Halaman

SNSD

SNSD

Kamis, 28 Juni 2012

[FF] I’m Worried About You... (Oneshoot)

Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : Cho Kyuhyun
          Seo Joo Hyun
Genre : Romance, Sad
Length : Oneshoot
============================♡========================
    Disaat kita akan bersatu, kenapa kau pergi terlebih dahulu? Pergi tanpa sepengetahuanku. Kau tahu? Aku justru akan lebih sakit jika seperti ini.
============================♡========================
    Seorang gadis kecil bernama Seo Joo Hyun atau yang akrab dipanggil Seohyun, dia bekerja di salah satu toko buku di daerah Busan. Dia memiliki seorang kakak laki-laki manis, lucu dan pintar memasak. Kakaknya itu bernama Ryeowook. Pada suatu hari, kakaknya itu memperkenalkan Seohyun dengan sahabatnya, Cho Kyuhyun. Dan disanalah kisah cinta terjadi...
“Kyuhyun-ssi, kau mau tidak aku kenalkan dengan adikku? Dia itu sangat cantik, manis, lucu, pintar, dan juga pintar memasak. Sama sepertiku tentunya... mau tidak?” tawar Ryeowook pada sahabatnya
“Hmm, apakah dia itu seperti tipeku hyung?” jawab Kyuhyun
“Mmm, mungkin seperti itu... Ayolah, mau ya??”
“Baiklah, kapan hyung akan memperkenalkan aku?”
“Bagaimana kalau hari ini?”
“Mwo? secepat itukah? Apakah tidak bisa besok hyung? Aku masih belum siap...” ujar Kyuhyun dengan muka memerah
“Haha. Ya! Mukamu itu seperti udang rebus tahu! Yasudah, besok. Aku akan memberitahukan adikku...”
“Ya! Jangan! Biar jadi kejutan saja...”
“Baiklah kalau itu memang maumu. Ayo kita pulang”
“Ne...”

Keesokan harinya

“Kau sudah siap Kyu?”
“Ne..” ujarnya mantap
“Baiklah, ayo!”
“Kemana?”
“Tempat dia bekerja. Wae?”
“Ahh, anio..”
“Yasudah, ayo!”

Sesampainya di toko buku tempat bekerja Seohyun, dari luar mereka berdua sedang memperhatikan Seohyun yang sedang asik bekerja. Neomu yeoppo... batin Kyu.
“Otteohkae? Kau mau masuk?” tanya Ryeowook
“Ne...” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari Seohyun
“Ya! Sadarlah!!” kata Ryeowook sambil menepuk punggung Kyuhyun
“Aww! Hyung, kau ini benar-benar!!”
“Mwo? ayolah, kita masuk!”
KRING!
“Annyeong, selamat datang di... Ahh, oppa? Sedang apa oppa disini? Apa oppa mau membeli buku? Bukankah buku-buku dirumah masih banyak? Atau oppa mau menghambur-hamburkan uang? Omo...” kata Seohyun panjang lebar
“Aishh, kau ini. Ani, aku kesini bukan mau membeli atau menghambur-hamburkan uang. Dasar pabo!” jawab Ryeowook
“Mwo? pabo? Jika aku pabo, aku tidak mungkin bekerja disini oppa..”
“Aishh, sudahlah. Hey, apa kau punya waktu? Aku mau berbicara denganmu..”
“Hmm, ada. Memangnya mau berbicara apa?”
“Sudahlah. Ayo!”
“Kita mau kemana?”
“Taman”
“Mwo? tapi waktu istirahatku tidak lama oppa..”
“Aku hanya membutuhkanmu sebentar saja.. apa itu masalah?”
“Ani. Yasudah oppa mau bicarakan apa denganku?”
“Ini, aku mau memperkenalkan kau dengan temanku”
“Ahh, an-an-annyeong. Cho-Cho, Cho Kyuhyun imnida..” ujar Kyuhyun terbata-bata
“Ne, annyeong. Seo Joo Hyun imnida.. senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi..”
“Mwo? Kyuhyun-ssi? Ya! Dia ini lebih tua darimu. Sopanlah sedikit!” tegas Ryeowook
“Gwenchana hyung. Diakan tidak tahu..” ucap Kyuhyun
“Baiklah, aku kembali dulu ya. Waktuku sudah habis. Bye oppa...”
“Ne... bekerjalah yang giat Seo!” ucap Ryeowook
“Otteohkae? Apa kau tertarik dengannya?” tanya Ryeowook
“Ne. Hyung, bantu aku untuk mendekatinya...”
“Tidak masalah. Kau datanglah setiap hari ke toko buku itu dan belilah buku-buku disana. Sambil membeli, kau juga bisa bercakap-cakap dengannya setiap hari. Dengan begitu, kau juga bisa berduaan dengan adikku setiap hari...”
“Hmm, tapi hyung, pada kenyataannya, aku tidak suka membaca... hehe. Jadi ya percuma saja aku membeli tapi tidak dibaca”
“Ya! Kau ini! Mau dekat dengan adikku tidak?”
“Baiklah. Besok aku akan kembali”

Malam harinya di rumah Kyuhyun

“Kyu, apa penyakitmu itu sudah semakin parah? Umma dengar belakangan ini kau tidak kontrol ke dokter. Apa kau tidak apa-apa?” tanya umma Kyuhyun
“Nan gwenchana umma. Akhir-akhir ini aku tidak kontrol itu juga karena aku memang tidak merasakan apa-apa pada tubuhku. Jadi, umma jangan terlalu khawatir...”
“Tapi, kenapa mukamu kelihatan pucat kyu? Kau benar baik-baik saja?” tanya appa Kyuhyun
“Jinjja? Ah, mungkin karena aku kelelahan appa. Sudahlah appa, umma, jangan terlalu dipikirkan. Aku masuk dulu ya...”

Keesokan harinya

Kyuhyun mendatangi toko buku tempat Seohyun bekerja. KRING!
“Annyeong haseyo, ada yang bisa... Ah, Kyuhyun oppa? Sedang apa oppa disini? Ingin membeli buku?” sapa ramah Seohyun
“Tentu saja, aku kan datang ke toko buku bukan ke toko baju... Oh iya, bisakah kau membantuku mencari sebuah buku? Aku mencarinya ke toko buku manapun tidak ada, mungkin disini ada?” tanya Kyuhyun sambil celingukan
“Mm, memangnya oppa mencari buku apa? Ayo sini aku bantu..”
“Aku mencari buku karya Park Hyo Ri, judulnya...” ucap Kyuhyun sembari berfikir “Because of You” lanjutnya
“Ah, bukankah itu buku yang sedang terkenal sekarang? Ne, memang hanya di jual di toko buku ini oppa. Sini aku antarkan”
“Ini, ini yang oppa cari kan?”
“Ne, ahh gomawo Seo-ah.. aku akan membelinya”
“Baiklah, mari ke kasir”
                               -------
“Gomawo Seo-ah sudah membantuku... Kalau tidak ada kau, aku mungkin tidak akan menemukan buku ini” ujar Kyuhyun
“Ne, cheonma. Datang lagi ya oppa...” ucap Seohyun sambil melambaikan tanganketika Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan Ryeowook
“Bagaimana? Apa kau sudah mendatanginya lagi?” tanyanya
“Ne. Aku bahkan membeli buku ini” ujarnya sambil memperlihatkan buku yang dibelinya
“Ne ne. Tapi, kenapa wajahmu pucat begitu? Apa kau sakit? Atau, penyakitmu itu kambuh lagi?”
“Anio hyung, kalau penyakitku itu kambuh lagi, mungkin aku sudah mati sekarang. Sudahlah aku pulang ya...” tapi tiba-tiba. BRUK!. Kyuhyun jatuh pingsan. Dengan segera Ryeowook membawa Kyuhyun ke rumah sakit

Di rumah sakit

“Maaf pak, bu. Penyakit anak anda kini sudah semakin parah. Kenapa belakangan ini dia tidak kontrol? Bapak dan ibu tahu kan penyakit anak kalian bagaimana? Itu membuat penyakitnya semakin parah. Menurut hasil pemeriksaan kami, umur anak anda hanya sekitar 7 bulan lagi” ujar sang dokter
“Mwo? tu-tujuh bulan lagi? Hah, dokter pasti bercanda. Anak saya itu sangat kuat, dokter tidak bisa mendiagnosa anak saya seperti itu. Anak saya punya masa depan, dok!” tegas appa Kyuhyun
“Tapi, itulah kenyataan yang sebenarnya pak”
“Hiks hiks. Anakku....”
“Appa, tenanglah.. Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik” ucap umma Kyuhyun
Ryeowook yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka sangat terkejut. Hingga akhirnya dia menangis
“Mwo? 7 bulan lagi? Kyu, kau harus kuat. Kau bilang kau mencintai adikku, kau harus membuatnya bahagia Kyu. Kyu, kau harus kuat!!!” ucapnya
Akhirnya Kyuhyun diperbolehkan untuk pulang. Demi kebaikan anaknya, orang tua Kyuhyun memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun. Kyuhyun merespon
“Sudah kuduga. Appa, umma, aku akan menggunakan sisa hidupku untuk orang yang aku cintai. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku yang tersisa ini”
“Jika itu yang terbaik untukmu, lakukanlah nak. Appa akan mendukungmu” jawab sang appa
“Kamsahamnida appa, umma”

Keesokan harinya

Kyuhyun kembali ke toko buku itu, namun sebelumnya dia bertemu dengan Ryeowook
“Kyu, apa kau sudah tahu?” tanyanya
“Ne hyung. Hyung, aku harap kau bisa merahasiakannya dari Seohyun. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk dia hyung. Aku janji, aku akan membahagiakannya...”
“Aku percaya kyu. Dan akan selalu percaya padamu. Masuklah...”
“Gomawo hyung”

    Akhirnya setiap hari Kyuhyun mendatangi toko buku itu hanya untuk membeli buku-buku yang baginya sama sekali tidak penting, tapi juga ia gunakan itu untuk berbicara dengan Seohyun. Semakin hari buku yang dibeli Kyuhyun di toko buku itu sudah semakin banyak. Kyuhyun bingung akan diapakan buku sebanyak itu. Akhirnya setelah mendapat saran dari orang tuanya, dia pun membuka perpustakaan kecil-kecilan di daerah sekitar rumahnya. Dan dia menamakan perpustakaan itu dengan nama ‘SK Library’, singkatan dari Seohyun-Kyuhyun. Buku-buku yang dibeli Kyuhyun, semua masih baru, sama sekali belum dibaca. Hanya satu buku yang di bacanya, yaitu buku yang pertama kali ia beli di sana, ‘Because of You’. Itupun hanya beberapa lembar saja yang ia baca.

    Di dalam perpusataan itu, Kyuhyun menulis beberapa surat tentang perasaannya kepada Seohyun. Ia tidak mau memberitahukan perasannya itu, karena ia takut akan menyakitinya. Ia takut jika nanti ia akan meninggalkan Seohyun sendirian. Dan ia menyimpan semua surat itu pada sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dia menyimpan kotak itu di sudut ruangan.Dia juga menceritakan seorang Seohyun kepada orang tuanya

    Ternyata tanpa sepengatahuan Kyuhyun, Seohyun juga mencintai seorang Cho Kyuhyun. Dia tidak ingin memberitahukannya. Karena jika ia memberitahukannya, bukan tidak mungkin jika Kyuhyun tidak mencintainya
“Oppa, sepertinya aku mencintai Kyuhyun oppa...” ucap Seohyun malu-malu
“Jinjja? Wahh, sepertinya adikku mulai jatuh cinta lagi. Lalu, kenapa kau tidak memberitahukannya pada Kyuhyun?”
“Aku takut jika Kyuhyun oppa tidak mencintaiku juga”
“Kenapa kau tidak mencobanya dulu? Mungkin saja dia mencitaimu juga..”
“Tidak mungkin. Kalau dia mencintaiku, seharusnya dia sudah memberitahuku sedari dulu”. Ryeowook terdiam
“Oppa. Gwenchana?”
“Ah, ne”
“Kenapa oppa diam? Oppa melamun?”
“Ahh, aniya.. sudahlah, lebih baik kau tidur, ini sudah malam”
“Ne.” Ucap seohyun dengan malas

    3 bulan berlalu. Seohyun dan Kyuhyun menjadi sangat dekat. Tapi, perhitungan dokter salah. Bukan 7 bulan, tapi dalam waktu 3 bulan saja, kondisi Kyuhyun menjadi sangat kritis. Itu membuat orang tua Kyuhyun menjadi sangat sedih. Tapi, Kyuhyun tetap tidak mau mengatakannya pada Seohyun, wanita yang sangat dicintainya. Suatu hari, Kyuhyun tiba-tiba sekarat
“Umma, tolong titipkan surat ini untuk Seohyun” ujarnya lirih
“Ini apa Kyu?” tanya umma Kyuhyun
“Ini adalah surat tentang perasaanku pada Seohyun. Umma, letakkanlah surat ini di pojok ruangan perpustakaanku, di kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan jika nanti Seohyun mencariku dan datang ke rumah, umma tolong beritahu dia untuk datang ke perpustakaanku dan suruh dia membaca semua surat yang ada di kotak itu, terutama surat yang ini”
“Tapi Kyu, kenapa tidak kau katakan saja semua ini pada Seohyun?” tanya umma Kyuhyun
"Umma, biarkan waktu yang menjawab semuanya" Kyuhyun mulai lemas
"Tapi Kyu, bagaimanapun juga Seohyun harus tahu yang sebenarnya..."
"Umma, jebal.."
"Kyu..." belum selesai umma Kyuhyun berbicara, bunyi panjang terdengar dari monitor pendeteksi jantung. Suasana hening seketika. Isak tangis pun mengisi seisi ruangan itu. Kyuhyun, telah tiada.

    3 bulan setelah kepergian Kyuhyun, Seohyun menjadi sangat khawatir. Dia bingung, kenapa Kyuhyun sekarang tidak pernah menghubunginya, kenapa Kyuhyun tidak pernah mengunjunginya lagi. Semua itu masih menjadi pertanyaan besar baginya. Pada suatu hari, Seohyun mengunjungi rumah Kyuhyun dengan membawa sebuket bunga ditangannya. Seohyun mengetahui rumah Kyuhyun, tentu saja dari kakaknya. Sesampainya di rumah Kyuhyun, Seohyun bingung. Kenapa rumahnya sepi? Dan kenapa ada bendera berwarna putih di depan rumah itu? Apakah orang tua Kyuhyun meninggal? Atau, seseorang yang tinggal di rumah Kyuhyun yang meninggal? Itulah pikiran Seohyun. Seohyun akhirnya masuk
“Annyeong haseyo ahjumma. Saya datang ke sini untuk bertemu dengan Kyuhyun, apa Kyuhyun ada ahjumma?” tanyanya pada umma Kyuhyun
“Mwo? Kyuhyun? Apa kau tidak di beritahu oleh teman-teman Kyuhyun?”
“Mwo? Beritahu? Memang ada apa ahjumma?”
“Kyuhyun, Kyuhyun sudah meninggal...” ucapnya lirih
“M-mwo? Meninggal? Ahjumma, ahjumma jangan bercanda. Ini benar rumah Kyuhyun kan?”
“Ani, ahjumma serius. Ngomong-ngomong, kau siapa ya nak?”
“Aku, aku. Aku Seohyun ahjumma. Teman Kyuhyun”
“M-mwo? Seohyun?”
“Ne ahjumma. Anda mengenal saya?”
“Ne, Kyuhyun sering menceritakan tentangmu padaku. Tapi, dia tidak mau memberitahu bagaimana rupamu”
“Tapi, kenapa Kyuhyun oppa tidak memberitahuku ahjumma? Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”
“Ahjumma tidak bisa menceritakannya sekarang, Seohyun. Oh iya, sebelum meninggal, Kyuhyun menitip ahjumma, jika kau mendatangi rumah kami kau di suruh untuk mengunjungi perpustakaan kecilnya yang berada di daerah sini, namanya ‘SK Library’. Itu singkatan dari ‘Seohyun-Kyuhyun’”
“Mwo? kenapa memberinya nama seperti itu?”
“Dia bilang, dia mencintaimu. Makanya dia memberi nama itu. Sekarang, kau pergilah ke sana dan carilah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan juga, bacalah surat yang ada di dalamnya. Terutama surat yang berwarna merah muda”
“Kamsahamnida ahjumma”
Seohyun langsung menuju tempat yang dituju. Sesampainya disana, dia langsung mencari kotak yang dimaksud. Dan dia pun menemukannya di pojok ruangan itu. Dia langsung membuka kotak itu dan membaca semua isi surat yang ada di dalamnya. Tanpa sadar, cairan bening turun perlahan membasahi wajahnya. Seohyun menangis. Dia mengambil surat yang berwarna merah muda itu dan di bacalah surat itu

    Dear Seohyun
Seo, kau mungkin akan kaget jika kau menemukan surat ini. Ya, karena ketika kau menemukannya, itu berarti aku telah tiada. Aku pergi Seo, dan itu tanpa sepengetahuanmu. Jika kau bertanya kenapa aku pergi, aku akan menjawabnya. Aku, terkena kanker otak stadium akhir. Menurut dokter umurku tinggal 7 bulan lagi, tapi dalam waktu 3 bulan saja diriku sudah sangat lemas. Hah, betapa lemahnya diriku ini.
Seo, sebenarnya aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tapi, aku tidak ingin memberitahukannya padamu. Karena apa? Karena aku takut kau akan sedih, aku takut kau akan merasa terhianati karena kepergianku, dan juga aku takut jika kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Aku takut kau tidak akan membalas cintaku. Aku takut semua tentangmu. Tapi, aku lega karena aku sudah menulis semuanya pada semua surat yang ada di kotak itu. Kau tahu? Nan neomu neomu neomu saranghae. Bagaimana denganmu? Apa kau juga memiliki perasaan yang sama? Aku harap begitu, Seo.
Seo, berbahagialah. Aku akan senang jika kau juga senang. Mian jika aku pergi tanpa memberitahumu. Aku tidak memberitahumu karena aku takut kau akan terlalu memperhatikan aku dan tidak memperhatikan dirimu sendiri.
Seo, carilah seseorang yang lebih baik dari diriku. Aku yakin kau akan mendapatkannya karena kau adalah gadis yang baik. Carilah seseorang yang dapat menerimamu apa adanya. Karena yang aku inginkan adalah, kebahagiaan untuk seseorang yang sangat aku cintai. Dan orang itu adalah kau, Seo Joo Hyun. Aku sangat mencintaimu.
                                    Love
                                    Cho Kyuhyun

Lagi-lagi air mata Seohyun turun. Dia menangis semakin keras. Aku juga sangat mencintaimu, oppa... Batinnya.
“Oppa, aku janji. Aku akan bahagia jika itu memang yang kau inginkan dan jika itu akan membuatmu bahagia, aku akan lakukan seperti apa yang kau katakan. Oppa, berbahagialah kau di sana. Aku akan selalu mendo’akanmu...” ucapnya lirih. Senyuman tipis mengembang di bibir manisnya
                        -END-
    Akhirnya ff ini keluar juga. Sebelumnya gomawo buat Molly, udah ngebolehin aku gantiin posisinya untuk ngalnutin ff ini :D. Oh iya, aku bikin ff ini dalam rangka ulang tahun Seohyun unnie yang ke-21. Saengil chukkae unnie ^-^. Buat yang nunggu kelanjutan dari ff First Meet, sabar ya chingu.. aku lagi males buatnya :D, lagi kepengen banget buat ff yang oneshoot. Jadi, sabar ya chingu... Sekali lagi gomawo yang udah mau baca ff saya ini. Mian kalo gaje, aneh, dll. Jangan lupa RCL :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar