Halaman

SNSD

SNSD

Kamis, 21 Juni 2012

[FF] Saranghaeyo Oppa... (OneShoot)

Halo.. Author gaje dateng lagi nihh.. :D . Kali ini bawa ff lagi dongg #readers : bosen woyy!!, author : biarin, ini blog punya sapa? Aku kan? Yaudah, terserah gua dong :p, readers : -_- author sarap. Okedeh, daripada banyak cincong, mending ini author langsung kasih ffnya. Cekidot!!
Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : -    Im YoonA
-    Choi Siwon
-    Yesung as kakak YoonA
Genre : Romantic, Sad
Length : Oneshoot
===================================♥====================================
Tuhan, aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Tolong, izinkan aku untuk memilikinya lebih lama lagi...
===================================♥====================================
     Hari ini salju turun sejak pagi. Orang-orang menjalankan aktifitas seperti biasa dengan menggunakan mantel tebal dan juga payung. Disamping itu di dalam sebuah apartemen, tepatnya pada suatu kamar, terdapat seorang gadis yang sedang berlutut di atas ranjangnya. Sejak belakangan ini dia tidak ingin melakukan apa-apa kecuali menyesali, menangisi dan memegangi sebuah foto yang sangat berarti bagi dirinya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa bulan yang lalu. Di saat dia kehilangan semuanya. Kehilangan kebahagiaan, semangat, dan separuh hidupnya.

“Oppa, aku bahagia sekali. Sebentar lagi kita akan segera bertunangan. Dan itu artinya, oppa hanya milikku seorang..” ucap gadis itu
“Ne. Dan kau hanya milikku seorang. 2 minggu lagi menuju hari itu chagi. Kapan kita akan melakukan semua persiapannya?” jawab sang kekasih
“Bukankah itu semua akan diurus oleh orang tua kita oppa?”
“Kau ini. Kita ini sudah besar. Ini juga akan menjadi menarik apabila kita sendiri yang akan mempersiapkannya. Kita yang bekerja, kita juga yang akan menikmati hasilnya..” ucap sang kekasih sambil tersenyum
“Hmm, kau benar juga oppa. Baiklah, bagaimana kalau mulai besok kita mempersiapkannya?”
“Mwo? Besok? Oppa ada jadwal chagi.. Bagaimana kalau lusa?”
“Hmm, baiklah. Lusa, ya?”
“Ne, oppa janji. Ayo kita pulang” rangkul sang kekasih


    Saat yang ditunggu tiba. Lusanya setelah hari itu mereka berdua berjalan-jalan menyusuri kota Seoul untuk mendapatkan ide untuk tema pesta pertunangan mereka. Hingga akhirnya mereka tiba pada suatu toko dekorasi
“Annyeonghaseo tuan. Ada yang bisa saya bantu?” sapa ramah pelayan toko itu
“Ne, annyeong. Kami ingin memilih tema untuk pesta pertunangan kami. Apa disini ada yang bagus?” jawab gadis itu
“Ah, rupanya pesta pertunangan. Mari ikut saya. Kami mempunyai banyak tema bagus untuk pesta pertunangan untuk kalian. Mari silahkan..”
Mereka bertiga menuju suatu ruangan yang terdapat banyak sekali backround, sangat indah.
“Oppa, bagaimana kalau ini?” tanya gadis itu. Sebuah backround yang dipilih dengan dekorasi sangat mewah. Dimana-mana terdapat bunga berwarna merah. Dengan panggung yang sangat megah. Namun, sang kekasih menjawab “Ani chagi, itu terlalu norak. Mm, bagaimana kalau yang ini?” sembari menunjuk backround dengan dekorasi simple. Berwarna putih bersih, kursi-kursi para tamu undangan berwarna putih dengan panggung yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Benar, sederhana.
“Oppa, bukankah itu terlalu simple?”
“Kau benar chagi. Permisi, apakah tidak ada yang lain selain yang disini?” tanya sang kekasih pada pelayan itu
“Tentu. Kami masih memiliki satu tema yang sangat bagus. Belum pernah dipilih oleh siapapun. Dan kami spesial memberikannya pada kalian. Mari ikut saya” jawab sang pelayan. Lalu, mereka di bawa ke dalam suatu ruangan. Ruangan yang sangat megah dengan backround tema pesta pertunangan berwarna putih dengan sedikit balutan warna biru soft. Benar, warna kesukaan mereka. Disana terpampang sebuah pesta yang sederhana. Dengan panggung yang yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Dengan warna backround biru soft dengan sedikit warna putih di sekitarnya. Di atas bagian depan panggung tersebut terdapat hiasan nama pasangan yang berbahagia hari itu. Di samping panggung tersebut terdapat bunga mawar merah dengan hiasan berwarna biru. Juga untuk kursi para tamu undangan, berwarna biru soft. Dan juga tempatnya yang terletak di samping danau yang paling indah di Korea Selatan. YoonA dan Siwon terpana melihatnya
“Oppa, indah sekali..” ucap YoonA kagum
“Ne chagi, apa kita akan memilih ini?” jawab Siwon
“Why not? Ini sangat indah..” ucap YoonA tanpa mengalihkan pandangannya dari foto backround tersebut
“Baiklah, kami pilih yang ini” ucap Siwon akhirnya pada sang pelayan
“Arraseo. Silahkan kalian mengisi formulir di kasir depan” ujar pelayan santun
“Ne, kamsahamnida agassi”
Setelah mereka mengisi formulir tersebut, mereka keluar dari toko tersebut. Sebelum itu, sang pelayan menghampiri mereka
“Mian, agassi. Topimu tertinggal di dalam” ucap sang pelayan sembari mengembalikan topi itu
“Ah, ne. Kamsahamnida agassi. Mian merepotkanmu..” jawab YoonA
“Gwenchana. Kalian sangat cocok agassi. Dan tema yang kalian pilih juga sangat cocok. Kalian tidak salah pilih”
“Jinjja? Ahh, kamsahamnida agassi. Aku harap nanti akan berjalan dengan lancar. Mohon do’anya..” kata YoonA
“Ne, geurom agassi. Hati-hati di jalan..”
“Ne, annyeong..” ucap YoonA sembari melambaikan tangan
“Kau ini. Bisa-bisanya kau seceroboh itu” kata Siwon
“Namanya juga manusia oppa. Biarpun begitu, aku juga kekasih oppa-kan?” ujar YoonA sambil tertawa. “Oppa, aku lapar. Bagaimana kalau kita makan dulu?” lanjutnya
“Jinjja? Aku juga lapar. Baiklah, ayo kita makan dulu”. Dan merekapun mendatangi sebuah café. ketika mereka telah selesai makan..
“Yoon, bagaimana kalau kostumnya kau saja yang merancangnya? Bukankah itu akan lebih spesial lagi?” usul Siwon
“Kau benar oppa. Tapi, apakah bisa dalam waktu 2 minggu ini akan selesai?”
“Percayalah, kalau kau rajin, pasti akan selesai. Arra?”
“Ne oppa. Aku akan berusaha. Baiklah, dekorasi sudah, kostum sudah. Sekarang yang kita butuhkan adalah cincin. Ummaku punya kenalan yang mempunyai toko perhiasan. Kita kesana?”
“Baiklah. Kajja!”.
Mereka pun menuju toko perhiasan yang dimaksud. Sesampainya disana, mereka disambut hangat oleh pelayannya
“Annyeonghaseo, selamat datang di toko kami. Ahh, YoonA agassi? Kenapa tidak memberi tahu kami dulu kalau anda mau kesini? Kalau anda memberitaku kami, kami akan mempersiapkan yang spesial untuk anda. Ah, apakah ini kekasih anda? Sangat cocok dengan anda agassi..” ucap pelayan itu panjang lebar
“Kamsahamnida agassi. Kami akan segera melakukan pesta pertunangan. Ini, aku bagikan undangannya. Bagikan juga pada yang lainnya ya. Jangan lupa untuk datang..” jawab YoonA
“Georom agassi. Kami pasti akan datang. Mari saya antar kalian”. Dan mereka pun diantar ke sebuah ruangan yang sangat mewah. Disana terdapat bermacam-macam perhiasan. Setelah lama mereka melihat-lihat, mata YoonA tertuju pada suatu benda yang mengkilap. Sebuah cincin berwarna perak dengan berlian kecil berwarna biru diatasnya
“Agassi, tolong ambilkan yang itu” tunjuknya pada benda yang dimaksud. Dan pelayan itu mengambilkannya
“Oppa, coba lihat. Manis sekali”
“Ne chagi. Kau suka?”
“Aku suka oppa. Sangat suka. Oppa?”
“Aku juga sangat menyukainya. Sangat manis, kecil dan juga indah. Kau mau mengambil yang ini?”
“Ne oppa. Boleh?”
“Kenapa tidak chagi?”
“Geurae. Kami pilih ini agassi..” ucap YoonA pada pelayan itu
“Pilihan yang tepat agassi. Itu sangat cocok dengan kalian. Baiklah aku akan membungkusnya untuk kalian” jawab pelayan itu.
“Ini cincinnya agassi” ujar sang pelayan sembari memberikan bungkusan kecil itu pada YoonA
“Biar aku yang membayar Yoon..” kata Siwon
“Apa tidak apa-apa oppa? Dari tadi hanya oppa yang mengeluarkan uang”’
“Gwenchana. Lagi pula inikan untuk hari bahagia kita.. Ini uangnya agassi” kata Siwon sambil memberikan uangnya
“Ne. Kamsahamnida. Datang lagi ya..” ucap pelayan itu
“Akhirnya kita dapatkan benda manis ini oppa. Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan? Semuanya sudah kan?” tanya YoonA
“Memang sudah. Bagaimana kalau kita pulang? Hari sudah mulai sore. Dan kau juga harus membuat pakaian untuk kita bukan? Ayo, aku antar kau..”
“Ne oppa”

Saat 1 minggu menuju hari itu, pakaian yang dibuat oleh YoonA telah selesai. Dan YoonA meminta Siwon datang ke rumahnya untuk mencoba pakaiannya. Ting tong. Bel rumah berbunyi, YoonA membukakan pintunya
“Oppa, ayo masuk. Aku akan menunjukannya pada oppa. Oppa tahu? Itu sangat indah” ujar YoonA
“Aku sudah tak sabar ingin melihat bagaimana hasil kerja kerasmu selama ini” ucap Siwon. Merekapun menuju ruangan khusus untuk pakaian. Disana sudah terpampang pakaian yang sangat indah. Pertama, Siwon disuruh YoonA untuk mencoba pakaiannya. Siwon mengambil pakaiannya dan segera menuju kamar ganti. Ketika keluar, Siwon terlihat semakin tampan dengan jas hitam dan kemeja putih ditambah dengan ikat leher berwarna hitam dan celana yang senada.
“Whoahh, oppa kau tampan sekali.. Kau sangat cocok” ucap YoonA sambil merapikan pakaian Siwon
“Sekarang giliranmu. Ayo..” kata Siwon sambil mendorong YoonA untuk masuk ke kamar ganti. Setelah beberapa saat, YoonA pun keluar dengan gaun hitamnya. Rambutnya juga dihias sedemikian rupa agar menarik, dan juga gelang yang terbuat dari batu-batu hias yang menarik juga menambah cantik penampilan YoonA   
“Otteohkae oppa? Apa aku pantas?”
“Pakaian apapun akan pantas jika kau yang memakai Yoon. Kau sangat menarik. Aku tidak salah memilihmu untuk kujadikan kekasih” ucap Siwon sembari mendekati YoonA
“Oppa, lebih baik kau lepaskan bajumu itu. Bukankah itu akan digunakan seminggu lagi? Jangan membuatnya kusut ataupun rusak oppa..”
“Bolehkah aku membawanya pulang?”
“Geurom, itukan milik oppa. Bawa saja.. Oppa mau minum apa?”
“Ani, tidak usah Yoon, aku langsung pulang saja. Aku masih ada kerjaan dirumah”
“Baiklah. Hati-hati oppa..”
“Ne..”
        Siwon pulang dengan tersenyum senang. Namun, senyum itu tidak berlangsung lama. Ketika dia sedang berusaha menyalip sebuah truk di depannya, tanpa disadarinya ada mobil lain yang berlawan arah di depannya. Dan... JEEDEERRR tabrakan pun tak terelakkan. Tubuh Siwon terpental 1km dari tempat kejadian itu. Darah mengucur di sekujur tubuhnya. Pakaian yang hendak ia kenakan saat pertunangan nanti, ikut terbanjiri darah. Tak lama setelah itu, terdengar sebuah ledakan yang berasal dari mobilnya. Terjadilah kebakaran. Siwon yang masih setengah sadar mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya. Dengan tenaga yang masih tersisa, dia berusaha menghubungi YoonA untuk memberitahukan keadaannya. Namun, ketika telefon sudah tersambung, ia merasa matanya semakin samar-samar dan akhirnya menutup matanya ketika petugas Rumah Sakit sudah tiba.
        Polisi yang menemukan telefon Siwon pun berusaha menghubungi siapa saja yang ada hubungannya dengan Siwon. ketika itu pula telefonnya masih terhubung dengan YoonA
“Permisi agassi, ini dari kepolosian lalu lintas. Apakah anda keluarga dari saudara Choi Siwon?” ucap polisi itu
“Ne, saya keluarganya. Ada apa ya pak?” tanya YoonA di seberang sana
“Saudara Choi Siwon telah mengalami kecelakaan parah. Sekarang dia sedang dibawa ke Seoul Hospital, halo? Halo?”
        YoonA yang menerima berita itu kaget dan menjatuhkan telefonnya. Dia menangis. Menangis sekencang-kencangnya. Setelah itu, dia langsung menuju Seoul Hospital. Dengan cepat ia menuju kesana. Dalam perjalanan, dia terus berdo’a untuk Siwon. ketika sampai, dia langsung menuju UGD. Tak sedikit orang yang ditabraknya sehingga menimbulkan teriakan disana. Tapi, YoonA tidak peduli. Yang dia pedulikan hanya Siwon, kekasihnya.
        Lama dia menunggu di depan UGD itu. 1 jam, 2 jam, 3 jam hingga 4 jam dokter baru keluar.
“Dok, bagaimana keadannya? Apa dia baik-baik saja?” tanyanya langsung
“Maaf, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya. Namun, kita hanya bisa menunggu takdir. Apakah dia masih mempunyai waktu untuk hidup, ataukah dia harus berhenti sampai disini. Saat ini keadaannya sangat kritis. Saya harap, anda dapat bersabar. Saya permisi” ucap dokter itu
Menangis. Sekali lagi YoonA menangis. Kali ini sangat kencang. “Seharusnya aku tidak menyuruhnya datang hari ini. Kalau aku tidak menyuruhnya datang, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini.. opppaaaaa....” teriaknya “Mianhae” lanjutnya dengan lemas. Tanpa sadar dia jatuh pingsan.
        Ketika YoonA bangun, dia merasakan pusing yang teramat. Dia bingung sedang berada di mana. Tapi, YoonA langsung teringat dengan kekasihnya yang sedang kritis. Langsung saja dia berlari menuju UGD dan masuk kesana. Disana, terdengar jelas alat pendeteksi jantung yang berdetak. Lemah, sangat lemah bunyinya. YoonA menghampiri Siwon yang terbaring lemah di ranjang. Dan sekali lagi, dia menangis. Dia memegangi tangan Siwon, sembari berdo’a. Beberapa menit kemudian, Siwon sadar. Dan YoonA sangat senang. Dia pun memeluk Siwon.
“Oppa, mianhae. Ini semua karena aku. Kalau saja hari ini aku tidak menyuruhmu untuk datang ke rumahku, pasti semua ini tidak akan terjadi. Mian oppa. Jeongmal mianhae..” ucap YoonA lagi, dan menangis
“Ani, Yoon. Ini semua bukan salah siapa-siapa. Ini sudah menjadi takdirku. Yoon, bisakah aku meminta sesuatu darimu?” ucap Siwon lemah
“Ne. Apa oppa?”
“Aku ingin, kau hidup bahagia. Walau bukan denganku, aku ingin kau hidup bahagia. Kerjakanlah pekerjaanmu dengan baik. Bisakah kau melakukannya untukku Yoon?”
“Ani oppa. Aku tidak bisa bahagia kalau tidak denganmu. Hanya kau yang bisa membahagiakan aku..”
“Aku mohon Yoon..” ucap siwon semakin lemah sambil tersenyum tipis. Tak lama setelah itu, pegangan tangan Siwon melemah. Bunyi panjang terdengar dari alat pendeteksi jantung
“Oppa.. oppa. Oppaaaaaa” YoonA berteriak seakan tidak ingin kehilangan orang yang sangat dicintainya
        Dokterpun masuk dan memeriksa keadaan Siwon. Yoona yang masih syok berusaha ditenangkan oleh suster. “Maafkan kami. Siwon, sudah tiada” ucap dokter itu
“Ani, itu tidak mungkin. Oppaku itu sangat kuat. Dia akan bertahan. Kalian jangan salah mendiagnosis orang!!” bentak YoonA
“Tapi pada kenyataannya, Siwon telah tiada agassi. Lebih baik kau merelakannya” ucap dokter itu sambil berjalan pergi. YoonA jatuh, menangis lagi. “Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi disaat kami akan berbahagia? Akan lebih baik kalau kau mengambil nyawaku juga ya Tuhan!!” isaknya


        Seseorang memasuki kamar YoonA. “Yoon, sampai kapan kau akan begini terus? Kau akan sakit kalau begini terus. Dan Siwon, dia juga akan tersiksa kalau melihatmu seperti itu.. Lebih baik sekarang kau bangkit, dan lanjutkan kehidupanmu yang tertunda itu..” ujar Yesung
“Tapi oppa, apa yang dapat aku lakukan jika tidak ada Siwon oppa disini?” tanya YoonA lirih
“Kau bisa melakukan apapun Yoon. Percayalah..” Yesung menepuk pundak YoonA
“Kau benar oppa. Aku harus bangkit. Aku harus membuat Siwon oppa bangga padaku”
“Nah, itu baru adikku..”

3 tahun kemudian...

“Ahh, aku lelah sekali..” ucap YoonA sambil meregangkan tangannya
“Ini, kau minum dulu. Apa pekerjaanmu sangat banyak hari ini?” ucap Yesung sembari menyodorkan minuman
“Bukan hanya hari ini oppa. Tapi beberapa bulan ini. Aku sampai tidak punya waktu untuk beristirahat”
“Namanya juga tuntutan pekerjaan. Kau harus semangat Yoon.. Yoon, apa kau tidak mengunjungi makam Siwon? Bukankah hari ini tahun ke-3 dia pergi?” ucap Yesung lirih. Ia takut akan menyakiti hati adiknya
“Ahh, kau benar oppa. Aku sampai lupa kalau hari ini adalah hari kematian Siwon oppa. Gomawo oppa. Aku pergi dulu..”
“Hati-hati Yoon..”
                ==♥==
R.I.P Choi Siwon
“Oppa, apa kabarmu disana? Hari ini tepat tahun ke-3 kau meninggalkan aku sendiri. Apa kau bahagia oppa? Kau lihatkan? Aku telah melakukan keinginan terakhirmu itu dengan baik. Apa kau bahagia? Kau benar oppa. Aku harus bahagia agar kau juga bahagia. Tapi, kenapa kau pergi begitu cepat? Kita bahkan meninggalkan pertunangan kita. Oppa, aku merindukanmu. Aku merindukan senyummu, tawamu, dan suaramu..” tanpa sadar YoonA terisak “Oppa, ini aku berikan kau bunga. Ku harap oppa bisa bahagia di sana. Dan aku harap, aku bisa bertemu denganmu lagi di surga..” bunga-bunga di pemakaman itu berguguran seraya mengerti bagaimana perasaan YoonA saat ini. Indah, suasana yang sangat indah. YoonA pun pulang dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

    Oppa, saranghaeyo.. Aku mencintaimu, dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun. Meskipun engkau telah tiada, tapi kenangan kita berdua tidak akan pernah aku lupakan. Semuanya, tanpa terkecuali. Oppa, kenapa kau  begitu cepat pergi? Kenapa aku tidak dengan cepat menyusulmu kesana? Oppa, kau tahu? Aku sangat tersiksa jika kau tidak ada disini. Kau tahu? Aku hampir saja bunuh diri jika saja Yesung oppa tidak menyadarkanku. Kau senang, atau sedih jika aku melakukan hal bodoh itu oppa? Senang karena aku akan menjemputmu, atau sedih karena aku harus meninggalkan orang-orang yang masih mencintaiku di dunia ini? Oppa, aku harap kau membaca surat dariku ini. Jika kau membacanya, aku harap kau juga akan membalasnya suatu saat nanti. ━Im YoonA━

===================================♥====================================

Horeee akhirnya selese juga ff oneshoot pertamaku ini, fiuh..#nyeka keringet. Buat yang bingung bacanya, ini keterangannya..
-    Ini ff aku ambil dari sudut pandang author pov ya..
-    Yang tulisan cetak miring itu artinya flashback
-    Yang tulisan warna merah itu surat yang dikirim YoonA untuk Siwon di surga
Otteohkae? Jelek? Gaje? Sepertinya memang begitu -_- . Ini ff aku buat selama ±7 jam loh.. #rekor buat saya. Jadi, tolong hargai ya... Ditunggu kritik dan sarannya juga.. Jangan lupa tinggalkan jejak. Gomawo yang udah mau baca..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar