Halaman

SNSD

SNSD

Jumat, 26 Oktober 2012

[FF] First Meet Chapter 4

Don’t be plagiator!
Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae

Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
                                                             ~~~
Yuri pov

From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?

To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik

From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?

Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!

To : Donghae
Mm, apa Fany sudah memberitahumu? Ne, aku memang menyukaimu. Tapi itu kemarin-kemarin, untuk sekarang mungkin sudah tidak lagi...

Umma, aku harap dia tidak menanyakan yang macam-macam. Karena sungguh, aku sudah kehabisan kata-kata sekarang!!!

From : Donghae
Ahh, sudah tidak ya?

To : Donghae
Kau sendiri?

From : Donghae
Masih

To : Donghae
Jinjja? Whoah~

From : Donghae
Berhubung kau sudah menyukaiku, jadi maukah kau menjadi yeojachinguku?

Mwo? Lagi? Apa dia sudah gila?! Sudah kubilang aku sudah tidak menyukainya, kenapa dia masih nekat mengatakan hal seperti itu?

To : Donghae
Tapi...

From : Donghae
Wae? Apa kau masih tidak mau? Kenapa? Bukankah kita sama-sama suka? Lalu apa yang kau fikirkan lagi?

Jujur, sebenarnya aku memang masih mengharapkan Donghae. Tapi...

To : Donghae
Mmm, baiklah

From : Donghae
Jinjja? Whoaahhh~
Gomawo Yuri-ssi :)

To : Donghae
Ne, tapi aku ingin hubungan kita tidak kau katakan dengan siapa-siapa. Cukup aku dan kau yang tahu. Bisa kau lakukan itu?

From : Donghae
Akan ku fikirkan :)

Apakah ini sebuah mimpi? Ya Tuhan, jika ini mimpi, aku mohon, jangan bangunkan aku sekarang!! Dan jika ini bukan mimpi, bangunkan aku sekarang! Omo, nan neomu haengbokhae :D. Sepertinya mukaku sekarang seperti udang rebus.. atau mungkin lebih parah dari itu? Ahh, entahlah yang jelas aku sedang bergembira saat ini...

2 hari setelah kami━aku dan Donghae━ berhubungan, aku mendapat kabar dari Tiffany...
“Yuri-ya! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah jadian dengan Donghae?! Ahh, kau ini! Aku juga sahabatmu tahu!” ujarnya sambil meninju pelan lenganku
“Mwo? siapa yang memberitahumu?” jawabku
“Jadi itu benar? Hahh, kau ini!”
“Ya! Jawab dulu pertanyaanku!! Darimana kau tahu kalau aku sedang berhubungan dengan Donghae?”
“Mm, mian Yul... Aku tidak boleh mengatakannya...”
“Ya! Aku ini sahabatmu, aku harus tahu Tiff... Apa orang itu..” ucapku gantung
“Emm... Mian Yul, tapi aku benar-benar tidak bisa memberitahumu..”
“Fany, jebal...”
Setelah beberapa saat aku memaksa Fany, akhirnya dia mau memberitahunya
“Orang itu...”
“Siapa? Katakan padaku...”
“Donghae. Tapi kau janji, kau tidak akan marah padanya ataupun memberitahunya kalau aku yang memberitahumu...”
“M-mwo? Donghae? Kau tidak salah Fany-ssi?”
“Ani.. justru dia sendiri yang mengatakannya padaku...”
“Fany, apa kau tahu? Dia sudah berjanji padaku untuk tidak mengatakannya pada siapapun. Tapi kenapa dia mengatakannya padamu? Aigoo...”
“Mi-mian Yul...”
“Ani Tiff, ini bukan salahmu. Ini salahnya. Aku harus menemuinya”
“Yul, aku mohon jangan sekarang. Tenangkan dulu dirimu, jangan biarkan dirimu mengatur perasaanmu...”
Aku hanya mendesah menjawabnya. Dasar namja ituu!!!!!

Malam harinya, aku coba untuk mengirim pesan pada Donghae

To : Donghae
Ya! Kenapa kau memberitahu Tiffany kalau kita sedang berpacaran?! Kau kan sudah janji padaku kau tidak akan memberitahu siapapun!!

From : Donghae
Mian Yul.. Aku rasa, aku harus memberitahu seseorang untuk tahu, aku tidak tenang jika aku harus memendam ini sendiri... Apa kau marah? Jika kau marah, lebih baik kita tidak usah pacaran saja...

To : Donghae
Ani, aku tidak marah.. Hanya saja, aku tidak mau orang yang aku sayangi membohongiku seperti itu...

From : Donghae
Mian Yul..

To : Donghae
Baiklah kalau begitu, aku juga boleh dong memberitahu seseorang untuk tahu?

From : Donghae
Ne...

To : Donghae
Tapi kau janji, kau tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi...

From : Donghae
Ne...

Hahh~ dasar orang ini. Kenapa aku bisa mencintai orang seperti dia? Bisa gila aku... Tapi pada kenyataannya, memang begitu..
Baiklah, kalau begitu aku harus memberitahu sahabatku. Awas saja kalau orang itu masih membocorkannya!

To : Min Ah eonni
Eonni, aku ingin bercerita padamu...

From : Min Ah eonni
Kau mau bercerita apa?

To : Min Ah eonni
Eon, sebenarnya aku sudah berpacaran... u.u

From : Min Ah eonni
Jinjja? Dengan siapa? Apa aku mengenalnya? Kalau tidak, perkenalkan padaku...

To : Min Ah eonni
Dengan...
Emm, namanya Donghae, Lee Donghae

From : Min Ah eonni
Donghae? Aku tidak mengenalnya... Perkenalkan padaku...

To : Min Ah eonni
Memang eonni tidak mengenalnya -__-
Perkenalkan? Kapan-kapan saja ya.. :D
Aku sedang sibuk belakangan ini... :D

From : Min Ah eonni
Kau, ini! Selalu sibuk setiap hari!

To : Min Ah eonni
Haha, eonni tahu kan seperti apa kampusku itu, tidak pernah memberi waktu luang untuk para mahasiswanya -__-
Yasudah ya eonni... Oh iya, eonni jangan memberitahu siapapun tentang hal ini.. karena aku dan dia sudah sepakat untuk tidak memberitahu siapapun...

From : Min Ah eonni
Ne.. geokjeonghajima :D

To : Min Ah eonni
Yasudah ya eonni, annyeong 

From : Min Ah eonni
Ne, annyeong Yul...

Ahh, ternyata dia benar, harus ada seseorang yang tahu tentang perasaanku. Karena memendam perasaan sendiri itu sangat menyakitkan.

Beberapa minggu setelah kami berpacaran, muncul beberapa gosip tentang kami
*   “Yul, apa benar kau berpacaran dengan Donghae?” tanya salah satu temanku
“Eoh? A-ani.. kenapa kau berbicara seperti itu Yoon?”
“Eh? Bukankah Benar? Donghae sendiri yang mengatakannya padaku...”
“Mwo? Donghae?”
“Ne.. apa kau tidak tahu? Ckckck...” katanya sambil menggelengkan kepala
“Eh.. hehe, iya aku tidak tahu..”
“Cieee Yuri-Donghae” candanya
“Sudahlah, diam kau!!” kataku sambil menutup mulutnya

*    Salah seorang temanku menulis sesuatu pada papan tulis kelas ’Hae-Ri’
“Ya! Kenapa kau menulis tulisan seperti itu??!!” ujarku
“Ya! Kenapa kau marah? Haa~ itu benar ya??”
“A-ani...”
“Sudahlah, jangan berbohong, aku sudah tahu Yul..”
“Tahu apa?”
“Tahu kalau kau berpacaran dengan Donghae. Iya kan??”
“A-ani..”
“Sudahlah. Kenapa kau terus menyangkal? Jujur saja padaku.. kita kan sudah bersahabat sejak kecil..”
“Wookie, bukan seperti itu.. Sini kau ikut denganku!” akupun menyeretnya ke samping kelas
“Kau tahu darimana kalau aku sedang berpacaran dengan Donghae?”
“Jadi itu benar? Whoaahh~ chukkae.. sejak kapan?”
“Ya! Jawab pertanyaanku dulu!!” ujarku sedikit berteriak
“Emm, dari Donghae sendiri. Dia kan sahabatku, jadi dia menceritakan apa saja padaku. Termasuk hubunganmu dengannya sekarang..”
“Bagaimana dia menceritakannya?”
“Begini, awalnya dia datang padaku, duduk disampingku. Dia bilang ‘Wookie, apa kau tahu Yuri?’ aku menjawab ‘Yuri yang mana? Kan ada 2 Yuri’ ‘Aishh, Yuri yang putih, cantik, manis, dari kejuruan fashion. Kau mengenalnya kan?’ ucapnya ‘Ne, kenapa memangnya? Kau suka?’ ‘Ne.. Bahkan sekarang aku sedang berpacaran dengannya...’. Kau tahu? Saat mengatakan itu, mukanya seperti malu-malu...” ujarnya panjang lebar
“Lalu, kau bagaimana?” tanyaku
“Na? Biasa saja.. Bisa-bisanya kau menyukai namja seperti dia Yul.. ckckck”
“Ryeowook, aku mohon. Kau jangan mengatakan pada siapapun tentang hal ini. Arra? Jebal...” ucapku memohon
“Mmm, baiklah...”
“Kamsahamnida Wookie, kau memang sahabatku yang paling baik...” ucapku sambil membungkuk 90°

Aku membiarkan saja gosip tentang kami beredar, lagipula tidak sedikit yang tahu.. bukan rahasia lagi kan namanya? Sejak saat itu, aku mulai memperhatikan Donghae dari jauh. Omona! Dia dekat-dekat dengan wanita lain. Hatiku panas sekarang! Apa dia tidak melihatku? Dia anggap apa aku ini?! Sudahlah, lebih baik aku diamkan saja dia kali ini. Aku harap dia tidak macam-macam dengan wanita-wanita itu.

Selama ini aku selalu sabar menghadapi tingkah lakumu itu. Kau sekarang jarang menghubungiku, kau dekat-dekat dengan wanita-wanita lain, aku biarkan semua itu. Sadarkah kau bagaimana perasaanku? Sepertinya butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi orang seperti dirimu.

3 minggu berlalu, dan aku masih tetap menghadapi sifat Donghae terhadapku. Daripada aku seperti ini terus, lebih baik aku pulang ke rumah orang tuaku saja. Untung saja sekolah memberikan waktu berlibur..

Huaaaaahhhh, akhirnya aku bisa pulang juga ke rumah umma & appa.. sudah lama sekali rasanya aku tidak pulang. Nan neomu bogoshippeo... tulisku pada akun me2day-ku. Tak lama kemudian ada balasan. Dari? Hmm? Siapa dia? Apa aku mengenalnya? Kurasa tidak...

Whoaahh, senang ya? Memang rumahmu dimana? Katanya. Hmm, coba ku ladenin saja dululah

Rumahku? Di daerah Ilsan. Jawabku

Geurae? Hmm, hei bolehkah aku meminta nomor handphonemu? Mwo? Nomor handphone? Apa dia tidak salah? Tunggu, ada balasan lagi. Tapi, bukan dari orang itu.

Ekhem kayanya ada yang lagi PDKT niih... katanya. Jin Hoo? Untuk apa dia ikut campur?

 ====TBC====

Rabu, 11 Juli 2012

[NEWS] Leeteuk Announces He Will Marry The Woman Who Waits For Him to Return From The Military


Super Junior leader Leeteuk who is counting down the days to his military enlistment has made a shocking announcement.
On the July 10th episode of SBS TV‘s ‘Strong Heart‘, guest Yoo Yeon Suk shared a heartbreaking story of how his first love broke up with him right before he had to enter the military.
Hearing this, MC Lee Dong Wook then jokingly remarked, “Leeteuk, you need to wrap things up with your girlfriend too before you enlist.”
In response to the MC, Leeteuk said something that shocked everyone on set. “I’m being completely serious right now, but since I’m enlisting this year, I will 100% find a girlfriend before I leave.”
If that girl waits for me for two years, I think she’s somebody that will wait for me for the rest of her life,” he said. “If I do end up beginning a relationship before I leave and she does wait for me, I will marry that girl within 5 years.”

Cr. : Allkpop.com
                                               -------------------------------------
Oppa, I'll wait you :*
But, you must choose me :D *evil

[FF] First Meet Chapter 3

Dont't be plagiator!






















Author: Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
                       =========================================
Jika kau tidak berani mengatakan cinta padaku, maka jangan pernah sekali-kali kau mencintaiku!
                       =========================================

Yuri pov


To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..

From : Donghae
Neo..


Mwo? Sudah gilakah dia? Jadi yang dikatakan Fany itu benar?

To : Donghae
Mwo? Na? Tapi, bagaimana bisa? Kita baru bertemu kemarin, kau sudah menyukaiku? Hah~ ini gila

From : Donghae
Aku juga bingung kenapa aku bisa menyukaimu secepat itu. Tapi, mungkinkah aku gila Yuri-ssi? Kalau aku gila, tidak mungkin kau berteman denganku. Haha :D.
Jadi, maukah kau menjadi yeojachinguku?


Aku berfikir sejenak. Aku tidak mungkin berpacaran dengan orang yang baru saja kukenal. Apalagi orang seperti Donghae

To : Donghae
Haruskah aku menjawabnya sekarang?

From : Donghae
Ne

To : Donghae
Mian Donghae-ya, aku tidak bisa. Kita baru saja bertemu dan kita mau langsung saja berpacaran? Itu gila kau tahu?

From : Donghae
Yaaahh. Aku tahu ini mungkin gila, tapi aku sangat menyukaimu Yuri-ssi..

To : Donghae
Tidak untuk sekarang Donghae...

From : Donghae
Tapi dilain waktu?

To : Donghae
Kita lihat saja nanti :)

From : Donghae
Maksudmu?

To : Donghae
Sudahlah, lupakan.

From : Donghae
Baiklah. Berhubung ini sudah malam, sampai disini dulu ya Yuri-sii.. :)
Sampai jumpa besok di kampus honey...

To : Donghae
Ya! Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!

From : Donghae
Arraseo.. bye bye


Apakah ini sebuah mimpi? Seseorang menyatakan perasaannya padaku sebagai tanda... suka pada pandangan pertama? Mungkin iya tapi, mungkinkah itu? Aduuhh kenapa aku harus memikirkan Donghae? Bukankah aku tidak menyukainya? Ingat Yuri, rasa sukanya hanya sebelah tangan, dan kau sama sekali tidak menyukainya. Lebih baik aku tidur sekarang.

Keesokan harinya di kampus

Hari ini sungguh sangat cerah. Aku harap hari ini baik untukku...
“Morning Yul!” sapa ramah Tiffany
“Morning Tif. Bagaimana tidurmu?” jawabku
“Nyenyak. Bagaimana denganmu?”
“Nyenyak juga”
“Eh, bagaimana dengan Donghae? Apa dia sudah menghubungimu?”
“Ne, dan kau tahu? Dia menyatakan perasaannya padaku. Apa itu tidak gila? Hah~ semalaman aku terpikirkan hal itu terus”
“Mwo? Jinjja? Lalu apa katanya?”
“Dia bilang, dia menyukaiku” ucapku malu
“Mwo? Whaahh, benarkan apa yang aku katakan? Dia menyukaimu. Lalu, bagaimana reaksimu?”
“Na? Jelas kaget! Kau seperti tidak pernah merasakannya saja!”
“Aku memang belum pernah merasakannya” ucapnya polos. Aku hanya mengangkat satu alisku sebagai ekspresi
“Annyeong Yuri, Tiffany...” sapa ramah Leeteuk
“Annyeong Leeteuk” jawab Fany
“Annyeong...” jawabku menyusul
“Halo shikshin..”
Mwo? Siapa yang mengatakan itu?
“Ya! Yuri! Aku memanggilmu!”
“Mwo? Kau Donghae? Tapi, kenapa kau memanggilku seperti itu?”
“Tiffany sudah mengatakan semuanya padaku...”
Aku melirik tajam Tiffany. Yang boleh memanggilku seperti itu hanya sahabatku, dan itu adalah PRIVASI. Aigooo!!!
“Hehe, dia memaksaku Yul.. Mian...”
“Ya! Kalau kau memanggilku seperti itu, kenapa kau semalam mengatakan kalau aku cantik?”
“Itu terserah padaku :p”
“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?” Leeteuk kelihatan bingung
“Obseoseo Leeteuk...” ucap kami bebarengan
Leeteuk kelihatan semakin bingung “Aissh, jinjja kalian ini! Ayolah kita masuk”
“Ne..” ucap kami lagi
“Hahh~ ini membuatku gila!!”. Dia langsung menuju kelasnya dengan mengacak rambutnya. Dasar anak itu...
Akhirnya hari ini berjalan dengan sangat baik. Malam harinya seperti kemarin, Donghae mengirim pesan untukku

From : Donghae
Good Night shikshin :D. Entah mengapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan itu...

To : Donghae
Hisshh! Sudahlah, jangan mengatakan itu lagi! Aku tidak ingin mendengar atau membacanya!

From : Donghae
Tapi, BTW kau menceritakan pada Tiffany kalau aku menyatakan perasaanku padamu?

To : Donghae
Ne. Wae? Apa kau keberatan? Bukankah dia sahabatku? Dia juga temanmu kan? Lalu kenapa?

From : Donghae
Itu memang benar, tapi aku malu tahu!

To : Donghae
Kalau begitu, jangan katakan padaku kalau kau menyukaiku! Aku itu, selalu curhat padanya, jadi apapun yang terjadi, aku akan menceritakannya pada Tiffany

From : Donghae
Begitu...

To : Donghae
Kenapa memangnya?

From : Donghae
Tidak apa-apa


Rasanya aku tidak ingin membalasnya. Tapi, kenapa setiap kali aku mendapat pesan dari Donghae, jantungku menjadi berdetak kencang seperti ini? Ya Tuhan, ada apa ini? Dan dihadapannya, kini aku menjadi salah tingkah. Tuhan, kembalikanlah sifatku yang dulu...

Selama seminggu, kami━Donghae dan aku━ menjalani hal semacam itu. Dan sepertinya aku, menyukainya? Mungkin seperti itu. Tapi, belakangan ini aku tidak pernah melihat Leeteuk lagi. Kemana perginya orang itu? Apa dia sakit?
“Tiff, belakangan ini aku tidak melihat Leeteuk. Kemana anak itu? Apa dia sakit?” tanyaku
“Mm? Apa kau tidak tahu? Dia kan sudah pindah ke Tokyo beberapa hari yang lalu” jawabnya
“Mwo? Pindah? Tokyo?”
“Ne, apa kau tidak tahu?”
Aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya
“Aigoo.. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Donghae? Masih baik?”
“Molla, belakangan ini dia tidak pernah mengirimkan pesan padaku lagi”
“Haa, kau menyukainya yaa??”
“Mwo? A-aniyaa!!”
“Sudahlah, katakan saja padaku..”
“Ani Tiff. Aku hanya bingung saja kenapa belakangan ini dia tidak menghubungiku..”
“Nado molla”
“Hah~ kau ini~” kali ini giliran aku yang menjitak kepalanya
“Aww!”
“Ayolah kita masuk”

Sudah 3 bulan Donghae tidak menghubungiku. Dan selama itu pula aku menyukainya. Ya, rasaku ini belum aku katakan pada Tiffany, sahabatku sendiri. Aku ingin tahu berita tentang Donghae, tapi apa mungkin aku harus menanyakannya pada Tiffany? Hah~ rasa gengsi menghampiriku. Tapi, sebaiknya aku memang harus mengatakannya pada Tiffany, biar bagaimanapun juga dia adalah sahabatku. Baiklah, aku akan mengatakannya besok pada Tiffany.

Keesokan harinya

“Tiff, ada yang ingin aku bicarakan denganmu...”
“Ne, ada apa Yul?”
“Emm, tapi kau janji tidak akan mengatakannya pada siapapun ya..”
“Ne! Yaksok!”
“Sepertinya kau kelihatan bersemangat sekali?”
“Sudahlah, itu tidak penting. Sekarang, lebih baik kau mengatakan apa yang ingin kau katakan padaku”
“Ahh, ne. Begini, sebenarnya... aku...”
“Ne?? Ahh, kau jangan membuatku membuang-buang waktu...” ucapnya gemas
“Eh eh. Sebenarnya, aku.. menyukai Donghae..” ucapku akhirnya
“Mwo? Jinjja? Sejak kapan? Sudah berapa lama?”
“Eh, sejak 1 minggu setelah dia menyatakan perasaannya padaku, kira-kira sekitar 3 bulan yang lalu...”
“Mwo? Haaaahh, kau telat Yul!”
“Mwo? Kenapa memang?”
“Dia, sudah punya pacar”
Aku terdiam sejenak
“Eh, apa aku menyakiti perasaanmu?” tanya Tiffany hati-hati
“Ani” ucapku lemah
“Tapi, apa benar kau menyukainya?”
“Sudahlah, itu mungkin sudah tidak penting lagi sekarang. Tapi, ngomong-ngomong siapa pacarnya itu?”
“Katanya dari fakultas hukum, namanya Hyorin”
“Bagaimana orangnya?”
“Mm, dia itu tingginya sejajar dengan Donghae, kulitnya putih, lumayan cantik, pintar menyanyi. Yaa gitu deh pokoknya...”
Aku menganggukan kepala menanggapinya
“Tenang, suatu saat kau pasti bisa mendapatkannya..”
“Hemm, gomawo Tiff”
“Ne..”

Belakangan ini aku jadi sering memperhatikan Donghae. Aku cukup mengenal Hyorin, pacar Donghae. Setiap jam break, Donghae selalu ke kelas Hyorin, mungkin untuk menjemput Hyorin ke kantin. Dan ternyata itu benar. Haahhh, kalau begini terus aku bisa gilaa!! Aku harus bisa melupakan orang itu! Tuhan, aku mohon. Bantulah aku!!!

Selama 1 bulan, aku masih belum bisa melupakannya. Setiap hari aku menanyakan berita tentang Donghae pada Tiffany, apakah aku semakin menyukainya? Entahlah, tapi targetku adalah MELUPAKANNYA.

Pada suatu hari di musim dingin, diadakan tes. Haahh, tes di musim dingin? Ini menyiksa namanya! Bukannya kami diberi libur malah tes. Tapi, berhubungan dengan orang itu━Donghae━, sepertinya aku sudah tidak menyukainya lagi. Dan aku putuskan untuk memberitahukannya pada Donghae.

“Tiff, ada kabar apa tentang orang itu?” tanyaku basa-basi
“Mm, aku dengar dia sudah putus dari Hyorin. Dan sepertinya dia sedang dekat lagi dengan yang lain. Apa kau berniat untuk mengejarnya lagi?”
“Ahh, ani. Justru aku sudah tidak menyukainya lagi. Cukup mengaguminya saja sudah cukup bagiku. Tapi..”
“Hajima?”
“Aku ingin, kau...”
“Na? Wae?”
“Aku ingin kau mengutarakan perasaanku pada Donghae”
“Mwo? Na? Kenapa tidak kau sendiri saja?”
“Kau tahu kan, aku ini orangnya pemalu...”
“Arra. Tapi, apa kau yakin ingin mengutarakannya? Wajahmu mengatakan kalu kau belum siap untuk ini Yul..”
“Jinjja? Whoahh, sepertinya kau bisa membaca ekspresi wajah orang sekarang. Ne, aku rasa aku sudah siap Tiff, dan ini adalah saatnya”
“Tapi, apa dengan aku mengutarakannya, tes-mu tidak terganggu?”
“Ani, aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan kuliahku Tiff”
“Kau ini, profesional sekali”
“Gomawo. Tapi, apa kau mau?”
“Jika itu yang kau inginkan, akan aku coba. Tapi jika kau benar bisa bersama Donghae, kau harus mengatakannya padaku”
“Itu tidak akan terjadi Tiff, karena aku sudah tidak menyukainya”
“Kalau kau tidak menyukainya, lalu kenapa kau selama ini menanyakan berita tentangnya?”
“Ahh, kau ini! Sudahlah, kau mau membantuku tidak?”
“Baiklah, aku akan membantumu”
“Gomawo Fany-sii”
“Ne, cheonma..”

Keesokan harinya sepulang kuliah

“Bagaimana Tiff? Sudah kau katakan?” tanyaku
“Ahh, ne. Aku lupa..”
“Hahh, kau ini! Yasudahlah. Tapi aku harap kau bisa secepatnya untuk mengatakannya pada Donghae”
“Ne, besok akan aku katakan”

Yuri pov end

Author pov

Keesokan harinya lagi

Setelah tes jam pertama
“Hae, sini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu..” seru Tiffany
“Ne, ada apa?” jawab yang dipanggil
“Kau masih ingat dengan Yuri? Seorang wanita yang waktu itu aku kenalkan denganmu?”
“Ahh, ne. Kenapa?”
“Kau bilang kau pernah menyukainya kan?”
“Ne..”
“Sekarang?”
“Ani”
“Haishh! Dia bilang, dia menyukaimu!”
“Siapa? Yuri? Padaku?”
“Ne..”
“Eh eh, main pergi aja! Dasar laki-laki tidak tahu perasaan!!” lanjut Tiffany

Di taman kampus

“Otteohkae? Apa kau sudah mengatakannya?” tanya Yuri
“Ne..”
“Bagaimana katanya?”
“Molla, dia malah main kabur saja”
“Jinjja? Bagaimana perasaanmu?”
“Kau tahu? Aku sangat menyesal sudah ngobrol dengannya!”
“Sudahlah Tiff. Oh iya, aku berterima kasih padamu karena kau sudah mengatakannya”
“Ne Yul, cheonma” kata Tiffany

Author pov end

Yuri pov

Satu minggu setelah Tiffany mengatakan perasaanku, tiba-tiba Donghae mengirim pesan untukku. Mwo? Donghae? Apa aku tidak salah? Donghae? Untuk apa?

From : Donghae
Hai, sudah lama ya rasanya. Bagaimana kabarmu?

To : Donghae
Ne, sudah lama sekali. Kabarku? Baik

From : Donghae
Tiffany bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?


Bingo! Ternyata benar firasatku ini. Otteohkae? Aku harus menjawab apa? Jujur saja saat ini aku sangat malu! Sungguh, aku sangat menyesal sudah mengatakannya pada Donghae. Umma, appa.. tolong aku!!!

==============TBC=============

Huwaaahhh, akhirnya jadi juga part 3-nya :D . Siapa yang nunggu? #readers : engga ada!!. Gapapa deh kalau engga ada yang nunggu, kalo ada? Ya saya sangat bersyukur :D. Terima kasih buat yang setia nungguin kelanjutan dari epep saya yang satu ini.. ada yang bosen sama FF yang satu ini? Tenang, aku akan membuat FF yang lain tapi bukan yang oneshoot, lagi engga ada ide :D. Iyaudah deh, yang penasaran, ditunggu aja ya.. yang engga? Harus penasaran! Kalo engga, jangan harap bias bisa mampir ke mimpi kalian malam ini. Oke?

Minggu, 01 Juli 2012

[PICT] Super Junior and SNSD with SPAO









Gimana chingu? Bagus-bagus ngga? Jujur deh ya, diantara foto-foto yang diatas, author paling suka yang bagian Donghae-Yoona , Kyuhyun-Yuri. Nan joahae ^o^

Kamis, 28 Juni 2012

[FF] I’m Worried About You... (Oneshoot)

Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : Cho Kyuhyun
          Seo Joo Hyun
Genre : Romance, Sad
Length : Oneshoot
============================♡========================
    Disaat kita akan bersatu, kenapa kau pergi terlebih dahulu? Pergi tanpa sepengetahuanku. Kau tahu? Aku justru akan lebih sakit jika seperti ini.
============================♡========================
    Seorang gadis kecil bernama Seo Joo Hyun atau yang akrab dipanggil Seohyun, dia bekerja di salah satu toko buku di daerah Busan. Dia memiliki seorang kakak laki-laki manis, lucu dan pintar memasak. Kakaknya itu bernama Ryeowook. Pada suatu hari, kakaknya itu memperkenalkan Seohyun dengan sahabatnya, Cho Kyuhyun. Dan disanalah kisah cinta terjadi...
“Kyuhyun-ssi, kau mau tidak aku kenalkan dengan adikku? Dia itu sangat cantik, manis, lucu, pintar, dan juga pintar memasak. Sama sepertiku tentunya... mau tidak?” tawar Ryeowook pada sahabatnya
“Hmm, apakah dia itu seperti tipeku hyung?” jawab Kyuhyun
“Mmm, mungkin seperti itu... Ayolah, mau ya??”
“Baiklah, kapan hyung akan memperkenalkan aku?”
“Bagaimana kalau hari ini?”
“Mwo? secepat itukah? Apakah tidak bisa besok hyung? Aku masih belum siap...” ujar Kyuhyun dengan muka memerah
“Haha. Ya! Mukamu itu seperti udang rebus tahu! Yasudah, besok. Aku akan memberitahukan adikku...”
“Ya! Jangan! Biar jadi kejutan saja...”
“Baiklah kalau itu memang maumu. Ayo kita pulang”
“Ne...”

Keesokan harinya

“Kau sudah siap Kyu?”
“Ne..” ujarnya mantap
“Baiklah, ayo!”
“Kemana?”
“Tempat dia bekerja. Wae?”
“Ahh, anio..”
“Yasudah, ayo!”

Sesampainya di toko buku tempat bekerja Seohyun, dari luar mereka berdua sedang memperhatikan Seohyun yang sedang asik bekerja. Neomu yeoppo... batin Kyu.
“Otteohkae? Kau mau masuk?” tanya Ryeowook
“Ne...” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari Seohyun
“Ya! Sadarlah!!” kata Ryeowook sambil menepuk punggung Kyuhyun
“Aww! Hyung, kau ini benar-benar!!”
“Mwo? ayolah, kita masuk!”
KRING!
“Annyeong, selamat datang di... Ahh, oppa? Sedang apa oppa disini? Apa oppa mau membeli buku? Bukankah buku-buku dirumah masih banyak? Atau oppa mau menghambur-hamburkan uang? Omo...” kata Seohyun panjang lebar
“Aishh, kau ini. Ani, aku kesini bukan mau membeli atau menghambur-hamburkan uang. Dasar pabo!” jawab Ryeowook
“Mwo? pabo? Jika aku pabo, aku tidak mungkin bekerja disini oppa..”
“Aishh, sudahlah. Hey, apa kau punya waktu? Aku mau berbicara denganmu..”
“Hmm, ada. Memangnya mau berbicara apa?”
“Sudahlah. Ayo!”
“Kita mau kemana?”
“Taman”
“Mwo? tapi waktu istirahatku tidak lama oppa..”
“Aku hanya membutuhkanmu sebentar saja.. apa itu masalah?”
“Ani. Yasudah oppa mau bicarakan apa denganku?”
“Ini, aku mau memperkenalkan kau dengan temanku”
“Ahh, an-an-annyeong. Cho-Cho, Cho Kyuhyun imnida..” ujar Kyuhyun terbata-bata
“Ne, annyeong. Seo Joo Hyun imnida.. senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi..”
“Mwo? Kyuhyun-ssi? Ya! Dia ini lebih tua darimu. Sopanlah sedikit!” tegas Ryeowook
“Gwenchana hyung. Diakan tidak tahu..” ucap Kyuhyun
“Baiklah, aku kembali dulu ya. Waktuku sudah habis. Bye oppa...”
“Ne... bekerjalah yang giat Seo!” ucap Ryeowook
“Otteohkae? Apa kau tertarik dengannya?” tanya Ryeowook
“Ne. Hyung, bantu aku untuk mendekatinya...”
“Tidak masalah. Kau datanglah setiap hari ke toko buku itu dan belilah buku-buku disana. Sambil membeli, kau juga bisa bercakap-cakap dengannya setiap hari. Dengan begitu, kau juga bisa berduaan dengan adikku setiap hari...”
“Hmm, tapi hyung, pada kenyataannya, aku tidak suka membaca... hehe. Jadi ya percuma saja aku membeli tapi tidak dibaca”
“Ya! Kau ini! Mau dekat dengan adikku tidak?”
“Baiklah. Besok aku akan kembali”

Malam harinya di rumah Kyuhyun

“Kyu, apa penyakitmu itu sudah semakin parah? Umma dengar belakangan ini kau tidak kontrol ke dokter. Apa kau tidak apa-apa?” tanya umma Kyuhyun
“Nan gwenchana umma. Akhir-akhir ini aku tidak kontrol itu juga karena aku memang tidak merasakan apa-apa pada tubuhku. Jadi, umma jangan terlalu khawatir...”
“Tapi, kenapa mukamu kelihatan pucat kyu? Kau benar baik-baik saja?” tanya appa Kyuhyun
“Jinjja? Ah, mungkin karena aku kelelahan appa. Sudahlah appa, umma, jangan terlalu dipikirkan. Aku masuk dulu ya...”

Keesokan harinya

Kyuhyun mendatangi toko buku tempat Seohyun bekerja. KRING!
“Annyeong haseyo, ada yang bisa... Ah, Kyuhyun oppa? Sedang apa oppa disini? Ingin membeli buku?” sapa ramah Seohyun
“Tentu saja, aku kan datang ke toko buku bukan ke toko baju... Oh iya, bisakah kau membantuku mencari sebuah buku? Aku mencarinya ke toko buku manapun tidak ada, mungkin disini ada?” tanya Kyuhyun sambil celingukan
“Mm, memangnya oppa mencari buku apa? Ayo sini aku bantu..”
“Aku mencari buku karya Park Hyo Ri, judulnya...” ucap Kyuhyun sembari berfikir “Because of You” lanjutnya
“Ah, bukankah itu buku yang sedang terkenal sekarang? Ne, memang hanya di jual di toko buku ini oppa. Sini aku antarkan”
“Ini, ini yang oppa cari kan?”
“Ne, ahh gomawo Seo-ah.. aku akan membelinya”
“Baiklah, mari ke kasir”
                               -------
“Gomawo Seo-ah sudah membantuku... Kalau tidak ada kau, aku mungkin tidak akan menemukan buku ini” ujar Kyuhyun
“Ne, cheonma. Datang lagi ya oppa...” ucap Seohyun sambil melambaikan tanganketika Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan Ryeowook
“Bagaimana? Apa kau sudah mendatanginya lagi?” tanyanya
“Ne. Aku bahkan membeli buku ini” ujarnya sambil memperlihatkan buku yang dibelinya
“Ne ne. Tapi, kenapa wajahmu pucat begitu? Apa kau sakit? Atau, penyakitmu itu kambuh lagi?”
“Anio hyung, kalau penyakitku itu kambuh lagi, mungkin aku sudah mati sekarang. Sudahlah aku pulang ya...” tapi tiba-tiba. BRUK!. Kyuhyun jatuh pingsan. Dengan segera Ryeowook membawa Kyuhyun ke rumah sakit

Di rumah sakit

“Maaf pak, bu. Penyakit anak anda kini sudah semakin parah. Kenapa belakangan ini dia tidak kontrol? Bapak dan ibu tahu kan penyakit anak kalian bagaimana? Itu membuat penyakitnya semakin parah. Menurut hasil pemeriksaan kami, umur anak anda hanya sekitar 7 bulan lagi” ujar sang dokter
“Mwo? tu-tujuh bulan lagi? Hah, dokter pasti bercanda. Anak saya itu sangat kuat, dokter tidak bisa mendiagnosa anak saya seperti itu. Anak saya punya masa depan, dok!” tegas appa Kyuhyun
“Tapi, itulah kenyataan yang sebenarnya pak”
“Hiks hiks. Anakku....”
“Appa, tenanglah.. Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik” ucap umma Kyuhyun
Ryeowook yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka sangat terkejut. Hingga akhirnya dia menangis
“Mwo? 7 bulan lagi? Kyu, kau harus kuat. Kau bilang kau mencintai adikku, kau harus membuatnya bahagia Kyu. Kyu, kau harus kuat!!!” ucapnya
Akhirnya Kyuhyun diperbolehkan untuk pulang. Demi kebaikan anaknya, orang tua Kyuhyun memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun. Kyuhyun merespon
“Sudah kuduga. Appa, umma, aku akan menggunakan sisa hidupku untuk orang yang aku cintai. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku yang tersisa ini”
“Jika itu yang terbaik untukmu, lakukanlah nak. Appa akan mendukungmu” jawab sang appa
“Kamsahamnida appa, umma”

Keesokan harinya

Kyuhyun kembali ke toko buku itu, namun sebelumnya dia bertemu dengan Ryeowook
“Kyu, apa kau sudah tahu?” tanyanya
“Ne hyung. Hyung, aku harap kau bisa merahasiakannya dari Seohyun. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk dia hyung. Aku janji, aku akan membahagiakannya...”
“Aku percaya kyu. Dan akan selalu percaya padamu. Masuklah...”
“Gomawo hyung”

    Akhirnya setiap hari Kyuhyun mendatangi toko buku itu hanya untuk membeli buku-buku yang baginya sama sekali tidak penting, tapi juga ia gunakan itu untuk berbicara dengan Seohyun. Semakin hari buku yang dibeli Kyuhyun di toko buku itu sudah semakin banyak. Kyuhyun bingung akan diapakan buku sebanyak itu. Akhirnya setelah mendapat saran dari orang tuanya, dia pun membuka perpustakaan kecil-kecilan di daerah sekitar rumahnya. Dan dia menamakan perpustakaan itu dengan nama ‘SK Library’, singkatan dari Seohyun-Kyuhyun. Buku-buku yang dibeli Kyuhyun, semua masih baru, sama sekali belum dibaca. Hanya satu buku yang di bacanya, yaitu buku yang pertama kali ia beli di sana, ‘Because of You’. Itupun hanya beberapa lembar saja yang ia baca.

    Di dalam perpusataan itu, Kyuhyun menulis beberapa surat tentang perasaannya kepada Seohyun. Ia tidak mau memberitahukan perasannya itu, karena ia takut akan menyakitinya. Ia takut jika nanti ia akan meninggalkan Seohyun sendirian. Dan ia menyimpan semua surat itu pada sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dia menyimpan kotak itu di sudut ruangan.Dia juga menceritakan seorang Seohyun kepada orang tuanya

    Ternyata tanpa sepengatahuan Kyuhyun, Seohyun juga mencintai seorang Cho Kyuhyun. Dia tidak ingin memberitahukannya. Karena jika ia memberitahukannya, bukan tidak mungkin jika Kyuhyun tidak mencintainya
“Oppa, sepertinya aku mencintai Kyuhyun oppa...” ucap Seohyun malu-malu
“Jinjja? Wahh, sepertinya adikku mulai jatuh cinta lagi. Lalu, kenapa kau tidak memberitahukannya pada Kyuhyun?”
“Aku takut jika Kyuhyun oppa tidak mencintaiku juga”
“Kenapa kau tidak mencobanya dulu? Mungkin saja dia mencitaimu juga..”
“Tidak mungkin. Kalau dia mencintaiku, seharusnya dia sudah memberitahuku sedari dulu”. Ryeowook terdiam
“Oppa. Gwenchana?”
“Ah, ne”
“Kenapa oppa diam? Oppa melamun?”
“Ahh, aniya.. sudahlah, lebih baik kau tidur, ini sudah malam”
“Ne.” Ucap seohyun dengan malas

    3 bulan berlalu. Seohyun dan Kyuhyun menjadi sangat dekat. Tapi, perhitungan dokter salah. Bukan 7 bulan, tapi dalam waktu 3 bulan saja, kondisi Kyuhyun menjadi sangat kritis. Itu membuat orang tua Kyuhyun menjadi sangat sedih. Tapi, Kyuhyun tetap tidak mau mengatakannya pada Seohyun, wanita yang sangat dicintainya. Suatu hari, Kyuhyun tiba-tiba sekarat
“Umma, tolong titipkan surat ini untuk Seohyun” ujarnya lirih
“Ini apa Kyu?” tanya umma Kyuhyun
“Ini adalah surat tentang perasaanku pada Seohyun. Umma, letakkanlah surat ini di pojok ruangan perpustakaanku, di kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan jika nanti Seohyun mencariku dan datang ke rumah, umma tolong beritahu dia untuk datang ke perpustakaanku dan suruh dia membaca semua surat yang ada di kotak itu, terutama surat yang ini”
“Tapi Kyu, kenapa tidak kau katakan saja semua ini pada Seohyun?” tanya umma Kyuhyun
"Umma, biarkan waktu yang menjawab semuanya" Kyuhyun mulai lemas
"Tapi Kyu, bagaimanapun juga Seohyun harus tahu yang sebenarnya..."
"Umma, jebal.."
"Kyu..." belum selesai umma Kyuhyun berbicara, bunyi panjang terdengar dari monitor pendeteksi jantung. Suasana hening seketika. Isak tangis pun mengisi seisi ruangan itu. Kyuhyun, telah tiada.

    3 bulan setelah kepergian Kyuhyun, Seohyun menjadi sangat khawatir. Dia bingung, kenapa Kyuhyun sekarang tidak pernah menghubunginya, kenapa Kyuhyun tidak pernah mengunjunginya lagi. Semua itu masih menjadi pertanyaan besar baginya. Pada suatu hari, Seohyun mengunjungi rumah Kyuhyun dengan membawa sebuket bunga ditangannya. Seohyun mengetahui rumah Kyuhyun, tentu saja dari kakaknya. Sesampainya di rumah Kyuhyun, Seohyun bingung. Kenapa rumahnya sepi? Dan kenapa ada bendera berwarna putih di depan rumah itu? Apakah orang tua Kyuhyun meninggal? Atau, seseorang yang tinggal di rumah Kyuhyun yang meninggal? Itulah pikiran Seohyun. Seohyun akhirnya masuk
“Annyeong haseyo ahjumma. Saya datang ke sini untuk bertemu dengan Kyuhyun, apa Kyuhyun ada ahjumma?” tanyanya pada umma Kyuhyun
“Mwo? Kyuhyun? Apa kau tidak di beritahu oleh teman-teman Kyuhyun?”
“Mwo? Beritahu? Memang ada apa ahjumma?”
“Kyuhyun, Kyuhyun sudah meninggal...” ucapnya lirih
“M-mwo? Meninggal? Ahjumma, ahjumma jangan bercanda. Ini benar rumah Kyuhyun kan?”
“Ani, ahjumma serius. Ngomong-ngomong, kau siapa ya nak?”
“Aku, aku. Aku Seohyun ahjumma. Teman Kyuhyun”
“M-mwo? Seohyun?”
“Ne ahjumma. Anda mengenal saya?”
“Ne, Kyuhyun sering menceritakan tentangmu padaku. Tapi, dia tidak mau memberitahu bagaimana rupamu”
“Tapi, kenapa Kyuhyun oppa tidak memberitahuku ahjumma? Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”
“Ahjumma tidak bisa menceritakannya sekarang, Seohyun. Oh iya, sebelum meninggal, Kyuhyun menitip ahjumma, jika kau mendatangi rumah kami kau di suruh untuk mengunjungi perpustakaan kecilnya yang berada di daerah sini, namanya ‘SK Library’. Itu singkatan dari ‘Seohyun-Kyuhyun’”
“Mwo? kenapa memberinya nama seperti itu?”
“Dia bilang, dia mencintaimu. Makanya dia memberi nama itu. Sekarang, kau pergilah ke sana dan carilah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan juga, bacalah surat yang ada di dalamnya. Terutama surat yang berwarna merah muda”
“Kamsahamnida ahjumma”
Seohyun langsung menuju tempat yang dituju. Sesampainya disana, dia langsung mencari kotak yang dimaksud. Dan dia pun menemukannya di pojok ruangan itu. Dia langsung membuka kotak itu dan membaca semua isi surat yang ada di dalamnya. Tanpa sadar, cairan bening turun perlahan membasahi wajahnya. Seohyun menangis. Dia mengambil surat yang berwarna merah muda itu dan di bacalah surat itu

    Dear Seohyun
Seo, kau mungkin akan kaget jika kau menemukan surat ini. Ya, karena ketika kau menemukannya, itu berarti aku telah tiada. Aku pergi Seo, dan itu tanpa sepengetahuanmu. Jika kau bertanya kenapa aku pergi, aku akan menjawabnya. Aku, terkena kanker otak stadium akhir. Menurut dokter umurku tinggal 7 bulan lagi, tapi dalam waktu 3 bulan saja diriku sudah sangat lemas. Hah, betapa lemahnya diriku ini.
Seo, sebenarnya aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tapi, aku tidak ingin memberitahukannya padamu. Karena apa? Karena aku takut kau akan sedih, aku takut kau akan merasa terhianati karena kepergianku, dan juga aku takut jika kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Aku takut kau tidak akan membalas cintaku. Aku takut semua tentangmu. Tapi, aku lega karena aku sudah menulis semuanya pada semua surat yang ada di kotak itu. Kau tahu? Nan neomu neomu neomu saranghae. Bagaimana denganmu? Apa kau juga memiliki perasaan yang sama? Aku harap begitu, Seo.
Seo, berbahagialah. Aku akan senang jika kau juga senang. Mian jika aku pergi tanpa memberitahumu. Aku tidak memberitahumu karena aku takut kau akan terlalu memperhatikan aku dan tidak memperhatikan dirimu sendiri.
Seo, carilah seseorang yang lebih baik dari diriku. Aku yakin kau akan mendapatkannya karena kau adalah gadis yang baik. Carilah seseorang yang dapat menerimamu apa adanya. Karena yang aku inginkan adalah, kebahagiaan untuk seseorang yang sangat aku cintai. Dan orang itu adalah kau, Seo Joo Hyun. Aku sangat mencintaimu.
                                    Love
                                    Cho Kyuhyun

Lagi-lagi air mata Seohyun turun. Dia menangis semakin keras. Aku juga sangat mencintaimu, oppa... Batinnya.
“Oppa, aku janji. Aku akan bahagia jika itu memang yang kau inginkan dan jika itu akan membuatmu bahagia, aku akan lakukan seperti apa yang kau katakan. Oppa, berbahagialah kau di sana. Aku akan selalu mendo’akanmu...” ucapnya lirih. Senyuman tipis mengembang di bibir manisnya
                        -END-
    Akhirnya ff ini keluar juga. Sebelumnya gomawo buat Molly, udah ngebolehin aku gantiin posisinya untuk ngalnutin ff ini :D. Oh iya, aku bikin ff ini dalam rangka ulang tahun Seohyun unnie yang ke-21. Saengil chukkae unnie ^-^. Buat yang nunggu kelanjutan dari ff First Meet, sabar ya chingu.. aku lagi males buatnya :D, lagi kepengen banget buat ff yang oneshoot. Jadi, sabar ya chingu... Sekali lagi gomawo yang udah mau baca ff saya ini. Mian kalo gaje, aneh, dll. Jangan lupa RCL :)

Kamis, 21 Juni 2012

[FF] Saranghaeyo Oppa... (OneShoot)

Halo.. Author gaje dateng lagi nihh.. :D . Kali ini bawa ff lagi dongg #readers : bosen woyy!!, author : biarin, ini blog punya sapa? Aku kan? Yaudah, terserah gua dong :p, readers : -_- author sarap. Okedeh, daripada banyak cincong, mending ini author langsung kasih ffnya. Cekidot!!
Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : -    Im YoonA
-    Choi Siwon
-    Yesung as kakak YoonA
Genre : Romantic, Sad
Length : Oneshoot
===================================♥====================================
Tuhan, aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Tolong, izinkan aku untuk memilikinya lebih lama lagi...
===================================♥====================================
     Hari ini salju turun sejak pagi. Orang-orang menjalankan aktifitas seperti biasa dengan menggunakan mantel tebal dan juga payung. Disamping itu di dalam sebuah apartemen, tepatnya pada suatu kamar, terdapat seorang gadis yang sedang berlutut di atas ranjangnya. Sejak belakangan ini dia tidak ingin melakukan apa-apa kecuali menyesali, menangisi dan memegangi sebuah foto yang sangat berarti bagi dirinya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa bulan yang lalu. Di saat dia kehilangan semuanya. Kehilangan kebahagiaan, semangat, dan separuh hidupnya.

“Oppa, aku bahagia sekali. Sebentar lagi kita akan segera bertunangan. Dan itu artinya, oppa hanya milikku seorang..” ucap gadis itu
“Ne. Dan kau hanya milikku seorang. 2 minggu lagi menuju hari itu chagi. Kapan kita akan melakukan semua persiapannya?” jawab sang kekasih
“Bukankah itu semua akan diurus oleh orang tua kita oppa?”
“Kau ini. Kita ini sudah besar. Ini juga akan menjadi menarik apabila kita sendiri yang akan mempersiapkannya. Kita yang bekerja, kita juga yang akan menikmati hasilnya..” ucap sang kekasih sambil tersenyum
“Hmm, kau benar juga oppa. Baiklah, bagaimana kalau mulai besok kita mempersiapkannya?”
“Mwo? Besok? Oppa ada jadwal chagi.. Bagaimana kalau lusa?”
“Hmm, baiklah. Lusa, ya?”
“Ne, oppa janji. Ayo kita pulang” rangkul sang kekasih


    Saat yang ditunggu tiba. Lusanya setelah hari itu mereka berdua berjalan-jalan menyusuri kota Seoul untuk mendapatkan ide untuk tema pesta pertunangan mereka. Hingga akhirnya mereka tiba pada suatu toko dekorasi
“Annyeonghaseo tuan. Ada yang bisa saya bantu?” sapa ramah pelayan toko itu
“Ne, annyeong. Kami ingin memilih tema untuk pesta pertunangan kami. Apa disini ada yang bagus?” jawab gadis itu
“Ah, rupanya pesta pertunangan. Mari ikut saya. Kami mempunyai banyak tema bagus untuk pesta pertunangan untuk kalian. Mari silahkan..”
Mereka bertiga menuju suatu ruangan yang terdapat banyak sekali backround, sangat indah.
“Oppa, bagaimana kalau ini?” tanya gadis itu. Sebuah backround yang dipilih dengan dekorasi sangat mewah. Dimana-mana terdapat bunga berwarna merah. Dengan panggung yang sangat megah. Namun, sang kekasih menjawab “Ani chagi, itu terlalu norak. Mm, bagaimana kalau yang ini?” sembari menunjuk backround dengan dekorasi simple. Berwarna putih bersih, kursi-kursi para tamu undangan berwarna putih dengan panggung yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Benar, sederhana.
“Oppa, bukankah itu terlalu simple?”
“Kau benar chagi. Permisi, apakah tidak ada yang lain selain yang disini?” tanya sang kekasih pada pelayan itu
“Tentu. Kami masih memiliki satu tema yang sangat bagus. Belum pernah dipilih oleh siapapun. Dan kami spesial memberikannya pada kalian. Mari ikut saya” jawab sang pelayan. Lalu, mereka di bawa ke dalam suatu ruangan. Ruangan yang sangat megah dengan backround tema pesta pertunangan berwarna putih dengan sedikit balutan warna biru soft. Benar, warna kesukaan mereka. Disana terpampang sebuah pesta yang sederhana. Dengan panggung yang yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Dengan warna backround biru soft dengan sedikit warna putih di sekitarnya. Di atas bagian depan panggung tersebut terdapat hiasan nama pasangan yang berbahagia hari itu. Di samping panggung tersebut terdapat bunga mawar merah dengan hiasan berwarna biru. Juga untuk kursi para tamu undangan, berwarna biru soft. Dan juga tempatnya yang terletak di samping danau yang paling indah di Korea Selatan. YoonA dan Siwon terpana melihatnya
“Oppa, indah sekali..” ucap YoonA kagum
“Ne chagi, apa kita akan memilih ini?” jawab Siwon
“Why not? Ini sangat indah..” ucap YoonA tanpa mengalihkan pandangannya dari foto backround tersebut
“Baiklah, kami pilih yang ini” ucap Siwon akhirnya pada sang pelayan
“Arraseo. Silahkan kalian mengisi formulir di kasir depan” ujar pelayan santun
“Ne, kamsahamnida agassi”
Setelah mereka mengisi formulir tersebut, mereka keluar dari toko tersebut. Sebelum itu, sang pelayan menghampiri mereka
“Mian, agassi. Topimu tertinggal di dalam” ucap sang pelayan sembari mengembalikan topi itu
“Ah, ne. Kamsahamnida agassi. Mian merepotkanmu..” jawab YoonA
“Gwenchana. Kalian sangat cocok agassi. Dan tema yang kalian pilih juga sangat cocok. Kalian tidak salah pilih”
“Jinjja? Ahh, kamsahamnida agassi. Aku harap nanti akan berjalan dengan lancar. Mohon do’anya..” kata YoonA
“Ne, geurom agassi. Hati-hati di jalan..”
“Ne, annyeong..” ucap YoonA sembari melambaikan tangan
“Kau ini. Bisa-bisanya kau seceroboh itu” kata Siwon
“Namanya juga manusia oppa. Biarpun begitu, aku juga kekasih oppa-kan?” ujar YoonA sambil tertawa. “Oppa, aku lapar. Bagaimana kalau kita makan dulu?” lanjutnya
“Jinjja? Aku juga lapar. Baiklah, ayo kita makan dulu”. Dan merekapun mendatangi sebuah café. ketika mereka telah selesai makan..
“Yoon, bagaimana kalau kostumnya kau saja yang merancangnya? Bukankah itu akan lebih spesial lagi?” usul Siwon
“Kau benar oppa. Tapi, apakah bisa dalam waktu 2 minggu ini akan selesai?”
“Percayalah, kalau kau rajin, pasti akan selesai. Arra?”
“Ne oppa. Aku akan berusaha. Baiklah, dekorasi sudah, kostum sudah. Sekarang yang kita butuhkan adalah cincin. Ummaku punya kenalan yang mempunyai toko perhiasan. Kita kesana?”
“Baiklah. Kajja!”.
Mereka pun menuju toko perhiasan yang dimaksud. Sesampainya disana, mereka disambut hangat oleh pelayannya
“Annyeonghaseo, selamat datang di toko kami. Ahh, YoonA agassi? Kenapa tidak memberi tahu kami dulu kalau anda mau kesini? Kalau anda memberitaku kami, kami akan mempersiapkan yang spesial untuk anda. Ah, apakah ini kekasih anda? Sangat cocok dengan anda agassi..” ucap pelayan itu panjang lebar
“Kamsahamnida agassi. Kami akan segera melakukan pesta pertunangan. Ini, aku bagikan undangannya. Bagikan juga pada yang lainnya ya. Jangan lupa untuk datang..” jawab YoonA
“Georom agassi. Kami pasti akan datang. Mari saya antar kalian”. Dan mereka pun diantar ke sebuah ruangan yang sangat mewah. Disana terdapat bermacam-macam perhiasan. Setelah lama mereka melihat-lihat, mata YoonA tertuju pada suatu benda yang mengkilap. Sebuah cincin berwarna perak dengan berlian kecil berwarna biru diatasnya
“Agassi, tolong ambilkan yang itu” tunjuknya pada benda yang dimaksud. Dan pelayan itu mengambilkannya
“Oppa, coba lihat. Manis sekali”
“Ne chagi. Kau suka?”
“Aku suka oppa. Sangat suka. Oppa?”
“Aku juga sangat menyukainya. Sangat manis, kecil dan juga indah. Kau mau mengambil yang ini?”
“Ne oppa. Boleh?”
“Kenapa tidak chagi?”
“Geurae. Kami pilih ini agassi..” ucap YoonA pada pelayan itu
“Pilihan yang tepat agassi. Itu sangat cocok dengan kalian. Baiklah aku akan membungkusnya untuk kalian” jawab pelayan itu.
“Ini cincinnya agassi” ujar sang pelayan sembari memberikan bungkusan kecil itu pada YoonA
“Biar aku yang membayar Yoon..” kata Siwon
“Apa tidak apa-apa oppa? Dari tadi hanya oppa yang mengeluarkan uang”’
“Gwenchana. Lagi pula inikan untuk hari bahagia kita.. Ini uangnya agassi” kata Siwon sambil memberikan uangnya
“Ne. Kamsahamnida. Datang lagi ya..” ucap pelayan itu
“Akhirnya kita dapatkan benda manis ini oppa. Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan? Semuanya sudah kan?” tanya YoonA
“Memang sudah. Bagaimana kalau kita pulang? Hari sudah mulai sore. Dan kau juga harus membuat pakaian untuk kita bukan? Ayo, aku antar kau..”
“Ne oppa”

Saat 1 minggu menuju hari itu, pakaian yang dibuat oleh YoonA telah selesai. Dan YoonA meminta Siwon datang ke rumahnya untuk mencoba pakaiannya. Ting tong. Bel rumah berbunyi, YoonA membukakan pintunya
“Oppa, ayo masuk. Aku akan menunjukannya pada oppa. Oppa tahu? Itu sangat indah” ujar YoonA
“Aku sudah tak sabar ingin melihat bagaimana hasil kerja kerasmu selama ini” ucap Siwon. Merekapun menuju ruangan khusus untuk pakaian. Disana sudah terpampang pakaian yang sangat indah. Pertama, Siwon disuruh YoonA untuk mencoba pakaiannya. Siwon mengambil pakaiannya dan segera menuju kamar ganti. Ketika keluar, Siwon terlihat semakin tampan dengan jas hitam dan kemeja putih ditambah dengan ikat leher berwarna hitam dan celana yang senada.
“Whoahh, oppa kau tampan sekali.. Kau sangat cocok” ucap YoonA sambil merapikan pakaian Siwon
“Sekarang giliranmu. Ayo..” kata Siwon sambil mendorong YoonA untuk masuk ke kamar ganti. Setelah beberapa saat, YoonA pun keluar dengan gaun hitamnya. Rambutnya juga dihias sedemikian rupa agar menarik, dan juga gelang yang terbuat dari batu-batu hias yang menarik juga menambah cantik penampilan YoonA   
“Otteohkae oppa? Apa aku pantas?”
“Pakaian apapun akan pantas jika kau yang memakai Yoon. Kau sangat menarik. Aku tidak salah memilihmu untuk kujadikan kekasih” ucap Siwon sembari mendekati YoonA
“Oppa, lebih baik kau lepaskan bajumu itu. Bukankah itu akan digunakan seminggu lagi? Jangan membuatnya kusut ataupun rusak oppa..”
“Bolehkah aku membawanya pulang?”
“Geurom, itukan milik oppa. Bawa saja.. Oppa mau minum apa?”
“Ani, tidak usah Yoon, aku langsung pulang saja. Aku masih ada kerjaan dirumah”
“Baiklah. Hati-hati oppa..”
“Ne..”
        Siwon pulang dengan tersenyum senang. Namun, senyum itu tidak berlangsung lama. Ketika dia sedang berusaha menyalip sebuah truk di depannya, tanpa disadarinya ada mobil lain yang berlawan arah di depannya. Dan... JEEDEERRR tabrakan pun tak terelakkan. Tubuh Siwon terpental 1km dari tempat kejadian itu. Darah mengucur di sekujur tubuhnya. Pakaian yang hendak ia kenakan saat pertunangan nanti, ikut terbanjiri darah. Tak lama setelah itu, terdengar sebuah ledakan yang berasal dari mobilnya. Terjadilah kebakaran. Siwon yang masih setengah sadar mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya. Dengan tenaga yang masih tersisa, dia berusaha menghubungi YoonA untuk memberitahukan keadaannya. Namun, ketika telefon sudah tersambung, ia merasa matanya semakin samar-samar dan akhirnya menutup matanya ketika petugas Rumah Sakit sudah tiba.
        Polisi yang menemukan telefon Siwon pun berusaha menghubungi siapa saja yang ada hubungannya dengan Siwon. ketika itu pula telefonnya masih terhubung dengan YoonA
“Permisi agassi, ini dari kepolosian lalu lintas. Apakah anda keluarga dari saudara Choi Siwon?” ucap polisi itu
“Ne, saya keluarganya. Ada apa ya pak?” tanya YoonA di seberang sana
“Saudara Choi Siwon telah mengalami kecelakaan parah. Sekarang dia sedang dibawa ke Seoul Hospital, halo? Halo?”
        YoonA yang menerima berita itu kaget dan menjatuhkan telefonnya. Dia menangis. Menangis sekencang-kencangnya. Setelah itu, dia langsung menuju Seoul Hospital. Dengan cepat ia menuju kesana. Dalam perjalanan, dia terus berdo’a untuk Siwon. ketika sampai, dia langsung menuju UGD. Tak sedikit orang yang ditabraknya sehingga menimbulkan teriakan disana. Tapi, YoonA tidak peduli. Yang dia pedulikan hanya Siwon, kekasihnya.
        Lama dia menunggu di depan UGD itu. 1 jam, 2 jam, 3 jam hingga 4 jam dokter baru keluar.
“Dok, bagaimana keadannya? Apa dia baik-baik saja?” tanyanya langsung
“Maaf, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya. Namun, kita hanya bisa menunggu takdir. Apakah dia masih mempunyai waktu untuk hidup, ataukah dia harus berhenti sampai disini. Saat ini keadaannya sangat kritis. Saya harap, anda dapat bersabar. Saya permisi” ucap dokter itu
Menangis. Sekali lagi YoonA menangis. Kali ini sangat kencang. “Seharusnya aku tidak menyuruhnya datang hari ini. Kalau aku tidak menyuruhnya datang, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini.. opppaaaaa....” teriaknya “Mianhae” lanjutnya dengan lemas. Tanpa sadar dia jatuh pingsan.
        Ketika YoonA bangun, dia merasakan pusing yang teramat. Dia bingung sedang berada di mana. Tapi, YoonA langsung teringat dengan kekasihnya yang sedang kritis. Langsung saja dia berlari menuju UGD dan masuk kesana. Disana, terdengar jelas alat pendeteksi jantung yang berdetak. Lemah, sangat lemah bunyinya. YoonA menghampiri Siwon yang terbaring lemah di ranjang. Dan sekali lagi, dia menangis. Dia memegangi tangan Siwon, sembari berdo’a. Beberapa menit kemudian, Siwon sadar. Dan YoonA sangat senang. Dia pun memeluk Siwon.
“Oppa, mianhae. Ini semua karena aku. Kalau saja hari ini aku tidak menyuruhmu untuk datang ke rumahku, pasti semua ini tidak akan terjadi. Mian oppa. Jeongmal mianhae..” ucap YoonA lagi, dan menangis
“Ani, Yoon. Ini semua bukan salah siapa-siapa. Ini sudah menjadi takdirku. Yoon, bisakah aku meminta sesuatu darimu?” ucap Siwon lemah
“Ne. Apa oppa?”
“Aku ingin, kau hidup bahagia. Walau bukan denganku, aku ingin kau hidup bahagia. Kerjakanlah pekerjaanmu dengan baik. Bisakah kau melakukannya untukku Yoon?”
“Ani oppa. Aku tidak bisa bahagia kalau tidak denganmu. Hanya kau yang bisa membahagiakan aku..”
“Aku mohon Yoon..” ucap siwon semakin lemah sambil tersenyum tipis. Tak lama setelah itu, pegangan tangan Siwon melemah. Bunyi panjang terdengar dari alat pendeteksi jantung
“Oppa.. oppa. Oppaaaaaa” YoonA berteriak seakan tidak ingin kehilangan orang yang sangat dicintainya
        Dokterpun masuk dan memeriksa keadaan Siwon. Yoona yang masih syok berusaha ditenangkan oleh suster. “Maafkan kami. Siwon, sudah tiada” ucap dokter itu
“Ani, itu tidak mungkin. Oppaku itu sangat kuat. Dia akan bertahan. Kalian jangan salah mendiagnosis orang!!” bentak YoonA
“Tapi pada kenyataannya, Siwon telah tiada agassi. Lebih baik kau merelakannya” ucap dokter itu sambil berjalan pergi. YoonA jatuh, menangis lagi. “Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi disaat kami akan berbahagia? Akan lebih baik kalau kau mengambil nyawaku juga ya Tuhan!!” isaknya


        Seseorang memasuki kamar YoonA. “Yoon, sampai kapan kau akan begini terus? Kau akan sakit kalau begini terus. Dan Siwon, dia juga akan tersiksa kalau melihatmu seperti itu.. Lebih baik sekarang kau bangkit, dan lanjutkan kehidupanmu yang tertunda itu..” ujar Yesung
“Tapi oppa, apa yang dapat aku lakukan jika tidak ada Siwon oppa disini?” tanya YoonA lirih
“Kau bisa melakukan apapun Yoon. Percayalah..” Yesung menepuk pundak YoonA
“Kau benar oppa. Aku harus bangkit. Aku harus membuat Siwon oppa bangga padaku”
“Nah, itu baru adikku..”

3 tahun kemudian...

“Ahh, aku lelah sekali..” ucap YoonA sambil meregangkan tangannya
“Ini, kau minum dulu. Apa pekerjaanmu sangat banyak hari ini?” ucap Yesung sembari menyodorkan minuman
“Bukan hanya hari ini oppa. Tapi beberapa bulan ini. Aku sampai tidak punya waktu untuk beristirahat”
“Namanya juga tuntutan pekerjaan. Kau harus semangat Yoon.. Yoon, apa kau tidak mengunjungi makam Siwon? Bukankah hari ini tahun ke-3 dia pergi?” ucap Yesung lirih. Ia takut akan menyakiti hati adiknya
“Ahh, kau benar oppa. Aku sampai lupa kalau hari ini adalah hari kematian Siwon oppa. Gomawo oppa. Aku pergi dulu..”
“Hati-hati Yoon..”
                ==♥==
R.I.P Choi Siwon
“Oppa, apa kabarmu disana? Hari ini tepat tahun ke-3 kau meninggalkan aku sendiri. Apa kau bahagia oppa? Kau lihatkan? Aku telah melakukan keinginan terakhirmu itu dengan baik. Apa kau bahagia? Kau benar oppa. Aku harus bahagia agar kau juga bahagia. Tapi, kenapa kau pergi begitu cepat? Kita bahkan meninggalkan pertunangan kita. Oppa, aku merindukanmu. Aku merindukan senyummu, tawamu, dan suaramu..” tanpa sadar YoonA terisak “Oppa, ini aku berikan kau bunga. Ku harap oppa bisa bahagia di sana. Dan aku harap, aku bisa bertemu denganmu lagi di surga..” bunga-bunga di pemakaman itu berguguran seraya mengerti bagaimana perasaan YoonA saat ini. Indah, suasana yang sangat indah. YoonA pun pulang dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

    Oppa, saranghaeyo.. Aku mencintaimu, dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun. Meskipun engkau telah tiada, tapi kenangan kita berdua tidak akan pernah aku lupakan. Semuanya, tanpa terkecuali. Oppa, kenapa kau  begitu cepat pergi? Kenapa aku tidak dengan cepat menyusulmu kesana? Oppa, kau tahu? Aku sangat tersiksa jika kau tidak ada disini. Kau tahu? Aku hampir saja bunuh diri jika saja Yesung oppa tidak menyadarkanku. Kau senang, atau sedih jika aku melakukan hal bodoh itu oppa? Senang karena aku akan menjemputmu, atau sedih karena aku harus meninggalkan orang-orang yang masih mencintaiku di dunia ini? Oppa, aku harap kau membaca surat dariku ini. Jika kau membacanya, aku harap kau juga akan membalasnya suatu saat nanti. ━Im YoonA━

===================================♥====================================

Horeee akhirnya selese juga ff oneshoot pertamaku ini, fiuh..#nyeka keringet. Buat yang bingung bacanya, ini keterangannya..
-    Ini ff aku ambil dari sudut pandang author pov ya..
-    Yang tulisan cetak miring itu artinya flashback
-    Yang tulisan warna merah itu surat yang dikirim YoonA untuk Siwon di surga
Otteohkae? Jelek? Gaje? Sepertinya memang begitu -_- . Ini ff aku buat selama ±7 jam loh.. #rekor buat saya. Jadi, tolong hargai ya... Ditunggu kritik dan sarannya juga.. Jangan lupa tinggalkan jejak. Gomawo yang udah mau baca..

Senin, 18 Juni 2012

[LIRIK] Super Junior - Opera (Korean, Japanese, English trans.)



Korean Version:

[Siwon] Ratin, Ratin swipji anheun eoneo-deulleo tto hokeun keukjeok, keukjeok
Story-e ppachyeo-deulgo
[Kyuhyun] Kajang bissan useul useul ipgo Euwa chom tteolmyeon-seo keukjang-ee kajang
Chu-eun chwaseok-e manchokan neo

Yeokin dareuda

*Ne show Ne show Opera norae haneun opera chumchuneun ne opera
Neomu chu-eunikka cheongdam-eun igeonikka
Ne show Ne show Opera nega mandeun opera sesang meotjin opera
Ike chu-eunikka da kibon chu-eunikka
**neomu chu-eunikka cheongdam-eun igeonikka Ike chu-eunikka da kibon chu-eunikka

[Donghae] Mudae wi keu chanranhan jomyeong-arae-ro eokkae wi sse sseutachyeo
Naeri-neun keu kalchae sok-edo
[Ryeowook] Modu-ga hanbeon jjeum kkum kkun sarang, paeshin-kkajido yi chabeun 3bon,
4bon keu an-e dae itdago baro yeokida

Ne show Ne show Opera norae haneun opera chumchuneun ne opera
Neomu yumyeonghaeseo da michyeodeul bonikka
Ne show Ne show Opera nega mandeun opera sesang meotjin opera
Neomu meoshisseoseo da ulgo nanrinikka
Neomu yumyeonghaeseo da michyeo bonikka
Neomu meoshisseoseo da ulgo nanrinikka

[Kyuhyun] Swipjineun anhji na somi cha maldo mot hal ttaega isseo ne mami wonhan keol
Chocha mukeo-un sut beoseo beoseo
[Eunhyuk] Mochart(mozart), Handen, biche keu sokee eomcheong nan yaeki ga hana-do
Bureopji anhke nega da boyeochulke chal bwa

*Repeat
**Repeat

Neomu chu-eunikka cheondameun ikeonikka

Japanese Version :

Nante nante kageki na shichuēshon
Sarani motto motto hamat te shimau daro
Sa ii kai masu masu miwaku na imēji
Kimi wa suikoma re tada mitasa re

Sa ii kai

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Ne ii kara kūru ni iko u ka
Sa ii kara kore ga ii kara

Sashi komu hikari no shita de wa
Kimi no ai made mo kasuka ni ni ji mu
Sou sa
Shuyaku wa akumademo boku de
Issai no yousha mo nai kimi o tokasu

Sa ii kai

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii nara! Hīto ni shiyo u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Zenbu ii kara!

Ne ii nara! Hīto ni shiyo u ka!
Sa ii kara! Zenbu ii kara!

Tokimeki wa itsumo totsuzen yattekuru
Kara yaburu yuuki naku sa nai de zutto zutto
Mōtsaruto , hen deru , vīze
Kotoba wa naku tatte
Kimi ga omou yori kimi ni niau opera

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Sa ii kara! Zenbu ii kara!
Translation :

Latin, latin- with difficult languages
We fall into extreme, extreme storylines
Wearing the most expensive clothes and pretending to be elegant
You’re satisfied with the most expensive seats in the opera house
It’s different here

My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so good, the answer is this
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
This is so good, everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer
Because this is good
Because everyone feels good

Underneath the shining lights on stage
In the midst of the applause pouring over my shoulders
There is love that everyone once dreams of, even betrayal
In that short 3-4 minutes, everything is there
Right here

*My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so famous that everyone goes crazy
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
It’s so spectacular that everyone cries and makes a big deal
It’s so famous that everyone goes crazy
It’s so spectacular that everyone cries and makes a big deal
It’s not easy- sometimes I can’t even talk because I’m out of breath
I try to do what you want and take this heavy suit off
Mozart, Handel, Bizet- all of their amazing stories
Have nothing on me- I’ll show you everything; watch closely

My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so good, the answer is this
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
This is so good, everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer
Because this is good
Because everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer

cr. : Zhy's blog

[LIRIK] Astrid feat. Tim - Saranghamnida

Annyeong, kali ini aku mau posting lirik lagunya Tim oppa feat. Astrid unnie ya.. Bagi aku, lagu ini berbekas banget deh sumpah :o #curcol. Makannya aku posting :D #alasan yg tak jelas-_-. Lagunya bagus deh :D. Ini juga merupakan soundtrack dari drama Korea-Indonesia yang judulnya Saranghae, gatau deh kapan mulainya. Katanya sih bulan Juni ini.. :D. Okedeh, aku malah curcol-_- #author ngaco. Ini dia liriknya..

====================================♬=====================================

(Astrid) Mengapa engkau tega mencuri hatiku
Tanpa seijin aku lebih dulu
Memaksaku membuatku
Lemah tak berdaya
Geude saranghamnida

(Tim) Nabbayo cham geudaeraneun saram
Heorakdo eopsi wae naemam gajyeoyo
Geu dae ttaemune nan himgyeoge salgoman itneun de
Geu daen moreujanayo

(Astrid) Aku bahkan tidak seindah
Ku tak seindah kedipan matamu
Tapi dapatkah kau berikan senyummu untukku
Walau itu bukan cinta

Tapi aku memohon

(Tim) Birok sarangeun anirado
Eonjenga hanbeonjjeumeun dorahbwajugetjyo
(Astrid) Aku menunggumu sampai akhir
(Tim) Oneuldo chama motan gaseumsok hanmadi
(Astrid) Hanya satu kata
(Astrid & Tim) Geudae saranghamnida

(Astrid)Kemarin aku tertidur
(Tim) Geudael geurida jamdeureotnabwayo
(Astrid) Ketika aku terbangun air mataku jatuh
(Tim) Sirin geudaeireum gwa

(Astrid) Lalu aku memohon

(Tim) heotdoen baraembbunin nakseoman
Eonjenga hanbeonjjeumeun dorahbwajugetjyo
(Astrid) Aku menunggumu sampai akhir
(Tim) Oneuldo chama motan gaseumsok hanmadi
(Astrid) Hanya satu kata
(Astrid & Tim) Geudae saranghamnida

(Astrid) Kali ini aku melihatmu lagi
(Tim) Geudae dwitmoseubeul barabomyeo
(Astrid & Tim) Heureuneun
(Tim) Nunmulcheoreom sorieopneun geumal
(Astrid) Bagai air mata
(Astrid & Tim) Guede saranghamnida


===================================♬=====================================
Otteohkae? Baguskan lagunya chingu? Haha :D. Setelah ini, aku mau ngepost lirik lagunya Suju yg Opera Jap. ver. yaa.. :D