Dont't be plagiator!
Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
=========================================
Jika kau tidak berani mengatakan cinta padaku, maka jangan pernah sekali-kali kau mencintaiku!
=========================================
Yuri pov
To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..
From : Donghae
Neo..
Mwo? Sudah gilakah dia? Jadi yang dikatakan Fany itu benar?
To : Donghae
Mwo? Na? Tapi, bagaimana bisa? Kita baru bertemu kemarin, kau sudah menyukaiku? Hah~ ini gila
From : Donghae
Aku juga bingung kenapa aku bisa menyukaimu secepat itu. Tapi, mungkinkah aku gila Yuri-ssi? Kalau aku gila, tidak mungkin kau berteman denganku. Haha :D.
Jadi, maukah kau menjadi yeojachinguku?
Aku berfikir sejenak. Aku tidak mungkin berpacaran dengan orang yang baru saja kukenal. Apalagi orang seperti Donghae
To : Donghae
Haruskah aku menjawabnya sekarang?
From : Donghae
Ne
To : Donghae
Mian Donghae-ya, aku tidak bisa. Kita baru saja bertemu dan kita mau langsung saja berpacaran? Itu gila kau tahu?
From : Donghae
Yaaahh. Aku tahu ini mungkin gila, tapi aku sangat menyukaimu Yuri-ssi..
To : Donghae
Tidak untuk sekarang Donghae...
From : Donghae
Tapi dilain waktu?
To : Donghae
Kita lihat saja nanti :)
From : Donghae
Maksudmu?
To : Donghae
Sudahlah, lupakan.
From : Donghae
Baiklah. Berhubung ini sudah malam, sampai disini dulu ya Yuri-sii.. :)
Sampai jumpa besok di kampus honey...
To : Donghae
Ya! Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!
From : Donghae
Arraseo.. bye bye
Apakah ini sebuah mimpi? Seseorang menyatakan perasaannya padaku sebagai tanda... suka pada pandangan pertama? Mungkin iya tapi, mungkinkah itu? Aduuhh kenapa aku harus memikirkan Donghae? Bukankah aku tidak menyukainya? Ingat Yuri, rasa sukanya hanya sebelah tangan, dan kau sama sekali tidak menyukainya. Lebih baik aku tidur sekarang.
Keesokan harinya di kampus
Hari ini sungguh sangat cerah. Aku harap hari ini baik untukku...
“Morning Yul!” sapa ramah Tiffany
“Morning Tif. Bagaimana tidurmu?” jawabku
“Nyenyak. Bagaimana denganmu?”
“Nyenyak juga”
“Eh, bagaimana dengan Donghae? Apa dia sudah menghubungimu?”
“Ne, dan kau tahu? Dia menyatakan perasaannya padaku. Apa itu tidak gila? Hah~ semalaman aku terpikirkan hal itu terus”
“Mwo? Jinjja? Lalu apa katanya?”
“Dia bilang, dia menyukaiku” ucapku malu
“Mwo? Whaahh, benarkan apa yang aku katakan? Dia menyukaimu. Lalu, bagaimana reaksimu?”
“Na? Jelas kaget! Kau seperti tidak pernah merasakannya saja!”
“Aku memang belum pernah merasakannya” ucapnya polos. Aku hanya mengangkat satu alisku sebagai ekspresi
“Annyeong Yuri, Tiffany...” sapa ramah Leeteuk
“Annyeong Leeteuk” jawab Fany
“Annyeong...” jawabku menyusul
“Halo shikshin..”
Mwo? Siapa yang mengatakan itu?
“Ya! Yuri! Aku memanggilmu!”
“Mwo? Kau Donghae? Tapi, kenapa kau memanggilku seperti itu?”
“Tiffany sudah mengatakan semuanya padaku...”
Aku melirik tajam Tiffany. Yang boleh memanggilku seperti itu hanya sahabatku, dan itu adalah PRIVASI. Aigooo!!!
“Hehe, dia memaksaku Yul.. Mian...”
“Ya! Kalau kau memanggilku seperti itu, kenapa kau semalam mengatakan kalau aku cantik?”
“Itu terserah padaku :p”
“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?” Leeteuk kelihatan bingung
“Obseoseo Leeteuk...” ucap kami bebarengan
Leeteuk kelihatan semakin bingung “Aissh, jinjja kalian ini! Ayolah kita masuk”
“Ne..” ucap kami lagi
“Hahh~ ini membuatku gila!!”. Dia langsung menuju kelasnya dengan mengacak rambutnya. Dasar anak itu...
Akhirnya hari ini berjalan dengan sangat baik. Malam harinya seperti kemarin, Donghae mengirim pesan untukku
From : Donghae
Good Night shikshin :D. Entah mengapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan itu...
To : Donghae
Hisshh! Sudahlah, jangan mengatakan itu lagi! Aku tidak ingin mendengar atau membacanya!
From : Donghae
Tapi, BTW kau menceritakan pada Tiffany kalau aku menyatakan perasaanku padamu?
To : Donghae
Ne. Wae? Apa kau keberatan? Bukankah dia sahabatku? Dia juga temanmu kan? Lalu kenapa?
From : Donghae
Itu memang benar, tapi aku malu tahu!
To : Donghae
Kalau begitu, jangan katakan padaku kalau kau menyukaiku! Aku itu, selalu curhat padanya, jadi apapun yang terjadi, aku akan menceritakannya pada Tiffany
From : Donghae
Begitu...
To : Donghae
Kenapa memangnya?
From : Donghae
Tidak apa-apa
Rasanya aku tidak ingin membalasnya. Tapi, kenapa setiap kali aku mendapat pesan dari Donghae, jantungku menjadi berdetak kencang seperti ini? Ya Tuhan, ada apa ini? Dan dihadapannya, kini aku menjadi salah tingkah. Tuhan, kembalikanlah sifatku yang dulu...
Selama seminggu, kami━Donghae dan aku━ menjalani hal semacam itu. Dan sepertinya aku, menyukainya? Mungkin seperti itu. Tapi, belakangan ini aku tidak pernah melihat Leeteuk lagi. Kemana perginya orang itu? Apa dia sakit?
“Tiff, belakangan ini aku tidak melihat Leeteuk. Kemana anak itu? Apa dia sakit?” tanyaku
“Mm? Apa kau tidak tahu? Dia kan sudah pindah ke Tokyo beberapa hari yang lalu” jawabnya
“Mwo? Pindah? Tokyo?”
“Ne, apa kau tidak tahu?”
Aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya
“Aigoo.. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Donghae? Masih baik?”
“Molla, belakangan ini dia tidak pernah mengirimkan pesan padaku lagi”
“Haa, kau menyukainya yaa??”
“Mwo? A-aniyaa!!”
“Sudahlah, katakan saja padaku..”
“Ani Tiff. Aku hanya bingung saja kenapa belakangan ini dia tidak menghubungiku..”
“Nado molla”
“Hah~ kau ini~” kali ini giliran aku yang menjitak kepalanya
“Aww!”
“Ayolah kita masuk”
Sudah 3 bulan Donghae tidak menghubungiku. Dan selama itu pula aku menyukainya. Ya, rasaku ini belum aku katakan pada Tiffany, sahabatku sendiri. Aku ingin tahu berita tentang Donghae, tapi apa mungkin aku harus menanyakannya pada Tiffany? Hah~ rasa gengsi menghampiriku. Tapi, sebaiknya aku memang harus mengatakannya pada Tiffany, biar bagaimanapun juga dia adalah sahabatku. Baiklah, aku akan mengatakannya besok pada Tiffany.
Keesokan harinya
“Tiff, ada yang ingin aku bicarakan denganmu...”
“Ne, ada apa Yul?”
“Emm, tapi kau janji tidak akan mengatakannya pada siapapun ya..”
“Ne! Yaksok!”
“Sepertinya kau kelihatan bersemangat sekali?”
“Sudahlah, itu tidak penting. Sekarang, lebih baik kau mengatakan apa yang ingin kau katakan padaku”
“Ahh, ne. Begini, sebenarnya... aku...”
“Ne?? Ahh, kau jangan membuatku membuang-buang waktu...” ucapnya gemas
“Eh eh. Sebenarnya, aku.. menyukai Donghae..” ucapku akhirnya
“Mwo? Jinjja? Sejak kapan? Sudah berapa lama?”
“Eh, sejak 1 minggu setelah dia menyatakan perasaannya padaku, kira-kira sekitar 3 bulan yang lalu...”
“Mwo? Haaaahh, kau telat Yul!”
“Mwo? Kenapa memang?”
“Dia, sudah punya pacar”
Aku terdiam sejenak
“Eh, apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya Tiffany hati-hati
“Ani” ucapku lemah
“Tapi, apa benar kau menyukainya?”
“Sudahlah, itu mungkin sudah tidak penting lagi sekarang. Tapi, ngomong-ngomong siapa pacarnya itu?”
“Katanya dari fakultas hukum, namanya Hyorin”
“Bagaimana orangnya?”
“Mm, dia itu tingginya sejajar dengan Donghae, kulitnya putih, lumayan cantik, pintar menyanyi. Yaa gitu deh pokoknya...”
Aku menganggukan kepala menanggapinya
“Tenang, suatu saat kau pasti bisa mendapatkannya..”
“Hemm, gomawo Tiff”
“Ne..”
Belakangan ini aku jadi sering memperhatikan Donghae. Aku cukup mengenal Hyorin, pacar Donghae. Setiap jam break, Donghae selalu ke kelas Hyorin, mungkin untuk menjemput Hyorin ke kantin. Dan ternyata itu benar. Haahhh, kalau begini terus aku bisa gilaa!! Aku harus bisa melupakan orang itu! Tuhan, aku mohon. Bantulah aku!!!
Selama 1 bulan, aku masih belum bisa melupakannya. Setiap hari aku menanyakan berita tentang Donghae pada Tiffany, apakah aku semakin menyukainya? Entahlah, tapi targetku adalah MELUPAKANNYA.
Pada suatu hari di musim dingin, diadakan tes. Haahh, tes di musim dingin? Ini menyiksa namanya! Bukannya kami diberi libur malah tes. Tapi, berhubungan dengan orang itu━Donghae━, sepertinya aku sudah tidak menyukainya lagi. Dan aku putuskan untuk memberitahukannya pada Donghae.
“Tiff, ada kabar apa tentang orang itu?” tanyaku basa-basi
“Mm, aku dengar dia sudah putus dari Hyorin. Dan sepertinya dia sedang dekat lagi dengan yang lain. Apa kau berniat untuk mengejarnya lagi?”
“Ahh, ani. Justru aku sudah tidak menyukainya lagi. Cukup mengaguminya saja sudah cukup bagiku. Tapi..”
“Hajima?”
“Aku ingin, kau...”
“Na? Wae?”
“Aku ingin kau mengutarakan perasaanku pada Donghae”
“Mwo? Na? Kenapa tidak kau sendiri saja?”
“Kau tahu kan, aku ini orangnya pemalu...”
“Arra. Tapi, apa kau yakin ingin mengutarakannya? Wajahmu mengatakan kalu kau belum siap untuk ini Yul..”
“Jinjja? Whoahh, sepertinya kau bisa membaca ekspresi wajah orang sekarang. Ne, aku rasa aku sudah siap Tiff, dan ini adalah saatnya”
“Tapi, apa dengan aku mengutarakannya, tes-mu tidak terganggu?”
“Ani, aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan kuliahku Tiff”
“Kau ini, profesional sekali”
“Gomawo. Tapi, apa kau mau?”
“Jika itu yang kau inginkan, akan aku coba. Tapi jika kau benar bisa bersama Donghae, kau harus mengatakannya padaku”
“Itu tidak akan terjadi Tiff, karena aku sudah tidak menyukainya”
“Kalau kau tidak menyukainya, lalu kenapa kau selama ini menanyakan berita tentangnya?”
“Ahh, kau ini! Sudahlah, kau mau membantuku tidak?”
“Baiklah, aku akan membantumu”
“Gomawo Fany-sii”
“Ne, cheonma..”
Keesokan harinya sepulang kuliah
“Bagaimana Tiff? Sudah kau katakan?” tanyaku
“Ahh, ne. Aku lupa..”
“Hahh, kau ini! Yasudahlah. Tapi aku harap kau bisa secepatnya untuk mengatakannya pada Donghae”
“Ne, besok akan aku katakan”
Yuri pov end
Author pov
Keesokan harinya lagi
Setelah tes jam pertama
“Hae, sini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu..” seru Tiffany
“Ne, ada apa?” jawab yang dipanggil
“Kau masih ingat dengan Yuri? Seorang wanita yang waktu itu aku kenalkan denganmu?”
“Ahh, ne. Kenapa?”
“Kau bilang kau pernah menyukainya kan?”
“Ne..”
“Sekarang?”
“Ani”
“Haishh! Dia bilang, dia menyukaimu!”
“Siapa? Yuri? Padaku?”
“Ne..”
“Eh eh, main pergi aja! Dasar laki-laki tidak tahu perasaan!!” lanjut Tiffany
Di taman kampus
“Otteohkae? Apa kau sudah mengatakannya?” tanya Yuri
“Ne..”
“Bagaimana katanya?”
“Molla, dia malah main kabur saja”
“Jinjja? Bagaimana perasaanmu?”
“Kau tahu? Aku sangat menyesal sudah ngobrol dengannya!”
“Sudahlah Tiff. Oh iya, aku berterima kasih padamu karena kau sudah mengatakannya”
“Ne Yul, cheonma” kata Tiffany
Author pov end
Yuri pov
Satu minggu setelah Tiffany mengatakan perasaanku, tiba-tiba Donghae mengirim pesan untukku. Mwo? Donghae? Apa aku tidak salah? Donghae? Untuk apa?
From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?
To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik
From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?
Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!
==============TBC=============
Huwaaahhh, akhirnya jadi juga part 3-nya :D . Siapa yang nunggu? #readers : engga ada!!. Gapapa deh kalau engga ada yang nunggu, kalo ada? Ya saya sangat bersyukur :D. Terima kasih buat yang setia nungguin kelanjutan dari epep saya yang satu ini.. ada yang bosen sama FF yang satu ini? Tenang, aku akan membuat FF yang lain tapi bukan yang oneshoot, lagi engga ada ide :D. Iyaudah deh, yang penasaran, ditunggu aja ya.. yang engga? Harus penasaran! Kalo engga, jangan harap bias bisa mampir ke mimpi kalian malam ini. Oke?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar