.. Hanya saja, aku tidak mau orang yang aku sayangi membohongiku seperti itu...
From : Donghae
Mian Yul..
To : Donghae
Baiklah kalau begitu, aku juga boleh dong memberitahu seseorang untuk tahu?
From : Donghae
Ne...
To : Donghae
Tapi kau janji, kau tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi...
From : Donghae
Ne...
Hahh~ dasar orang ini. Kenapa aku bisa mencintai orang seperti dia? Bisa gila aku... Tapi pada kenyataannya, memang begitu..
Baiklah, kalau begitu aku harus memberitahu sahabatku. Awas saja kalau orang itu masih membocorkannya!
To : Min Ah eonni
Eonni, aku ingin bercerita padamu...
From : Min Ah eonni
Kau mau bercerita apa?
To : Min Ah eonni
Eon, sebenarnya aku sudah berpacaran... u.u
From : Min Ah eonni
Jinjja? Dengan siapa? Apa aku mengenalnya? Kalau tidak, perkenalkan padaku...
To : Min Ah eonni
Dengan...
Emm, namanya Donghae, Lee Donghae
From : Min Ah eonni
Donghae? Aku tidak mengenalnya... Perkenalkan padaku...
To : Min Ah eonni
Memang eonni tidak mengenalnya -__-
Perkenalkan? Kapan-kapan saja ya.. :D
Aku sedang sibuk belakangan ini... :D
From : Min Ah eonni
Kau, ini! Selalu sibuk setiap hari!
To : Min Ah eonni
Haha, eonni tahu kan seperti apa kampusku itu, tidak pernah memberi waktu luang untuk para mahasiswanya -__-
Yasudah ya eonni... Oh iya, eonni jangan memberitahu siapapun tentang hal ini.. karena aku dan dia sudah sepakat untuk tidak memberitahu siapapun...
From : Min Ah eonni
Ne.. geokjeonghajima :D
To : Min Ah eonni
Yasudah ya eonni, annyeong
From : Min Ah eonni
Ne, annyeong Yul...
Ahh, ternyata dia benar, harus ada seseorang yang tahu tentang perasaanku. Karena memendam perasaan sendiri itu sangat menyakitkan.
Beberapa minggu setelah kami berpacaran, muncul beberapa gosip tentang kami
* “Yul, apa benar kau berpacaran dengan Donghae?” tanya salah satu temanku
“Eoh? A-ani.. kenapa kau berbicara seperti itu Yoon?”
“Eh? Bukankah Benar? Donghae sendiri yang mengatakannya padaku...”
“Mwo? Donghae?”
“Ne.. apa kau tidak tahu? Ckckck...” katanya sambil menggelengkan kepala
“Eh.. hehe, iya aku tidak tahu..”
“Cieee Yuri-Donghae” candanya
“Sudahlah, diam kau!!” kataku sambil menutup mulutnya
* Salah seorang temanku menulis sesuatu pada papan tulis kelas ’Hae-Ri’
“Ya! Kenapa kau menulis tulisan seperti itu??!!” ujarku
“Ya! Kenapa kau marah? Haa~ itu benar ya??”
“A-ani...”
“Sudahlah, jangan berbohong, aku sudah tahu Yul..”
“Tahu apa?”
“Tahu kalau kau berpacaran dengan Donghae. Iya kan??”
“A-ani..”
“Sudahlah. Kenapa kau terus menyangkal? Jujur saja padaku.. kita kan sudah bersahabat sejak kecil..”
“Wookie, bukan seperti itu.. Sini kau ikut denganku!” akupun menyeretnya ke samping kelas
“Kau tahu darimana kalau aku sedang berpacaran dengan Donghae?”
“Jadi itu benar? Whoaahh~ chukkae.. sejak kapan?”
“Ya! Jawab pertanyaanku dulu!!” ujarku sedikit berteriak
“Emm, dari Donghae sendiri. Dia kan sahabatku, jadi dia menceritakan apa saja padaku. Termasuk hubunganmu dengannya sekarang..”
“Bagaimana dia menceritakannya?”
“Begini, awalnya dia datang padaku, duduk disampingku. Dia bilang ‘Wookie, apa kau tahu Yuri?’ aku menjawab ‘Yuri yang mana? Kan ada 2 Yuri’ ‘Aishh, Yuri yang putih, cantik, manis, dari kejuruan fashion. Kau mengenalnya kan?’ ucapnya ‘Ne, kenapa memangnya? Kau suka?’ ‘Ne.. Bahkan sekarang aku sedang berpacaran dengannya...’. Kau tahu? Saat mengatakan itu, mukanya seperti malu-malu...” ujarnya panjang lebar
“Lalu, kau bagaimana?” tanyaku
“Na? Biasa saja.. Bisa-bisanya kau menyukai namja seperti dia Yul.. ckckck”
“Ryeowook, aku mohon. Kau jangan mengatakan pada siapapun tentang hal ini. Arra? Jebal...” ucapku memohon
“Mmm, baiklah...”
“Kamsahamnida Wookie, kau memang sahabatku yang paling baik...” ucapku sambil membungkuk 90°
Aku membiarkan saja gosip tentang kami beredar, lagipula tidak sedikit yang tahu.. bukan rahasia lagi kan namanya? Sejak saat itu, aku mulai memperhatikan Donghae dari jauh. Omona! Dia dekat-dekat dengan wanita lain. Hatiku panas sekarang! Apa dia tidak melihatku? Dia anggap apa aku ini?! Sudahlah, lebih baik aku diamkan saja dia kali ini. Aku harap dia tidak macam-macam dengan wanita-wanita itu.
Selama ini aku selalu sabar menghadapi tingkah lakumu itu. Kau sekarang jarang menghubungiku, kau dekat-dekat dengan wanita-wanita lain, aku biarkan semua itu. Sadarkah kau bagaimana perasaanku? Sepertinya butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi orang seperti dirimu.
3 minggu berlalu, dan aku masih tetap menghadapi sifat Donghae terhadapku. Daripada aku seperti ini terus, lebih baik aku pulang ke rumah orang tuaku saja. Untung saja sekolah memberikan waktu berlibur..
Huaaaaahhhh, akhirnya aku bisa pulang juga ke rumah umma & appa.. sudah lama sekali rasanya aku tidak pulang. Nan neomu bogoshippeo... tulisku pada akun me2day-ku. Tak lama kemudian ada balasan. Dari? Hmm? Siapa dia? Apa aku mengenalnya? Kurasa tidak...
Whoaahh, senang ya? Memang rumahmu dimana? Katanya. Hmm, coba ku ladenin saja dululah
Rumahku? Di daerah Ilsan. Jawabku
Geurae? Hmm, hei bolehkah aku meminta nomor handphonemu? Mwo? Nomor handphone? Apa dia tidak salah? Tunggu, ada balasan lagi. Tapi, bukan dari orang itu.
Ekhem kayanya ada yang lagi PDKT niih... katanya. Jin Hoo? Untuk apa dia ikut campur?
====TBC====
Kim Yuka
Annyeong, Jihan-imnida (김 유가) :) ini blognya anak Kpop. Have fun!
Jumat, 26 Oktober 2012
Rabu, 11 Juli 2012
[NEWS] Leeteuk Announces He Will Marry The Woman Who Waits For Him to Return From The Military
Super Junior leader Leeteuk who is counting down the days to his military enlistment has made a shocking announcement.
On the July 10th episode of SBS TV‘s ‘Strong Heart‘, guest Yoo Yeon Suk shared a heartbreaking story of how his first love broke up with him right before he had to enter the military.
Hearing this, MC Lee Dong Wook then jokingly remarked, “Leeteuk, you need to wrap things up with your girlfriend too before you enlist.”
In response to the MC, Leeteuk said something that shocked everyone on set. “I’m being completely serious right now, but since I’m enlisting this year, I will 100% find a girlfriend before I leave.”
“If that girl waits for me for two years, I think she’s somebody that will wait for me for the rest of her life,” he said. “If I do end up beginning a relationship before I leave and she does wait for me, I will marry that girl within 5 years.”
Cr. : Allkpop.com
-------------------------------------
Oppa, I'll wait you :*
But, you must choose me :D *evil
[FF] First Meet Chapter 3
Dont't be plagiator!
Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
=========================================
Jika kau tidak berani mengatakan cinta padaku, maka jangan pernah sekali-kali kau mencintaiku!
=========================================
Yuri pov
To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..
From : Donghae
Neo..
Mwo? Sudah gilakah dia? Jadi yang dikatakan Fany itu benar?
To : Donghae
Mwo? Na? Tapi, bagaimana bisa? Kita baru bertemu kemarin, kau sudah menyukaiku? Hah~ ini gila
From : Donghae
Aku juga bingung kenapa aku bisa menyukaimu secepat itu. Tapi, mungkinkah aku gila Yuri-ssi? Kalau aku gila, tidak mungkin kau berteman denganku. Haha :D.
Jadi, maukah kau menjadi yeojachinguku?
Aku berfikir sejenak. Aku tidak mungkin berpacaran dengan orang yang baru saja kukenal. Apalagi orang seperti Donghae
To : Donghae
Haruskah aku menjawabnya sekarang?
From : Donghae
Ne
To : Donghae
Mian Donghae-ya, aku tidak bisa. Kita baru saja bertemu dan kita mau langsung saja berpacaran? Itu gila kau tahu?
From : Donghae
Yaaahh. Aku tahu ini mungkin gila, tapi aku sangat menyukaimu Yuri-ssi..
To : Donghae
Tidak untuk sekarang Donghae...
From : Donghae
Tapi dilain waktu?
To : Donghae
Kita lihat saja nanti :)
From : Donghae
Maksudmu?
To : Donghae
Sudahlah, lupakan.
From : Donghae
Baiklah. Berhubung ini sudah malam, sampai disini dulu ya Yuri-sii.. :)
Sampai jumpa besok di kampus honey...
To : Donghae
Ya! Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!
From : Donghae
Arraseo.. bye bye
Apakah ini sebuah mimpi? Seseorang menyatakan perasaannya padaku sebagai tanda... suka pada pandangan pertama? Mungkin iya tapi, mungkinkah itu? Aduuhh kenapa aku harus memikirkan Donghae? Bukankah aku tidak menyukainya? Ingat Yuri, rasa sukanya hanya sebelah tangan, dan kau sama sekali tidak menyukainya. Lebih baik aku tidur sekarang.
Keesokan harinya di kampus
Hari ini sungguh sangat cerah. Aku harap hari ini baik untukku...
“Morning Yul!” sapa ramah Tiffany
“Morning Tif. Bagaimana tidurmu?” jawabku
“Nyenyak. Bagaimana denganmu?”
“Nyenyak juga”
“Eh, bagaimana dengan Donghae? Apa dia sudah menghubungimu?”
“Ne, dan kau tahu? Dia menyatakan perasaannya padaku. Apa itu tidak gila? Hah~ semalaman aku terpikirkan hal itu terus”
“Mwo? Jinjja? Lalu apa katanya?”
“Dia bilang, dia menyukaiku” ucapku malu
“Mwo? Whaahh, benarkan apa yang aku katakan? Dia menyukaimu. Lalu, bagaimana reaksimu?”
“Na? Jelas kaget! Kau seperti tidak pernah merasakannya saja!”
“Aku memang belum pernah merasakannya” ucapnya polos. Aku hanya mengangkat satu alisku sebagai ekspresi
“Annyeong Yuri, Tiffany...” sapa ramah Leeteuk
“Annyeong Leeteuk” jawab Fany
“Annyeong...” jawabku menyusul
“Halo shikshin..”
Mwo? Siapa yang mengatakan itu?
“Ya! Yuri! Aku memanggilmu!”
“Mwo? Kau Donghae? Tapi, kenapa kau memanggilku seperti itu?”
“Tiffany sudah mengatakan semuanya padaku...”
Aku melirik tajam Tiffany. Yang boleh memanggilku seperti itu hanya sahabatku, dan itu adalah PRIVASI. Aigooo!!!
“Hehe, dia memaksaku Yul.. Mian...”
“Ya! Kalau kau memanggilku seperti itu, kenapa kau semalam mengatakan kalau aku cantik?”
“Itu terserah padaku :p”
“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?” Leeteuk kelihatan bingung
“Obseoseo Leeteuk...” ucap kami bebarengan
Leeteuk kelihatan semakin bingung “Aissh, jinjja kalian ini! Ayolah kita masuk”
“Ne..” ucap kami lagi
“Hahh~ ini membuatku gila!!”. Dia langsung menuju kelasnya dengan mengacak rambutnya. Dasar anak itu...
Akhirnya hari ini berjalan dengan sangat baik. Malam harinya seperti kemarin, Donghae mengirim pesan untukku
From : Donghae
Good Night shikshin :D. Entah mengapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan itu...
To : Donghae
Hisshh! Sudahlah, jangan mengatakan itu lagi! Aku tidak ingin mendengar atau membacanya!
From : Donghae
Tapi, BTW kau menceritakan pada Tiffany kalau aku menyatakan perasaanku padamu?
To : Donghae
Ne. Wae? Apa kau keberatan? Bukankah dia sahabatku? Dia juga temanmu kan? Lalu kenapa?
From : Donghae
Itu memang benar, tapi aku malu tahu!
To : Donghae
Kalau begitu, jangan katakan padaku kalau kau menyukaiku! Aku itu, selalu curhat padanya, jadi apapun yang terjadi, aku akan menceritakannya pada Tiffany
From : Donghae
Begitu...
To : Donghae
Kenapa memangnya?
From : Donghae
Tidak apa-apa
Rasanya aku tidak ingin membalasnya. Tapi, kenapa setiap kali aku mendapat pesan dari Donghae, jantungku menjadi berdetak kencang seperti ini? Ya Tuhan, ada apa ini? Dan dihadapannya, kini aku menjadi salah tingkah. Tuhan, kembalikanlah sifatku yang dulu...
Selama seminggu, kami━Donghae dan aku━ menjalani hal semacam itu. Dan sepertinya aku, menyukainya? Mungkin seperti itu. Tapi, belakangan ini aku tidak pernah melihat Leeteuk lagi. Kemana perginya orang itu? Apa dia sakit?
“Tiff, belakangan ini aku tidak melihat Leeteuk. Kemana anak itu? Apa dia sakit?” tanyaku
“Mm? Apa kau tidak tahu? Dia kan sudah pindah ke Tokyo beberapa hari yang lalu” jawabnya
“Mwo? Pindah? Tokyo?”
“Ne, apa kau tidak tahu?”
Aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya
“Aigoo.. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Donghae? Masih baik?”
“Molla, belakangan ini dia tidak pernah mengirimkan pesan padaku lagi”
“Haa, kau menyukainya yaa??”
“Mwo? A-aniyaa!!”
“Sudahlah, katakan saja padaku..”
“Ani Tiff. Aku hanya bingung saja kenapa belakangan ini dia tidak menghubungiku..”
“Nado molla”
“Hah~ kau ini~” kali ini giliran aku yang menjitak kepalanya
“Aww!”
“Ayolah kita masuk”
Sudah 3 bulan Donghae tidak menghubungiku. Dan selama itu pula aku menyukainya. Ya, rasaku ini belum aku katakan pada Tiffany, sahabatku sendiri. Aku ingin tahu berita tentang Donghae, tapi apa mungkin aku harus menanyakannya pada Tiffany? Hah~ rasa gengsi menghampiriku. Tapi, sebaiknya aku memang harus mengatakannya pada Tiffany, biar bagaimanapun juga dia adalah sahabatku. Baiklah, aku akan mengatakannya besok pada Tiffany.
Keesokan harinya
“Tiff, ada yang ingin aku bicarakan denganmu...”
“Ne, ada apa Yul?”
“Emm, tapi kau janji tidak akan mengatakannya pada siapapun ya..”
“Ne! Yaksok!”
“Sepertinya kau kelihatan bersemangat sekali?”
“Sudahlah, itu tidak penting. Sekarang, lebih baik kau mengatakan apa yang ingin kau katakan padaku”
“Ahh, ne. Begini, sebenarnya... aku...”
“Ne?? Ahh, kau jangan membuatku membuang-buang waktu...” ucapnya gemas
“Eh eh. Sebenarnya, aku.. menyukai Donghae..” ucapku akhirnya
“Mwo? Jinjja? Sejak kapan? Sudah berapa lama?”
“Eh, sejak 1 minggu setelah dia menyatakan perasaannya padaku, kira-kira sekitar 3 bulan yang lalu...”
“Mwo? Haaaahh, kau telat Yul!”
“Mwo? Kenapa memang?”
“Dia, sudah punya pacar”
Aku terdiam sejenak
“Eh, apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya Tiffany hati-hati
“Ani” ucapku lemah
“Tapi, apa benar kau menyukainya?”
“Sudahlah, itu mungkin sudah tidak penting lagi sekarang. Tapi, ngomong-ngomong siapa pacarnya itu?”
“Katanya dari fakultas hukum, namanya Hyorin”
“Bagaimana orangnya?”
“Mm, dia itu tingginya sejajar dengan Donghae, kulitnya putih, lumayan cantik, pintar menyanyi. Yaa gitu deh pokoknya...”
Aku menganggukan kepala menanggapinya
“Tenang, suatu saat kau pasti bisa mendapatkannya..”
“Hemm, gomawo Tiff”
“Ne..”
Belakangan ini aku jadi sering memperhatikan Donghae. Aku cukup mengenal Hyorin, pacar Donghae. Setiap jam break, Donghae selalu ke kelas Hyorin, mungkin untuk menjemput Hyorin ke kantin. Dan ternyata itu benar. Haahhh, kalau begini terus aku bisa gilaa!! Aku harus bisa melupakan orang itu! Tuhan, aku mohon. Bantulah aku!!!
Selama 1 bulan, aku masih belum bisa melupakannya. Setiap hari aku menanyakan berita tentang Donghae pada Tiffany, apakah aku semakin menyukainya? Entahlah, tapi targetku adalah MELUPAKANNYA.
Pada suatu hari di musim dingin, diadakan tes. Haahh, tes di musim dingin? Ini menyiksa namanya! Bukannya kami diberi libur malah tes. Tapi, berhubungan dengan orang itu━Donghae━, sepertinya aku sudah tidak menyukainya lagi. Dan aku putuskan untuk memberitahukannya pada Donghae.
“Tiff, ada kabar apa tentang orang itu?” tanyaku basa-basi
“Mm, aku dengar dia sudah putus dari Hyorin. Dan sepertinya dia sedang dekat lagi dengan yang lain. Apa kau berniat untuk mengejarnya lagi?”
“Ahh, ani. Justru aku sudah tidak menyukainya lagi. Cukup mengaguminya saja sudah cukup bagiku. Tapi..”
“Hajima?”
“Aku ingin, kau...”
“Na? Wae?”
“Aku ingin kau mengutarakan perasaanku pada Donghae”
“Mwo? Na? Kenapa tidak kau sendiri saja?”
“Kau tahu kan, aku ini orangnya pemalu...”
“Arra. Tapi, apa kau yakin ingin mengutarakannya? Wajahmu mengatakan kalu kau belum siap untuk ini Yul..”
“Jinjja? Whoahh, sepertinya kau bisa membaca ekspresi wajah orang sekarang. Ne, aku rasa aku sudah siap Tiff, dan ini adalah saatnya”
“Tapi, apa dengan aku mengutarakannya, tes-mu tidak terganggu?”
“Ani, aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan kuliahku Tiff”
“Kau ini, profesional sekali”
“Gomawo. Tapi, apa kau mau?”
“Jika itu yang kau inginkan, akan aku coba. Tapi jika kau benar bisa bersama Donghae, kau harus mengatakannya padaku”
“Itu tidak akan terjadi Tiff, karena aku sudah tidak menyukainya”
“Kalau kau tidak menyukainya, lalu kenapa kau selama ini menanyakan berita tentangnya?”
“Ahh, kau ini! Sudahlah, kau mau membantuku tidak?”
“Baiklah, aku akan membantumu”
“Gomawo Fany-sii”
“Ne, cheonma..”
Keesokan harinya sepulang kuliah
“Bagaimana Tiff? Sudah kau katakan?” tanyaku
“Ahh, ne. Aku lupa..”
“Hahh, kau ini! Yasudahlah. Tapi aku harap kau bisa secepatnya untuk mengatakannya pada Donghae”
“Ne, besok akan aku katakan”
Yuri pov end
Author pov
Keesokan harinya lagi
Setelah tes jam pertama
“Hae, sini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu..” seru Tiffany
“Ne, ada apa?” jawab yang dipanggil
“Kau masih ingat dengan Yuri? Seorang wanita yang waktu itu aku kenalkan denganmu?”
“Ahh, ne. Kenapa?”
“Kau bilang kau pernah menyukainya kan?”
“Ne..”
“Sekarang?”
“Ani”
“Haishh! Dia bilang, dia menyukaimu!”
“Siapa? Yuri? Padaku?”
“Ne..”
“Eh eh, main pergi aja! Dasar laki-laki tidak tahu perasaan!!” lanjut Tiffany
Di taman kampus
“Otteohkae? Apa kau sudah mengatakannya?” tanya Yuri
“Ne..”
“Bagaimana katanya?”
“Molla, dia malah main kabur saja”
“Jinjja? Bagaimana perasaanmu?”
“Kau tahu? Aku sangat menyesal sudah ngobrol dengannya!”
“Sudahlah Tiff. Oh iya, aku berterima kasih padamu karena kau sudah mengatakannya”
“Ne Yul, cheonma” kata Tiffany
Author pov end
Yuri pov
Satu minggu setelah Tiffany mengatakan perasaanku, tiba-tiba Donghae mengirim pesan untukku. Mwo? Donghae? Apa aku tidak salah? Donghae? Untuk apa?
From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?
To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik
From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?
Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!
==============TBC=============
Huwaaahhh, akhirnya jadi juga part 3-nya :D . Siapa yang nunggu? #readers : engga ada!!. Gapapa deh kalau engga ada yang nunggu, kalo ada? Ya saya sangat bersyukur :D. Terima kasih buat yang setia nungguin kelanjutan dari epep saya yang satu ini.. ada yang bosen sama FF yang satu ini? Tenang, aku akan membuat FF yang lain tapi bukan yang oneshoot, lagi engga ada ide :D. Iyaudah deh, yang penasaran, ditunggu aja ya.. yang engga? Harus penasaran! Kalo engga, jangan harap bias bisa mampir ke mimpi kalian malam ini. Oke?
Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
=========================================
Jika kau tidak berani mengatakan cinta padaku, maka jangan pernah sekali-kali kau mencintaiku!
=========================================
Yuri pov
To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..
From : Donghae
Neo..
Mwo? Sudah gilakah dia? Jadi yang dikatakan Fany itu benar?
To : Donghae
Mwo? Na? Tapi, bagaimana bisa? Kita baru bertemu kemarin, kau sudah menyukaiku? Hah~ ini gila
From : Donghae
Aku juga bingung kenapa aku bisa menyukaimu secepat itu. Tapi, mungkinkah aku gila Yuri-ssi? Kalau aku gila, tidak mungkin kau berteman denganku. Haha :D.
Jadi, maukah kau menjadi yeojachinguku?
Aku berfikir sejenak. Aku tidak mungkin berpacaran dengan orang yang baru saja kukenal. Apalagi orang seperti Donghae
To : Donghae
Haruskah aku menjawabnya sekarang?
From : Donghae
Ne
To : Donghae
Mian Donghae-ya, aku tidak bisa. Kita baru saja bertemu dan kita mau langsung saja berpacaran? Itu gila kau tahu?
From : Donghae
Yaaahh. Aku tahu ini mungkin gila, tapi aku sangat menyukaimu Yuri-ssi..
To : Donghae
Tidak untuk sekarang Donghae...
From : Donghae
Tapi dilain waktu?
To : Donghae
Kita lihat saja nanti :)
From : Donghae
Maksudmu?
To : Donghae
Sudahlah, lupakan.
From : Donghae
Baiklah. Berhubung ini sudah malam, sampai disini dulu ya Yuri-sii.. :)
Sampai jumpa besok di kampus honey...
To : Donghae
Ya! Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!
From : Donghae
Arraseo.. bye bye
Apakah ini sebuah mimpi? Seseorang menyatakan perasaannya padaku sebagai tanda... suka pada pandangan pertama? Mungkin iya tapi, mungkinkah itu? Aduuhh kenapa aku harus memikirkan Donghae? Bukankah aku tidak menyukainya? Ingat Yuri, rasa sukanya hanya sebelah tangan, dan kau sama sekali tidak menyukainya. Lebih baik aku tidur sekarang.
Keesokan harinya di kampus
Hari ini sungguh sangat cerah. Aku harap hari ini baik untukku...
“Morning Yul!” sapa ramah Tiffany
“Morning Tif. Bagaimana tidurmu?” jawabku
“Nyenyak. Bagaimana denganmu?”
“Nyenyak juga”
“Eh, bagaimana dengan Donghae? Apa dia sudah menghubungimu?”
“Ne, dan kau tahu? Dia menyatakan perasaannya padaku. Apa itu tidak gila? Hah~ semalaman aku terpikirkan hal itu terus”
“Mwo? Jinjja? Lalu apa katanya?”
“Dia bilang, dia menyukaiku” ucapku malu
“Mwo? Whaahh, benarkan apa yang aku katakan? Dia menyukaimu. Lalu, bagaimana reaksimu?”
“Na? Jelas kaget! Kau seperti tidak pernah merasakannya saja!”
“Aku memang belum pernah merasakannya” ucapnya polos. Aku hanya mengangkat satu alisku sebagai ekspresi
“Annyeong Yuri, Tiffany...” sapa ramah Leeteuk
“Annyeong Leeteuk” jawab Fany
“Annyeong...” jawabku menyusul
“Halo shikshin..”
Mwo? Siapa yang mengatakan itu?
“Ya! Yuri! Aku memanggilmu!”
“Mwo? Kau Donghae? Tapi, kenapa kau memanggilku seperti itu?”
“Tiffany sudah mengatakan semuanya padaku...”
Aku melirik tajam Tiffany. Yang boleh memanggilku seperti itu hanya sahabatku, dan itu adalah PRIVASI. Aigooo!!!
“Hehe, dia memaksaku Yul.. Mian...”
“Ya! Kalau kau memanggilku seperti itu, kenapa kau semalam mengatakan kalau aku cantik?”
“Itu terserah padaku :p”
“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?” Leeteuk kelihatan bingung
“Obseoseo Leeteuk...” ucap kami bebarengan
Leeteuk kelihatan semakin bingung “Aissh, jinjja kalian ini! Ayolah kita masuk”
“Ne..” ucap kami lagi
“Hahh~ ini membuatku gila!!”. Dia langsung menuju kelasnya dengan mengacak rambutnya. Dasar anak itu...
Akhirnya hari ini berjalan dengan sangat baik. Malam harinya seperti kemarin, Donghae mengirim pesan untukku
From : Donghae
Good Night shikshin :D. Entah mengapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan itu...
To : Donghae
Hisshh! Sudahlah, jangan mengatakan itu lagi! Aku tidak ingin mendengar atau membacanya!
From : Donghae
Tapi, BTW kau menceritakan pada Tiffany kalau aku menyatakan perasaanku padamu?
To : Donghae
Ne. Wae? Apa kau keberatan? Bukankah dia sahabatku? Dia juga temanmu kan? Lalu kenapa?
From : Donghae
Itu memang benar, tapi aku malu tahu!
To : Donghae
Kalau begitu, jangan katakan padaku kalau kau menyukaiku! Aku itu, selalu curhat padanya, jadi apapun yang terjadi, aku akan menceritakannya pada Tiffany
From : Donghae
Begitu...
To : Donghae
Kenapa memangnya?
From : Donghae
Tidak apa-apa
Rasanya aku tidak ingin membalasnya. Tapi, kenapa setiap kali aku mendapat pesan dari Donghae, jantungku menjadi berdetak kencang seperti ini? Ya Tuhan, ada apa ini? Dan dihadapannya, kini aku menjadi salah tingkah. Tuhan, kembalikanlah sifatku yang dulu...
Selama seminggu, kami━Donghae dan aku━ menjalani hal semacam itu. Dan sepertinya aku, menyukainya? Mungkin seperti itu. Tapi, belakangan ini aku tidak pernah melihat Leeteuk lagi. Kemana perginya orang itu? Apa dia sakit?
“Tiff, belakangan ini aku tidak melihat Leeteuk. Kemana anak itu? Apa dia sakit?” tanyaku
“Mm? Apa kau tidak tahu? Dia kan sudah pindah ke Tokyo beberapa hari yang lalu” jawabnya
“Mwo? Pindah? Tokyo?”
“Ne, apa kau tidak tahu?”
Aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya
“Aigoo.. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Donghae? Masih baik?”
“Molla, belakangan ini dia tidak pernah mengirimkan pesan padaku lagi”
“Haa, kau menyukainya yaa??”
“Mwo? A-aniyaa!!”
“Sudahlah, katakan saja padaku..”
“Ani Tiff. Aku hanya bingung saja kenapa belakangan ini dia tidak menghubungiku..”
“Nado molla”
“Hah~ kau ini~” kali ini giliran aku yang menjitak kepalanya
“Aww!”
“Ayolah kita masuk”
Sudah 3 bulan Donghae tidak menghubungiku. Dan selama itu pula aku menyukainya. Ya, rasaku ini belum aku katakan pada Tiffany, sahabatku sendiri. Aku ingin tahu berita tentang Donghae, tapi apa mungkin aku harus menanyakannya pada Tiffany? Hah~ rasa gengsi menghampiriku. Tapi, sebaiknya aku memang harus mengatakannya pada Tiffany, biar bagaimanapun juga dia adalah sahabatku. Baiklah, aku akan mengatakannya besok pada Tiffany.
Keesokan harinya
“Tiff, ada yang ingin aku bicarakan denganmu...”
“Ne, ada apa Yul?”
“Emm, tapi kau janji tidak akan mengatakannya pada siapapun ya..”
“Ne! Yaksok!”
“Sepertinya kau kelihatan bersemangat sekali?”
“Sudahlah, itu tidak penting. Sekarang, lebih baik kau mengatakan apa yang ingin kau katakan padaku”
“Ahh, ne. Begini, sebenarnya... aku...”
“Ne?? Ahh, kau jangan membuatku membuang-buang waktu...” ucapnya gemas
“Eh eh. Sebenarnya, aku.. menyukai Donghae..” ucapku akhirnya
“Mwo? Jinjja? Sejak kapan? Sudah berapa lama?”
“Eh, sejak 1 minggu setelah dia menyatakan perasaannya padaku, kira-kira sekitar 3 bulan yang lalu...”
“Mwo? Haaaahh, kau telat Yul!”
“Mwo? Kenapa memang?”
“Dia, sudah punya pacar”
Aku terdiam sejenak
“Eh, apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya Tiffany hati-hati
“Ani” ucapku lemah
“Tapi, apa benar kau menyukainya?”
“Sudahlah, itu mungkin sudah tidak penting lagi sekarang. Tapi, ngomong-ngomong siapa pacarnya itu?”
“Katanya dari fakultas hukum, namanya Hyorin”
“Bagaimana orangnya?”
“Mm, dia itu tingginya sejajar dengan Donghae, kulitnya putih, lumayan cantik, pintar menyanyi. Yaa gitu deh pokoknya...”
Aku menganggukan kepala menanggapinya
“Tenang, suatu saat kau pasti bisa mendapatkannya..”
“Hemm, gomawo Tiff”
“Ne..”
Belakangan ini aku jadi sering memperhatikan Donghae. Aku cukup mengenal Hyorin, pacar Donghae. Setiap jam break, Donghae selalu ke kelas Hyorin, mungkin untuk menjemput Hyorin ke kantin. Dan ternyata itu benar. Haahhh, kalau begini terus aku bisa gilaa!! Aku harus bisa melupakan orang itu! Tuhan, aku mohon. Bantulah aku!!!
Selama 1 bulan, aku masih belum bisa melupakannya. Setiap hari aku menanyakan berita tentang Donghae pada Tiffany, apakah aku semakin menyukainya? Entahlah, tapi targetku adalah MELUPAKANNYA.
Pada suatu hari di musim dingin, diadakan tes. Haahh, tes di musim dingin? Ini menyiksa namanya! Bukannya kami diberi libur malah tes. Tapi, berhubungan dengan orang itu━Donghae━, sepertinya aku sudah tidak menyukainya lagi. Dan aku putuskan untuk memberitahukannya pada Donghae.
“Tiff, ada kabar apa tentang orang itu?” tanyaku basa-basi
“Mm, aku dengar dia sudah putus dari Hyorin. Dan sepertinya dia sedang dekat lagi dengan yang lain. Apa kau berniat untuk mengejarnya lagi?”
“Ahh, ani. Justru aku sudah tidak menyukainya lagi. Cukup mengaguminya saja sudah cukup bagiku. Tapi..”
“Hajima?”
“Aku ingin, kau...”
“Na? Wae?”
“Aku ingin kau mengutarakan perasaanku pada Donghae”
“Mwo? Na? Kenapa tidak kau sendiri saja?”
“Kau tahu kan, aku ini orangnya pemalu...”
“Arra. Tapi, apa kau yakin ingin mengutarakannya? Wajahmu mengatakan kalu kau belum siap untuk ini Yul..”
“Jinjja? Whoahh, sepertinya kau bisa membaca ekspresi wajah orang sekarang. Ne, aku rasa aku sudah siap Tiff, dan ini adalah saatnya”
“Tapi, apa dengan aku mengutarakannya, tes-mu tidak terganggu?”
“Ani, aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan kuliahku Tiff”
“Kau ini, profesional sekali”
“Gomawo. Tapi, apa kau mau?”
“Jika itu yang kau inginkan, akan aku coba. Tapi jika kau benar bisa bersama Donghae, kau harus mengatakannya padaku”
“Itu tidak akan terjadi Tiff, karena aku sudah tidak menyukainya”
“Kalau kau tidak menyukainya, lalu kenapa kau selama ini menanyakan berita tentangnya?”
“Ahh, kau ini! Sudahlah, kau mau membantuku tidak?”
“Baiklah, aku akan membantumu”
“Gomawo Fany-sii”
“Ne, cheonma..”
Keesokan harinya sepulang kuliah
“Bagaimana Tiff? Sudah kau katakan?” tanyaku
“Ahh, ne. Aku lupa..”
“Hahh, kau ini! Yasudahlah. Tapi aku harap kau bisa secepatnya untuk mengatakannya pada Donghae”
“Ne, besok akan aku katakan”
Yuri pov end
Author pov
Keesokan harinya lagi
Setelah tes jam pertama
“Hae, sini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu..” seru Tiffany
“Ne, ada apa?” jawab yang dipanggil
“Kau masih ingat dengan Yuri? Seorang wanita yang waktu itu aku kenalkan denganmu?”
“Ahh, ne. Kenapa?”
“Kau bilang kau pernah menyukainya kan?”
“Ne..”
“Sekarang?”
“Ani”
“Haishh! Dia bilang, dia menyukaimu!”
“Siapa? Yuri? Padaku?”
“Ne..”
“Eh eh, main pergi aja! Dasar laki-laki tidak tahu perasaan!!” lanjut Tiffany
Di taman kampus
“Otteohkae? Apa kau sudah mengatakannya?” tanya Yuri
“Ne..”
“Bagaimana katanya?”
“Molla, dia malah main kabur saja”
“Jinjja? Bagaimana perasaanmu?”
“Kau tahu? Aku sangat menyesal sudah ngobrol dengannya!”
“Sudahlah Tiff. Oh iya, aku berterima kasih padamu karena kau sudah mengatakannya”
“Ne Yul, cheonma” kata Tiffany
Author pov end
Yuri pov
Satu minggu setelah Tiffany mengatakan perasaanku, tiba-tiba Donghae mengirim pesan untukku. Mwo? Donghae? Apa aku tidak salah? Donghae? Untuk apa?
From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?
To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik
From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?
Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!
==============TBC=============
Huwaaahhh, akhirnya jadi juga part 3-nya :D . Siapa yang nunggu? #readers : engga ada!!. Gapapa deh kalau engga ada yang nunggu, kalo ada? Ya saya sangat bersyukur :D. Terima kasih buat yang setia nungguin kelanjutan dari epep saya yang satu ini.. ada yang bosen sama FF yang satu ini? Tenang, aku akan membuat FF yang lain tapi bukan yang oneshoot, lagi engga ada ide :D. Iyaudah deh, yang penasaran, ditunggu aja ya.. yang engga? Harus penasaran! Kalo engga, jangan harap bias bisa mampir ke mimpi kalian malam ini. Oke?
Selasa, 03 Juli 2012
Minggu, 01 Juli 2012
[PICT] Super Junior and SNSD with SPAO
Gimana chingu? Bagus-bagus ngga? Jujur deh ya, diantara foto-foto yang diatas, author paling suka yang bagian Donghae-Yoona , Kyuhyun-Yuri. Nan joahae ^o^
Langganan:
Komentar (Atom)

























