Halaman

SNSD

SNSD

Kamis, 28 Juni 2012

[FF] I’m Worried About You... (Oneshoot)

Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : Cho Kyuhyun
          Seo Joo Hyun
Genre : Romance, Sad
Length : Oneshoot
============================♡========================
    Disaat kita akan bersatu, kenapa kau pergi terlebih dahulu? Pergi tanpa sepengetahuanku. Kau tahu? Aku justru akan lebih sakit jika seperti ini.
============================♡========================
    Seorang gadis kecil bernama Seo Joo Hyun atau yang akrab dipanggil Seohyun, dia bekerja di salah satu toko buku di daerah Busan. Dia memiliki seorang kakak laki-laki manis, lucu dan pintar memasak. Kakaknya itu bernama Ryeowook. Pada suatu hari, kakaknya itu memperkenalkan Seohyun dengan sahabatnya, Cho Kyuhyun. Dan disanalah kisah cinta terjadi...
“Kyuhyun-ssi, kau mau tidak aku kenalkan dengan adikku? Dia itu sangat cantik, manis, lucu, pintar, dan juga pintar memasak. Sama sepertiku tentunya... mau tidak?” tawar Ryeowook pada sahabatnya
“Hmm, apakah dia itu seperti tipeku hyung?” jawab Kyuhyun
“Mmm, mungkin seperti itu... Ayolah, mau ya??”
“Baiklah, kapan hyung akan memperkenalkan aku?”
“Bagaimana kalau hari ini?”
“Mwo? secepat itukah? Apakah tidak bisa besok hyung? Aku masih belum siap...” ujar Kyuhyun dengan muka memerah
“Haha. Ya! Mukamu itu seperti udang rebus tahu! Yasudah, besok. Aku akan memberitahukan adikku...”
“Ya! Jangan! Biar jadi kejutan saja...”
“Baiklah kalau itu memang maumu. Ayo kita pulang”
“Ne...”

Keesokan harinya

“Kau sudah siap Kyu?”
“Ne..” ujarnya mantap
“Baiklah, ayo!”
“Kemana?”
“Tempat dia bekerja. Wae?”
“Ahh, anio..”
“Yasudah, ayo!”

Sesampainya di toko buku tempat bekerja Seohyun, dari luar mereka berdua sedang memperhatikan Seohyun yang sedang asik bekerja. Neomu yeoppo... batin Kyu.
“Otteohkae? Kau mau masuk?” tanya Ryeowook
“Ne...” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari Seohyun
“Ya! Sadarlah!!” kata Ryeowook sambil menepuk punggung Kyuhyun
“Aww! Hyung, kau ini benar-benar!!”
“Mwo? ayolah, kita masuk!”
KRING!
“Annyeong, selamat datang di... Ahh, oppa? Sedang apa oppa disini? Apa oppa mau membeli buku? Bukankah buku-buku dirumah masih banyak? Atau oppa mau menghambur-hamburkan uang? Omo...” kata Seohyun panjang lebar
“Aishh, kau ini. Ani, aku kesini bukan mau membeli atau menghambur-hamburkan uang. Dasar pabo!” jawab Ryeowook
“Mwo? pabo? Jika aku pabo, aku tidak mungkin bekerja disini oppa..”
“Aishh, sudahlah. Hey, apa kau punya waktu? Aku mau berbicara denganmu..”
“Hmm, ada. Memangnya mau berbicara apa?”
“Sudahlah. Ayo!”
“Kita mau kemana?”
“Taman”
“Mwo? tapi waktu istirahatku tidak lama oppa..”
“Aku hanya membutuhkanmu sebentar saja.. apa itu masalah?”
“Ani. Yasudah oppa mau bicarakan apa denganku?”
“Ini, aku mau memperkenalkan kau dengan temanku”
“Ahh, an-an-annyeong. Cho-Cho, Cho Kyuhyun imnida..” ujar Kyuhyun terbata-bata
“Ne, annyeong. Seo Joo Hyun imnida.. senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi..”
“Mwo? Kyuhyun-ssi? Ya! Dia ini lebih tua darimu. Sopanlah sedikit!” tegas Ryeowook
“Gwenchana hyung. Diakan tidak tahu..” ucap Kyuhyun
“Baiklah, aku kembali dulu ya. Waktuku sudah habis. Bye oppa...”
“Ne... bekerjalah yang giat Seo!” ucap Ryeowook
“Otteohkae? Apa kau tertarik dengannya?” tanya Ryeowook
“Ne. Hyung, bantu aku untuk mendekatinya...”
“Tidak masalah. Kau datanglah setiap hari ke toko buku itu dan belilah buku-buku disana. Sambil membeli, kau juga bisa bercakap-cakap dengannya setiap hari. Dengan begitu, kau juga bisa berduaan dengan adikku setiap hari...”
“Hmm, tapi hyung, pada kenyataannya, aku tidak suka membaca... hehe. Jadi ya percuma saja aku membeli tapi tidak dibaca”
“Ya! Kau ini! Mau dekat dengan adikku tidak?”
“Baiklah. Besok aku akan kembali”

Malam harinya di rumah Kyuhyun

“Kyu, apa penyakitmu itu sudah semakin parah? Umma dengar belakangan ini kau tidak kontrol ke dokter. Apa kau tidak apa-apa?” tanya umma Kyuhyun
“Nan gwenchana umma. Akhir-akhir ini aku tidak kontrol itu juga karena aku memang tidak merasakan apa-apa pada tubuhku. Jadi, umma jangan terlalu khawatir...”
“Tapi, kenapa mukamu kelihatan pucat kyu? Kau benar baik-baik saja?” tanya appa Kyuhyun
“Jinjja? Ah, mungkin karena aku kelelahan appa. Sudahlah appa, umma, jangan terlalu dipikirkan. Aku masuk dulu ya...”

Keesokan harinya

Kyuhyun mendatangi toko buku tempat Seohyun bekerja. KRING!
“Annyeong haseyo, ada yang bisa... Ah, Kyuhyun oppa? Sedang apa oppa disini? Ingin membeli buku?” sapa ramah Seohyun
“Tentu saja, aku kan datang ke toko buku bukan ke toko baju... Oh iya, bisakah kau membantuku mencari sebuah buku? Aku mencarinya ke toko buku manapun tidak ada, mungkin disini ada?” tanya Kyuhyun sambil celingukan
“Mm, memangnya oppa mencari buku apa? Ayo sini aku bantu..”
“Aku mencari buku karya Park Hyo Ri, judulnya...” ucap Kyuhyun sembari berfikir “Because of You” lanjutnya
“Ah, bukankah itu buku yang sedang terkenal sekarang? Ne, memang hanya di jual di toko buku ini oppa. Sini aku antarkan”
“Ini, ini yang oppa cari kan?”
“Ne, ahh gomawo Seo-ah.. aku akan membelinya”
“Baiklah, mari ke kasir”
                               -------
“Gomawo Seo-ah sudah membantuku... Kalau tidak ada kau, aku mungkin tidak akan menemukan buku ini” ujar Kyuhyun
“Ne, cheonma. Datang lagi ya oppa...” ucap Seohyun sambil melambaikan tanganketika Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan Ryeowook
“Bagaimana? Apa kau sudah mendatanginya lagi?” tanyanya
“Ne. Aku bahkan membeli buku ini” ujarnya sambil memperlihatkan buku yang dibelinya
“Ne ne. Tapi, kenapa wajahmu pucat begitu? Apa kau sakit? Atau, penyakitmu itu kambuh lagi?”
“Anio hyung, kalau penyakitku itu kambuh lagi, mungkin aku sudah mati sekarang. Sudahlah aku pulang ya...” tapi tiba-tiba. BRUK!. Kyuhyun jatuh pingsan. Dengan segera Ryeowook membawa Kyuhyun ke rumah sakit

Di rumah sakit

“Maaf pak, bu. Penyakit anak anda kini sudah semakin parah. Kenapa belakangan ini dia tidak kontrol? Bapak dan ibu tahu kan penyakit anak kalian bagaimana? Itu membuat penyakitnya semakin parah. Menurut hasil pemeriksaan kami, umur anak anda hanya sekitar 7 bulan lagi” ujar sang dokter
“Mwo? tu-tujuh bulan lagi? Hah, dokter pasti bercanda. Anak saya itu sangat kuat, dokter tidak bisa mendiagnosa anak saya seperti itu. Anak saya punya masa depan, dok!” tegas appa Kyuhyun
“Tapi, itulah kenyataan yang sebenarnya pak”
“Hiks hiks. Anakku....”
“Appa, tenanglah.. Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik” ucap umma Kyuhyun
Ryeowook yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka sangat terkejut. Hingga akhirnya dia menangis
“Mwo? 7 bulan lagi? Kyu, kau harus kuat. Kau bilang kau mencintai adikku, kau harus membuatnya bahagia Kyu. Kyu, kau harus kuat!!!” ucapnya
Akhirnya Kyuhyun diperbolehkan untuk pulang. Demi kebaikan anaknya, orang tua Kyuhyun memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun. Kyuhyun merespon
“Sudah kuduga. Appa, umma, aku akan menggunakan sisa hidupku untuk orang yang aku cintai. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku yang tersisa ini”
“Jika itu yang terbaik untukmu, lakukanlah nak. Appa akan mendukungmu” jawab sang appa
“Kamsahamnida appa, umma”

Keesokan harinya

Kyuhyun kembali ke toko buku itu, namun sebelumnya dia bertemu dengan Ryeowook
“Kyu, apa kau sudah tahu?” tanyanya
“Ne hyung. Hyung, aku harap kau bisa merahasiakannya dari Seohyun. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk dia hyung. Aku janji, aku akan membahagiakannya...”
“Aku percaya kyu. Dan akan selalu percaya padamu. Masuklah...”
“Gomawo hyung”

    Akhirnya setiap hari Kyuhyun mendatangi toko buku itu hanya untuk membeli buku-buku yang baginya sama sekali tidak penting, tapi juga ia gunakan itu untuk berbicara dengan Seohyun. Semakin hari buku yang dibeli Kyuhyun di toko buku itu sudah semakin banyak. Kyuhyun bingung akan diapakan buku sebanyak itu. Akhirnya setelah mendapat saran dari orang tuanya, dia pun membuka perpustakaan kecil-kecilan di daerah sekitar rumahnya. Dan dia menamakan perpustakaan itu dengan nama ‘SK Library’, singkatan dari Seohyun-Kyuhyun. Buku-buku yang dibeli Kyuhyun, semua masih baru, sama sekali belum dibaca. Hanya satu buku yang di bacanya, yaitu buku yang pertama kali ia beli di sana, ‘Because of You’. Itupun hanya beberapa lembar saja yang ia baca.

    Di dalam perpusataan itu, Kyuhyun menulis beberapa surat tentang perasaannya kepada Seohyun. Ia tidak mau memberitahukan perasannya itu, karena ia takut akan menyakitinya. Ia takut jika nanti ia akan meninggalkan Seohyun sendirian. Dan ia menyimpan semua surat itu pada sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dia menyimpan kotak itu di sudut ruangan.Dia juga menceritakan seorang Seohyun kepada orang tuanya

    Ternyata tanpa sepengatahuan Kyuhyun, Seohyun juga mencintai seorang Cho Kyuhyun. Dia tidak ingin memberitahukannya. Karena jika ia memberitahukannya, bukan tidak mungkin jika Kyuhyun tidak mencintainya
“Oppa, sepertinya aku mencintai Kyuhyun oppa...” ucap Seohyun malu-malu
“Jinjja? Wahh, sepertinya adikku mulai jatuh cinta lagi. Lalu, kenapa kau tidak memberitahukannya pada Kyuhyun?”
“Aku takut jika Kyuhyun oppa tidak mencintaiku juga”
“Kenapa kau tidak mencobanya dulu? Mungkin saja dia mencitaimu juga..”
“Tidak mungkin. Kalau dia mencintaiku, seharusnya dia sudah memberitahuku sedari dulu”. Ryeowook terdiam
“Oppa. Gwenchana?”
“Ah, ne”
“Kenapa oppa diam? Oppa melamun?”
“Ahh, aniya.. sudahlah, lebih baik kau tidur, ini sudah malam”
“Ne.” Ucap seohyun dengan malas

    3 bulan berlalu. Seohyun dan Kyuhyun menjadi sangat dekat. Tapi, perhitungan dokter salah. Bukan 7 bulan, tapi dalam waktu 3 bulan saja, kondisi Kyuhyun menjadi sangat kritis. Itu membuat orang tua Kyuhyun menjadi sangat sedih. Tapi, Kyuhyun tetap tidak mau mengatakannya pada Seohyun, wanita yang sangat dicintainya. Suatu hari, Kyuhyun tiba-tiba sekarat
“Umma, tolong titipkan surat ini untuk Seohyun” ujarnya lirih
“Ini apa Kyu?” tanya umma Kyuhyun
“Ini adalah surat tentang perasaanku pada Seohyun. Umma, letakkanlah surat ini di pojok ruangan perpustakaanku, di kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan jika nanti Seohyun mencariku dan datang ke rumah, umma tolong beritahu dia untuk datang ke perpustakaanku dan suruh dia membaca semua surat yang ada di kotak itu, terutama surat yang ini”
“Tapi Kyu, kenapa tidak kau katakan saja semua ini pada Seohyun?” tanya umma Kyuhyun
"Umma, biarkan waktu yang menjawab semuanya" Kyuhyun mulai lemas
"Tapi Kyu, bagaimanapun juga Seohyun harus tahu yang sebenarnya..."
"Umma, jebal.."
"Kyu..." belum selesai umma Kyuhyun berbicara, bunyi panjang terdengar dari monitor pendeteksi jantung. Suasana hening seketika. Isak tangis pun mengisi seisi ruangan itu. Kyuhyun, telah tiada.

    3 bulan setelah kepergian Kyuhyun, Seohyun menjadi sangat khawatir. Dia bingung, kenapa Kyuhyun sekarang tidak pernah menghubunginya, kenapa Kyuhyun tidak pernah mengunjunginya lagi. Semua itu masih menjadi pertanyaan besar baginya. Pada suatu hari, Seohyun mengunjungi rumah Kyuhyun dengan membawa sebuket bunga ditangannya. Seohyun mengetahui rumah Kyuhyun, tentu saja dari kakaknya. Sesampainya di rumah Kyuhyun, Seohyun bingung. Kenapa rumahnya sepi? Dan kenapa ada bendera berwarna putih di depan rumah itu? Apakah orang tua Kyuhyun meninggal? Atau, seseorang yang tinggal di rumah Kyuhyun yang meninggal? Itulah pikiran Seohyun. Seohyun akhirnya masuk
“Annyeong haseyo ahjumma. Saya datang ke sini untuk bertemu dengan Kyuhyun, apa Kyuhyun ada ahjumma?” tanyanya pada umma Kyuhyun
“Mwo? Kyuhyun? Apa kau tidak di beritahu oleh teman-teman Kyuhyun?”
“Mwo? Beritahu? Memang ada apa ahjumma?”
“Kyuhyun, Kyuhyun sudah meninggal...” ucapnya lirih
“M-mwo? Meninggal? Ahjumma, ahjumma jangan bercanda. Ini benar rumah Kyuhyun kan?”
“Ani, ahjumma serius. Ngomong-ngomong, kau siapa ya nak?”
“Aku, aku. Aku Seohyun ahjumma. Teman Kyuhyun”
“M-mwo? Seohyun?”
“Ne ahjumma. Anda mengenal saya?”
“Ne, Kyuhyun sering menceritakan tentangmu padaku. Tapi, dia tidak mau memberitahu bagaimana rupamu”
“Tapi, kenapa Kyuhyun oppa tidak memberitahuku ahjumma? Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”
“Ahjumma tidak bisa menceritakannya sekarang, Seohyun. Oh iya, sebelum meninggal, Kyuhyun menitip ahjumma, jika kau mendatangi rumah kami kau di suruh untuk mengunjungi perpustakaan kecilnya yang berada di daerah sini, namanya ‘SK Library’. Itu singkatan dari ‘Seohyun-Kyuhyun’”
“Mwo? kenapa memberinya nama seperti itu?”
“Dia bilang, dia mencintaimu. Makanya dia memberi nama itu. Sekarang, kau pergilah ke sana dan carilah kotak berbentuk hati berwarna merah. Dan juga, bacalah surat yang ada di dalamnya. Terutama surat yang berwarna merah muda”
“Kamsahamnida ahjumma”
Seohyun langsung menuju tempat yang dituju. Sesampainya disana, dia langsung mencari kotak yang dimaksud. Dan dia pun menemukannya di pojok ruangan itu. Dia langsung membuka kotak itu dan membaca semua isi surat yang ada di dalamnya. Tanpa sadar, cairan bening turun perlahan membasahi wajahnya. Seohyun menangis. Dia mengambil surat yang berwarna merah muda itu dan di bacalah surat itu

    Dear Seohyun
Seo, kau mungkin akan kaget jika kau menemukan surat ini. Ya, karena ketika kau menemukannya, itu berarti aku telah tiada. Aku pergi Seo, dan itu tanpa sepengetahuanmu. Jika kau bertanya kenapa aku pergi, aku akan menjawabnya. Aku, terkena kanker otak stadium akhir. Menurut dokter umurku tinggal 7 bulan lagi, tapi dalam waktu 3 bulan saja diriku sudah sangat lemas. Hah, betapa lemahnya diriku ini.
Seo, sebenarnya aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tapi, aku tidak ingin memberitahukannya padamu. Karena apa? Karena aku takut kau akan sedih, aku takut kau akan merasa terhianati karena kepergianku, dan juga aku takut jika kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Aku takut kau tidak akan membalas cintaku. Aku takut semua tentangmu. Tapi, aku lega karena aku sudah menulis semuanya pada semua surat yang ada di kotak itu. Kau tahu? Nan neomu neomu neomu saranghae. Bagaimana denganmu? Apa kau juga memiliki perasaan yang sama? Aku harap begitu, Seo.
Seo, berbahagialah. Aku akan senang jika kau juga senang. Mian jika aku pergi tanpa memberitahumu. Aku tidak memberitahumu karena aku takut kau akan terlalu memperhatikan aku dan tidak memperhatikan dirimu sendiri.
Seo, carilah seseorang yang lebih baik dari diriku. Aku yakin kau akan mendapatkannya karena kau adalah gadis yang baik. Carilah seseorang yang dapat menerimamu apa adanya. Karena yang aku inginkan adalah, kebahagiaan untuk seseorang yang sangat aku cintai. Dan orang itu adalah kau, Seo Joo Hyun. Aku sangat mencintaimu.
                                    Love
                                    Cho Kyuhyun

Lagi-lagi air mata Seohyun turun. Dia menangis semakin keras. Aku juga sangat mencintaimu, oppa... Batinnya.
“Oppa, aku janji. Aku akan bahagia jika itu memang yang kau inginkan dan jika itu akan membuatmu bahagia, aku akan lakukan seperti apa yang kau katakan. Oppa, berbahagialah kau di sana. Aku akan selalu mendo’akanmu...” ucapnya lirih. Senyuman tipis mengembang di bibir manisnya
                        -END-
    Akhirnya ff ini keluar juga. Sebelumnya gomawo buat Molly, udah ngebolehin aku gantiin posisinya untuk ngalnutin ff ini :D. Oh iya, aku bikin ff ini dalam rangka ulang tahun Seohyun unnie yang ke-21. Saengil chukkae unnie ^-^. Buat yang nunggu kelanjutan dari ff First Meet, sabar ya chingu.. aku lagi males buatnya :D, lagi kepengen banget buat ff yang oneshoot. Jadi, sabar ya chingu... Sekali lagi gomawo yang udah mau baca ff saya ini. Mian kalo gaje, aneh, dll. Jangan lupa RCL :)

Kamis, 21 Juni 2012

[FF] Saranghaeyo Oppa... (OneShoot)

Halo.. Author gaje dateng lagi nihh.. :D . Kali ini bawa ff lagi dongg #readers : bosen woyy!!, author : biarin, ini blog punya sapa? Aku kan? Yaudah, terserah gua dong :p, readers : -_- author sarap. Okedeh, daripada banyak cincong, mending ini author langsung kasih ffnya. Cekidot!!
Don’t be plagiator!

Author : Kim Yuka
Cast : -    Im YoonA
-    Choi Siwon
-    Yesung as kakak YoonA
Genre : Romantic, Sad
Length : Oneshoot
===================================♥====================================
Tuhan, aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Tolong, izinkan aku untuk memilikinya lebih lama lagi...
===================================♥====================================
     Hari ini salju turun sejak pagi. Orang-orang menjalankan aktifitas seperti biasa dengan menggunakan mantel tebal dan juga payung. Disamping itu di dalam sebuah apartemen, tepatnya pada suatu kamar, terdapat seorang gadis yang sedang berlutut di atas ranjangnya. Sejak belakangan ini dia tidak ingin melakukan apa-apa kecuali menyesali, menangisi dan memegangi sebuah foto yang sangat berarti bagi dirinya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa bulan yang lalu. Di saat dia kehilangan semuanya. Kehilangan kebahagiaan, semangat, dan separuh hidupnya.

“Oppa, aku bahagia sekali. Sebentar lagi kita akan segera bertunangan. Dan itu artinya, oppa hanya milikku seorang..” ucap gadis itu
“Ne. Dan kau hanya milikku seorang. 2 minggu lagi menuju hari itu chagi. Kapan kita akan melakukan semua persiapannya?” jawab sang kekasih
“Bukankah itu semua akan diurus oleh orang tua kita oppa?”
“Kau ini. Kita ini sudah besar. Ini juga akan menjadi menarik apabila kita sendiri yang akan mempersiapkannya. Kita yang bekerja, kita juga yang akan menikmati hasilnya..” ucap sang kekasih sambil tersenyum
“Hmm, kau benar juga oppa. Baiklah, bagaimana kalau mulai besok kita mempersiapkannya?”
“Mwo? Besok? Oppa ada jadwal chagi.. Bagaimana kalau lusa?”
“Hmm, baiklah. Lusa, ya?”
“Ne, oppa janji. Ayo kita pulang” rangkul sang kekasih


    Saat yang ditunggu tiba. Lusanya setelah hari itu mereka berdua berjalan-jalan menyusuri kota Seoul untuk mendapatkan ide untuk tema pesta pertunangan mereka. Hingga akhirnya mereka tiba pada suatu toko dekorasi
“Annyeonghaseo tuan. Ada yang bisa saya bantu?” sapa ramah pelayan toko itu
“Ne, annyeong. Kami ingin memilih tema untuk pesta pertunangan kami. Apa disini ada yang bagus?” jawab gadis itu
“Ah, rupanya pesta pertunangan. Mari ikut saya. Kami mempunyai banyak tema bagus untuk pesta pertunangan untuk kalian. Mari silahkan..”
Mereka bertiga menuju suatu ruangan yang terdapat banyak sekali backround, sangat indah.
“Oppa, bagaimana kalau ini?” tanya gadis itu. Sebuah backround yang dipilih dengan dekorasi sangat mewah. Dimana-mana terdapat bunga berwarna merah. Dengan panggung yang sangat megah. Namun, sang kekasih menjawab “Ani chagi, itu terlalu norak. Mm, bagaimana kalau yang ini?” sembari menunjuk backround dengan dekorasi simple. Berwarna putih bersih, kursi-kursi para tamu undangan berwarna putih dengan panggung yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Benar, sederhana.
“Oppa, bukankah itu terlalu simple?”
“Kau benar chagi. Permisi, apakah tidak ada yang lain selain yang disini?” tanya sang kekasih pada pelayan itu
“Tentu. Kami masih memiliki satu tema yang sangat bagus. Belum pernah dipilih oleh siapapun. Dan kami spesial memberikannya pada kalian. Mari ikut saya” jawab sang pelayan. Lalu, mereka di bawa ke dalam suatu ruangan. Ruangan yang sangat megah dengan backround tema pesta pertunangan berwarna putih dengan sedikit balutan warna biru soft. Benar, warna kesukaan mereka. Disana terpampang sebuah pesta yang sederhana. Dengan panggung yang yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil. Dengan warna backround biru soft dengan sedikit warna putih di sekitarnya. Di atas bagian depan panggung tersebut terdapat hiasan nama pasangan yang berbahagia hari itu. Di samping panggung tersebut terdapat bunga mawar merah dengan hiasan berwarna biru. Juga untuk kursi para tamu undangan, berwarna biru soft. Dan juga tempatnya yang terletak di samping danau yang paling indah di Korea Selatan. YoonA dan Siwon terpana melihatnya
“Oppa, indah sekali..” ucap YoonA kagum
“Ne chagi, apa kita akan memilih ini?” jawab Siwon
“Why not? Ini sangat indah..” ucap YoonA tanpa mengalihkan pandangannya dari foto backround tersebut
“Baiklah, kami pilih yang ini” ucap Siwon akhirnya pada sang pelayan
“Arraseo. Silahkan kalian mengisi formulir di kasir depan” ujar pelayan santun
“Ne, kamsahamnida agassi”
Setelah mereka mengisi formulir tersebut, mereka keluar dari toko tersebut. Sebelum itu, sang pelayan menghampiri mereka
“Mian, agassi. Topimu tertinggal di dalam” ucap sang pelayan sembari mengembalikan topi itu
“Ah, ne. Kamsahamnida agassi. Mian merepotkanmu..” jawab YoonA
“Gwenchana. Kalian sangat cocok agassi. Dan tema yang kalian pilih juga sangat cocok. Kalian tidak salah pilih”
“Jinjja? Ahh, kamsahamnida agassi. Aku harap nanti akan berjalan dengan lancar. Mohon do’anya..” kata YoonA
“Ne, geurom agassi. Hati-hati di jalan..”
“Ne, annyeong..” ucap YoonA sembari melambaikan tangan
“Kau ini. Bisa-bisanya kau seceroboh itu” kata Siwon
“Namanya juga manusia oppa. Biarpun begitu, aku juga kekasih oppa-kan?” ujar YoonA sambil tertawa. “Oppa, aku lapar. Bagaimana kalau kita makan dulu?” lanjutnya
“Jinjja? Aku juga lapar. Baiklah, ayo kita makan dulu”. Dan merekapun mendatangi sebuah café. ketika mereka telah selesai makan..
“Yoon, bagaimana kalau kostumnya kau saja yang merancangnya? Bukankah itu akan lebih spesial lagi?” usul Siwon
“Kau benar oppa. Tapi, apakah bisa dalam waktu 2 minggu ini akan selesai?”
“Percayalah, kalau kau rajin, pasti akan selesai. Arra?”
“Ne oppa. Aku akan berusaha. Baiklah, dekorasi sudah, kostum sudah. Sekarang yang kita butuhkan adalah cincin. Ummaku punya kenalan yang mempunyai toko perhiasan. Kita kesana?”
“Baiklah. Kajja!”.
Mereka pun menuju toko perhiasan yang dimaksud. Sesampainya disana, mereka disambut hangat oleh pelayannya
“Annyeonghaseo, selamat datang di toko kami. Ahh, YoonA agassi? Kenapa tidak memberi tahu kami dulu kalau anda mau kesini? Kalau anda memberitaku kami, kami akan mempersiapkan yang spesial untuk anda. Ah, apakah ini kekasih anda? Sangat cocok dengan anda agassi..” ucap pelayan itu panjang lebar
“Kamsahamnida agassi. Kami akan segera melakukan pesta pertunangan. Ini, aku bagikan undangannya. Bagikan juga pada yang lainnya ya. Jangan lupa untuk datang..” jawab YoonA
“Georom agassi. Kami pasti akan datang. Mari saya antar kalian”. Dan mereka pun diantar ke sebuah ruangan yang sangat mewah. Disana terdapat bermacam-macam perhiasan. Setelah lama mereka melihat-lihat, mata YoonA tertuju pada suatu benda yang mengkilap. Sebuah cincin berwarna perak dengan berlian kecil berwarna biru diatasnya
“Agassi, tolong ambilkan yang itu” tunjuknya pada benda yang dimaksud. Dan pelayan itu mengambilkannya
“Oppa, coba lihat. Manis sekali”
“Ne chagi. Kau suka?”
“Aku suka oppa. Sangat suka. Oppa?”
“Aku juga sangat menyukainya. Sangat manis, kecil dan juga indah. Kau mau mengambil yang ini?”
“Ne oppa. Boleh?”
“Kenapa tidak chagi?”
“Geurae. Kami pilih ini agassi..” ucap YoonA pada pelayan itu
“Pilihan yang tepat agassi. Itu sangat cocok dengan kalian. Baiklah aku akan membungkusnya untuk kalian” jawab pelayan itu.
“Ini cincinnya agassi” ujar sang pelayan sembari memberikan bungkusan kecil itu pada YoonA
“Biar aku yang membayar Yoon..” kata Siwon
“Apa tidak apa-apa oppa? Dari tadi hanya oppa yang mengeluarkan uang”’
“Gwenchana. Lagi pula inikan untuk hari bahagia kita.. Ini uangnya agassi” kata Siwon sambil memberikan uangnya
“Ne. Kamsahamnida. Datang lagi ya..” ucap pelayan itu
“Akhirnya kita dapatkan benda manis ini oppa. Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan? Semuanya sudah kan?” tanya YoonA
“Memang sudah. Bagaimana kalau kita pulang? Hari sudah mulai sore. Dan kau juga harus membuat pakaian untuk kita bukan? Ayo, aku antar kau..”
“Ne oppa”

Saat 1 minggu menuju hari itu, pakaian yang dibuat oleh YoonA telah selesai. Dan YoonA meminta Siwon datang ke rumahnya untuk mencoba pakaiannya. Ting tong. Bel rumah berbunyi, YoonA membukakan pintunya
“Oppa, ayo masuk. Aku akan menunjukannya pada oppa. Oppa tahu? Itu sangat indah” ujar YoonA
“Aku sudah tak sabar ingin melihat bagaimana hasil kerja kerasmu selama ini” ucap Siwon. Merekapun menuju ruangan khusus untuk pakaian. Disana sudah terpampang pakaian yang sangat indah. Pertama, Siwon disuruh YoonA untuk mencoba pakaiannya. Siwon mengambil pakaiannya dan segera menuju kamar ganti. Ketika keluar, Siwon terlihat semakin tampan dengan jas hitam dan kemeja putih ditambah dengan ikat leher berwarna hitam dan celana yang senada.
“Whoahh, oppa kau tampan sekali.. Kau sangat cocok” ucap YoonA sambil merapikan pakaian Siwon
“Sekarang giliranmu. Ayo..” kata Siwon sambil mendorong YoonA untuk masuk ke kamar ganti. Setelah beberapa saat, YoonA pun keluar dengan gaun hitamnya. Rambutnya juga dihias sedemikian rupa agar menarik, dan juga gelang yang terbuat dari batu-batu hias yang menarik juga menambah cantik penampilan YoonA   
“Otteohkae oppa? Apa aku pantas?”
“Pakaian apapun akan pantas jika kau yang memakai Yoon. Kau sangat menarik. Aku tidak salah memilihmu untuk kujadikan kekasih” ucap Siwon sembari mendekati YoonA
“Oppa, lebih baik kau lepaskan bajumu itu. Bukankah itu akan digunakan seminggu lagi? Jangan membuatnya kusut ataupun rusak oppa..”
“Bolehkah aku membawanya pulang?”
“Geurom, itukan milik oppa. Bawa saja.. Oppa mau minum apa?”
“Ani, tidak usah Yoon, aku langsung pulang saja. Aku masih ada kerjaan dirumah”
“Baiklah. Hati-hati oppa..”
“Ne..”
        Siwon pulang dengan tersenyum senang. Namun, senyum itu tidak berlangsung lama. Ketika dia sedang berusaha menyalip sebuah truk di depannya, tanpa disadarinya ada mobil lain yang berlawan arah di depannya. Dan... JEEDEERRR tabrakan pun tak terelakkan. Tubuh Siwon terpental 1km dari tempat kejadian itu. Darah mengucur di sekujur tubuhnya. Pakaian yang hendak ia kenakan saat pertunangan nanti, ikut terbanjiri darah. Tak lama setelah itu, terdengar sebuah ledakan yang berasal dari mobilnya. Terjadilah kebakaran. Siwon yang masih setengah sadar mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya. Dengan tenaga yang masih tersisa, dia berusaha menghubungi YoonA untuk memberitahukan keadaannya. Namun, ketika telefon sudah tersambung, ia merasa matanya semakin samar-samar dan akhirnya menutup matanya ketika petugas Rumah Sakit sudah tiba.
        Polisi yang menemukan telefon Siwon pun berusaha menghubungi siapa saja yang ada hubungannya dengan Siwon. ketika itu pula telefonnya masih terhubung dengan YoonA
“Permisi agassi, ini dari kepolosian lalu lintas. Apakah anda keluarga dari saudara Choi Siwon?” ucap polisi itu
“Ne, saya keluarganya. Ada apa ya pak?” tanya YoonA di seberang sana
“Saudara Choi Siwon telah mengalami kecelakaan parah. Sekarang dia sedang dibawa ke Seoul Hospital, halo? Halo?”
        YoonA yang menerima berita itu kaget dan menjatuhkan telefonnya. Dia menangis. Menangis sekencang-kencangnya. Setelah itu, dia langsung menuju Seoul Hospital. Dengan cepat ia menuju kesana. Dalam perjalanan, dia terus berdo’a untuk Siwon. ketika sampai, dia langsung menuju UGD. Tak sedikit orang yang ditabraknya sehingga menimbulkan teriakan disana. Tapi, YoonA tidak peduli. Yang dia pedulikan hanya Siwon, kekasihnya.
        Lama dia menunggu di depan UGD itu. 1 jam, 2 jam, 3 jam hingga 4 jam dokter baru keluar.
“Dok, bagaimana keadannya? Apa dia baik-baik saja?” tanyanya langsung
“Maaf, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya. Namun, kita hanya bisa menunggu takdir. Apakah dia masih mempunyai waktu untuk hidup, ataukah dia harus berhenti sampai disini. Saat ini keadaannya sangat kritis. Saya harap, anda dapat bersabar. Saya permisi” ucap dokter itu
Menangis. Sekali lagi YoonA menangis. Kali ini sangat kencang. “Seharusnya aku tidak menyuruhnya datang hari ini. Kalau aku tidak menyuruhnya datang, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini.. opppaaaaa....” teriaknya “Mianhae” lanjutnya dengan lemas. Tanpa sadar dia jatuh pingsan.
        Ketika YoonA bangun, dia merasakan pusing yang teramat. Dia bingung sedang berada di mana. Tapi, YoonA langsung teringat dengan kekasihnya yang sedang kritis. Langsung saja dia berlari menuju UGD dan masuk kesana. Disana, terdengar jelas alat pendeteksi jantung yang berdetak. Lemah, sangat lemah bunyinya. YoonA menghampiri Siwon yang terbaring lemah di ranjang. Dan sekali lagi, dia menangis. Dia memegangi tangan Siwon, sembari berdo’a. Beberapa menit kemudian, Siwon sadar. Dan YoonA sangat senang. Dia pun memeluk Siwon.
“Oppa, mianhae. Ini semua karena aku. Kalau saja hari ini aku tidak menyuruhmu untuk datang ke rumahku, pasti semua ini tidak akan terjadi. Mian oppa. Jeongmal mianhae..” ucap YoonA lagi, dan menangis
“Ani, Yoon. Ini semua bukan salah siapa-siapa. Ini sudah menjadi takdirku. Yoon, bisakah aku meminta sesuatu darimu?” ucap Siwon lemah
“Ne. Apa oppa?”
“Aku ingin, kau hidup bahagia. Walau bukan denganku, aku ingin kau hidup bahagia. Kerjakanlah pekerjaanmu dengan baik. Bisakah kau melakukannya untukku Yoon?”
“Ani oppa. Aku tidak bisa bahagia kalau tidak denganmu. Hanya kau yang bisa membahagiakan aku..”
“Aku mohon Yoon..” ucap siwon semakin lemah sambil tersenyum tipis. Tak lama setelah itu, pegangan tangan Siwon melemah. Bunyi panjang terdengar dari alat pendeteksi jantung
“Oppa.. oppa. Oppaaaaaa” YoonA berteriak seakan tidak ingin kehilangan orang yang sangat dicintainya
        Dokterpun masuk dan memeriksa keadaan Siwon. Yoona yang masih syok berusaha ditenangkan oleh suster. “Maafkan kami. Siwon, sudah tiada” ucap dokter itu
“Ani, itu tidak mungkin. Oppaku itu sangat kuat. Dia akan bertahan. Kalian jangan salah mendiagnosis orang!!” bentak YoonA
“Tapi pada kenyataannya, Siwon telah tiada agassi. Lebih baik kau merelakannya” ucap dokter itu sambil berjalan pergi. YoonA jatuh, menangis lagi. “Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi disaat kami akan berbahagia? Akan lebih baik kalau kau mengambil nyawaku juga ya Tuhan!!” isaknya


        Seseorang memasuki kamar YoonA. “Yoon, sampai kapan kau akan begini terus? Kau akan sakit kalau begini terus. Dan Siwon, dia juga akan tersiksa kalau melihatmu seperti itu.. Lebih baik sekarang kau bangkit, dan lanjutkan kehidupanmu yang tertunda itu..” ujar Yesung
“Tapi oppa, apa yang dapat aku lakukan jika tidak ada Siwon oppa disini?” tanya YoonA lirih
“Kau bisa melakukan apapun Yoon. Percayalah..” Yesung menepuk pundak YoonA
“Kau benar oppa. Aku harus bangkit. Aku harus membuat Siwon oppa bangga padaku”
“Nah, itu baru adikku..”

3 tahun kemudian...

“Ahh, aku lelah sekali..” ucap YoonA sambil meregangkan tangannya
“Ini, kau minum dulu. Apa pekerjaanmu sangat banyak hari ini?” ucap Yesung sembari menyodorkan minuman
“Bukan hanya hari ini oppa. Tapi beberapa bulan ini. Aku sampai tidak punya waktu untuk beristirahat”
“Namanya juga tuntutan pekerjaan. Kau harus semangat Yoon.. Yoon, apa kau tidak mengunjungi makam Siwon? Bukankah hari ini tahun ke-3 dia pergi?” ucap Yesung lirih. Ia takut akan menyakiti hati adiknya
“Ahh, kau benar oppa. Aku sampai lupa kalau hari ini adalah hari kematian Siwon oppa. Gomawo oppa. Aku pergi dulu..”
“Hati-hati Yoon..”
                ==♥==
R.I.P Choi Siwon
“Oppa, apa kabarmu disana? Hari ini tepat tahun ke-3 kau meninggalkan aku sendiri. Apa kau bahagia oppa? Kau lihatkan? Aku telah melakukan keinginan terakhirmu itu dengan baik. Apa kau bahagia? Kau benar oppa. Aku harus bahagia agar kau juga bahagia. Tapi, kenapa kau pergi begitu cepat? Kita bahkan meninggalkan pertunangan kita. Oppa, aku merindukanmu. Aku merindukan senyummu, tawamu, dan suaramu..” tanpa sadar YoonA terisak “Oppa, ini aku berikan kau bunga. Ku harap oppa bisa bahagia di sana. Dan aku harap, aku bisa bertemu denganmu lagi di surga..” bunga-bunga di pemakaman itu berguguran seraya mengerti bagaimana perasaan YoonA saat ini. Indah, suasana yang sangat indah. YoonA pun pulang dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

    Oppa, saranghaeyo.. Aku mencintaimu, dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun. Meskipun engkau telah tiada, tapi kenangan kita berdua tidak akan pernah aku lupakan. Semuanya, tanpa terkecuali. Oppa, kenapa kau  begitu cepat pergi? Kenapa aku tidak dengan cepat menyusulmu kesana? Oppa, kau tahu? Aku sangat tersiksa jika kau tidak ada disini. Kau tahu? Aku hampir saja bunuh diri jika saja Yesung oppa tidak menyadarkanku. Kau senang, atau sedih jika aku melakukan hal bodoh itu oppa? Senang karena aku akan menjemputmu, atau sedih karena aku harus meninggalkan orang-orang yang masih mencintaiku di dunia ini? Oppa, aku harap kau membaca surat dariku ini. Jika kau membacanya, aku harap kau juga akan membalasnya suatu saat nanti. ━Im YoonA━

===================================♥====================================

Horeee akhirnya selese juga ff oneshoot pertamaku ini, fiuh..#nyeka keringet. Buat yang bingung bacanya, ini keterangannya..
-    Ini ff aku ambil dari sudut pandang author pov ya..
-    Yang tulisan cetak miring itu artinya flashback
-    Yang tulisan warna merah itu surat yang dikirim YoonA untuk Siwon di surga
Otteohkae? Jelek? Gaje? Sepertinya memang begitu -_- . Ini ff aku buat selama ±7 jam loh.. #rekor buat saya. Jadi, tolong hargai ya... Ditunggu kritik dan sarannya juga.. Jangan lupa tinggalkan jejak. Gomawo yang udah mau baca..

Senin, 18 Juni 2012

[LIRIK] Super Junior - Opera (Korean, Japanese, English trans.)



Korean Version:

[Siwon] Ratin, Ratin swipji anheun eoneo-deulleo tto hokeun keukjeok, keukjeok
Story-e ppachyeo-deulgo
[Kyuhyun] Kajang bissan useul useul ipgo Euwa chom tteolmyeon-seo keukjang-ee kajang
Chu-eun chwaseok-e manchokan neo

Yeokin dareuda

*Ne show Ne show Opera norae haneun opera chumchuneun ne opera
Neomu chu-eunikka cheongdam-eun igeonikka
Ne show Ne show Opera nega mandeun opera sesang meotjin opera
Ike chu-eunikka da kibon chu-eunikka
**neomu chu-eunikka cheongdam-eun igeonikka Ike chu-eunikka da kibon chu-eunikka

[Donghae] Mudae wi keu chanranhan jomyeong-arae-ro eokkae wi sse sseutachyeo
Naeri-neun keu kalchae sok-edo
[Ryeowook] Modu-ga hanbeon jjeum kkum kkun sarang, paeshin-kkajido yi chabeun 3bon,
4bon keu an-e dae itdago baro yeokida

Ne show Ne show Opera norae haneun opera chumchuneun ne opera
Neomu yumyeonghaeseo da michyeodeul bonikka
Ne show Ne show Opera nega mandeun opera sesang meotjin opera
Neomu meoshisseoseo da ulgo nanrinikka
Neomu yumyeonghaeseo da michyeo bonikka
Neomu meoshisseoseo da ulgo nanrinikka

[Kyuhyun] Swipjineun anhji na somi cha maldo mot hal ttaega isseo ne mami wonhan keol
Chocha mukeo-un sut beoseo beoseo
[Eunhyuk] Mochart(mozart), Handen, biche keu sokee eomcheong nan yaeki ga hana-do
Bureopji anhke nega da boyeochulke chal bwa

*Repeat
**Repeat

Neomu chu-eunikka cheondameun ikeonikka

Japanese Version :

Nante nante kageki na shichuēshon
Sarani motto motto hamat te shimau daro
Sa ii kai masu masu miwaku na imēji
Kimi wa suikoma re tada mitasa re

Sa ii kai

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Ne ii kara kūru ni iko u ka
Sa ii kara kore ga ii kara

Sashi komu hikari no shita de wa
Kimi no ai made mo kasuka ni ni ji mu
Sou sa
Shuyaku wa akumademo boku de
Issai no yousha mo nai kimi o tokasu

Sa ii kai

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii nara! Hīto ni shiyo u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Zenbu ii kara!

Ne ii nara! Hīto ni shiyo u ka!
Sa ii kara! Zenbu ii kara!

Tokimeki wa itsumo totsuzen yattekuru
Kara yaburu yuuki naku sa nai de zutto zutto
Mōtsaruto , hen deru , vīze
Kotoba wa naku tatte
Kimi ga omou yori kimi ni niau opera

Nice show! Nice show! Opera!
Odoru yo opera utau yo opera
Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Nice show! Nice show! Opera!
Kiwadoi opera taito na opera
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Ne ii kara! Kūru ni iko u ka!
Sa ii kara! Kore ga ii kara!

Sa ii kara! Zenbu ii kara!
Translation :

Latin, latin- with difficult languages
We fall into extreme, extreme storylines
Wearing the most expensive clothes and pretending to be elegant
You’re satisfied with the most expensive seats in the opera house
It’s different here

My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so good, the answer is this
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
This is so good, everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer
Because this is good
Because everyone feels good

Underneath the shining lights on stage
In the midst of the applause pouring over my shoulders
There is love that everyone once dreams of, even betrayal
In that short 3-4 minutes, everything is there
Right here

*My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so famous that everyone goes crazy
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
It’s so spectacular that everyone cries and makes a big deal
It’s so famous that everyone goes crazy
It’s so spectacular that everyone cries and makes a big deal
It’s not easy- sometimes I can’t even talk because I’m out of breath
I try to do what you want and take this heavy suit off
Mozart, Handel, Bizet- all of their amazing stories
Have nothing on me- I’ll show you everything; watch closely

My show, my show, opera
Singing opera, dancing opera
It’s so good, the answer is this
My show, my show, opera
The opera that I made
The best opera in the world
This is so good, everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer
Because this is good
Because everyone feels good
Because it’s so good
Because this is the answer

cr. : Zhy's blog

[LIRIK] Astrid feat. Tim - Saranghamnida

Annyeong, kali ini aku mau posting lirik lagunya Tim oppa feat. Astrid unnie ya.. Bagi aku, lagu ini berbekas banget deh sumpah :o #curcol. Makannya aku posting :D #alasan yg tak jelas-_-. Lagunya bagus deh :D. Ini juga merupakan soundtrack dari drama Korea-Indonesia yang judulnya Saranghae, gatau deh kapan mulainya. Katanya sih bulan Juni ini.. :D. Okedeh, aku malah curcol-_- #author ngaco. Ini dia liriknya..

====================================♬=====================================

(Astrid) Mengapa engkau tega mencuri hatiku
Tanpa seijin aku lebih dulu
Memaksaku membuatku
Lemah tak berdaya
Geude saranghamnida

(Tim) Nabbayo cham geudaeraneun saram
Heorakdo eopsi wae naemam gajyeoyo
Geu dae ttaemune nan himgyeoge salgoman itneun de
Geu daen moreujanayo

(Astrid) Aku bahkan tidak seindah
Ku tak seindah kedipan matamu
Tapi dapatkah kau berikan senyummu untukku
Walau itu bukan cinta

Tapi aku memohon

(Tim) Birok sarangeun anirado
Eonjenga hanbeonjjeumeun dorahbwajugetjyo
(Astrid) Aku menunggumu sampai akhir
(Tim) Oneuldo chama motan gaseumsok hanmadi
(Astrid) Hanya satu kata
(Astrid & Tim) Geudae saranghamnida

(Astrid)Kemarin aku tertidur
(Tim) Geudael geurida jamdeureotnabwayo
(Astrid) Ketika aku terbangun air mataku jatuh
(Tim) Sirin geudaeireum gwa

(Astrid) Lalu aku memohon

(Tim) heotdoen baraembbunin nakseoman
Eonjenga hanbeonjjeumeun dorahbwajugetjyo
(Astrid) Aku menunggumu sampai akhir
(Tim) Oneuldo chama motan gaseumsok hanmadi
(Astrid) Hanya satu kata
(Astrid & Tim) Geudae saranghamnida

(Astrid) Kali ini aku melihatmu lagi
(Tim) Geudae dwitmoseubeul barabomyeo
(Astrid & Tim) Heureuneun
(Tim) Nunmulcheoreom sorieopneun geumal
(Astrid) Bagai air mata
(Astrid & Tim) Guede saranghamnida


===================================♬=====================================
Otteohkae? Baguskan lagunya chingu? Haha :D. Setelah ini, aku mau ngepost lirik lagunya Suju yg Opera Jap. ver. yaa.. :D

Rabu, 13 Juni 2012

[FF] First Meet Chapter 2

Annyeong saya datang lagi dengan membawa kelanjutan dari ff saya yang berjudul ‘First Meet’. Hayoo, siapa yang penasaran dengan nasib Yuri selanjutnya? Ikuti terus ya kelanjutannya..
Don’t be plagiator!

Author: Kim Yuka
Cast :
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Tiffany Hwang
Kwon Yuri
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.

      Aku masih tidak mengerti. Kenapa kau menyukaiku padahal akhirnya kau yang menghancurkan hatiku hingga seperti ini. Sampai saat ini aku masih tidak tahu..

Keesokan harinya di Kyunghee University

Donghae sudah menunggu kedatangan Yuri di depan kampus. Saat Yuri dan Tiffany datang..
“Annyeong Yuri-ssi..” sapa Donghae ramah pada Yuri. Yuri kelihatan bingung
“Ne, annyeong Donghae. Apa kau tidak menyapa Fany juga? Diakan bersamaku juga..” jawab Yuri
“Ahh, ne. Annyeong Fany-ssi..” sapa Donghae dengan malas
“Ahh, kamu ngasih salamnya ngga ikhlas gitu! Mendingan ngga usah kasih salam!” seru Tiffany
“Yee, aku juga ngga mau ngasih salam sama kamu kalau Yuri ngga nyuruh aku” jawab Donghae dengan melembutkan nada pada kata ‘Yuri’ di dalamnya
“Sudahlah, lebih baik kau diam saja tuh seperti Leeteuk” tunjuk Tiffany
Leeteuk yang merasa namanya disebut menjadi bingung sendiri dibuatnya
“Ahh, hehe. Sepertinya begitu” kata Leeteuk sedikit nyengir
“Sudahlah, ayo kita masuk. Kita sudah hampir terlambat karena pertengkaran kecil kalian tadi. Kajja!” seru Yuri
“Kajja!” seru Tiffany dan Leeteuk semangat

Yuri pov

Ahh, hari ini sejuk sekali. Tapi, kenapa Donghae berada di depan kampus ya? Omo, dia melihat kearahku. Kenapa dengan hatiku ini? Kenapa jadi berdetak lebih cepat? Tidak biasanya seperti ini
“Annyeong Yuri-ssi” sapanya tiba-tiba padaku. Aku bingung karenanya. Kenapa dia memberi salam hanya padaku? Padahal ada Fany dan Leeteuk disini
“Ne, annyeong Donghae. Apa kau tidak menyapa Fany juga? Diakan bersamaku juga..” jawabku. Aku merasa heran dengannya
“Ahh, ne. Annyeong Fany-ssi..” sapanya pada Fany. Tapi, kenapa nadanya malas begitu ya? Padahal padaku tidak seperti itu
“Ahh, kamu ngasih salamnya ngga ikhlas gitu! Mendingan ngga usah kasih salam!” seru Tiffany. Haha, ini anak banyak maunya juga ternyata
“Yee, aku juga ngga mau ngasih salam sama kamu kalau Yuri ngga nyuruh aku” jawab Donghae. Omo, apa tadi? Sepertinya dia melembutkan nadanya pada namaku
“Sudahlah, lebih baik kau diam saja tuh seperti Leeteuk” tunjuk Tiffany pada Leeteuk. Ya ampun, sedang apa dia tadi? Sepertinya dia bingung akan pertengkaran kecil antara Donghae-Tiffany. Ekspresinya lucu sekali
“Ahh, hehe. Sepertinya begitu” kata Leeteuk. Apa dia sedikit tertawa tadi? Sepertinya iya
Ahh, aku kesal sendiri kalau seperti ini. Lebih baik aku menyuruh mereka masuk daripada tambah panjang masalahnya “Sudahlah, ayo kita masuk. Kita sudah hampir terlambat karena pertengkaran kecil kalian tadi. Kajja!”
“Kajja!” seru Tiffany dan Leeteuk semangat. Syukurlah mereka mau kuajak masuk. Masa bodoh dengan Donghae itu

Yuri pov end

#kelas tiffany dkk

Author pov

“Leeteuk, bolehkah aku duduk di samping Donghae? Sebentar saja” pinta Tiffany pada Leeteuk
“Ya! Mau apa memangnya? Apakah aku tidak boleh tahu?” tanya Leeteuk
“Ya! Ini adalah masalah antara aku dan Donghae tau!” seru Tiffany sambil menjitak kepala Leeteuk
“Ya! Sakit tahu! Sepertinya kau senang sekali menjitak kepala orang ya” kata Leeteuk sembari mengusap kepalanya yang kesakitan itu
“Lebih baik kau minggir daripada kepalamu habis di tanganku!” ancam Tiffany pada Leeteuk sambil mengangkat tangan kanannya yang mengepal. Siap untuk menjitak siapa saja yang ingin dia jitak
“Haishh! Lebih baik aku selamatkan nyawaku” desis Leeteuk sembari menyingkir dari tempat duduknya. Tiffany pun mengganti posisi Leeteuk dengan dirinya
“Hei, aku sudah mendapatkan izin dari Yuri untuk memberikan nomor handphonenya pada kalian. Apa kalian masih menginginkannya?” tanya Tiffany pada Donghae
“Geurae? Gereom, tentu saja aku masih menginginkannya. Tapi, lebih baik kau tidak memberikannya pada Leeteuk. Karen aku tidak ingin dia yang nantinya akan mendapatkan Yuri” jawab Donghae dengan semangat
“Hmm, baiklah. Ini 010-491-4949. Semoga beruntung ya..” kata Tiffany sambil mengerlingkan matanya
“Ini adalah awal dari rencanaku. Tunggu saja akhirnya bagaimana. Hahaha” kata Donghae dalam hatinya
Tteeeeettttttttt. Bel panjang berbunyi, waktunya untuk anak-anak pulang
Yuri sudah menunggu Tiffany di koridor depan
“Hai, ayo kita pulang. Aku lelah sekali hari ini..” ajak Yuri pada Tiffany
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan sebentar? Aku sedang ingin jalan-jalan nih.. ayolahh..”
“Tapi aku sedang tidak ingin Fany-ssi. Kapan-kapan saja yah perginya.. aku lelah sekali hari ini. Dosenku memberi tugas banyak sekali. Otakku pun rasanya ingin pecah” kata Yuri sambil memgang kepalanya
“Yaahh.. yasudahlah. Ayo kita pulang”
“Mian Fany-ssi..”
“Gwenchana Yuri-ssi..” kata Tiffany lembut sembari menyunggingkan senyumnya

Author pov end

Yuri pov

Aigoo, hari ini aku lelah sekali. Ingin rasanya cepat pulang dan beristirahat di kasurku. Ini keterlaluan.
Tteeeeettttttttt. Ahh, untunglah bel cepat berbunyi. Kau menyelamatkanku Tuhan.. lebih baik aku langsung menemui Tiffany dan langsung mengajaknya pulang.
“Hai, ayo kita pulang. Aku lelah sekali hari ini..” ajakku pada Tiffany sesampainya dia dihadapanku
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan sebentar? Aku sedang ingin jalan-jalan nih.. ayolah..” aigoo, apa dia tidak bisa melihat raut wajahku ini? Aku sangat lelah Fany. SANGAT LELAH
“Tapi aku sedang tidak ingin Fany-ssi. Kapan-kapan saja yah perginya.. aku lelah sekali hari ini. Dosenku memberi tugas banyak sekali. Otakku pun rasanya ingin pecah” akhirnya aku berkata seperti itu. Hanya dengan kata-kata seperti itulah dia akan menurut padaku. Dan sepertinya berhasil
“Yaahh.. yasudahlah. Ayo kita pulang” ajaknya. Yess, aku berhasil. Tapi aku merasa kasihan juga dengannya
“Mian Fany-ssi..”
“gwenchana Yul..” katanya lembut dengan senyuman yang menghiasi paras cantiknya. Akhirnya aku pulang. My home, wait me !!

#Rumah Yuri

Ahh, akhirnya aku sampai dirumahku. Aku harus segera mandi untuk menyegarkan pikiranku.

*Malam hari

Beeeppp beeeppp sepertinya handphoneku berbunyi
“Yobseo?”
“Annyeong anakku.. ini ummamu..”
“Ahh, ne umma. Ada apa?”
“Umma rindu padamu. Bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakan? Bagaimana sekolahmu? Kau masih seriuskan? Bagaimana hubungan asmaramu? Sudahkah kau punya pacar?” tanya umma. Aigoo, tanyanya banyak sekali. Tapi tak pa, aku sudah mengingatnya
“Ne umma, aku juga merindukanmu. Kabarku? Ne, baik-baik saja. Umma? Sekolahku? Baik juga, tidak ada masalah. Ne, aku masih sangat serius. Mwo? namjachingu? Aku belum memikirkan itu umma..” jawabku. Haha, umma pasti kaget
“Whoaahh, pertanyaan umma kau jawab dengan cepat dan urut. Apakah daya ingatmu sudah semakin baik? Umma menghargaimu. Kabar umma dan appa baik-baik saja. Ya! Apa kau masih belum mempunyai seorang namjachingu? Apakah kau masih kepikiran dengan mantan kekasihmu? Siapa namanya? Yesung? Ahh iya. Umma harap kau dapat segera mendapatkan pengganti yang lebih baik, Yul” ucap umma panjang lebar. Akupun membenarkan posisi dudukku agar nyaman bertelefon
“Anio umma, bukan karena Yesung oppa aku belum mempunyai pacar. Tapi, aku masih ingin fokus dulu dengan kuliahku, umma. Lagipula tidak ada namja yang aku sukai”
“Geurae? Umma tidak percaya”
“Aishh, yasudah terserah umma saja. Yang punya perasaan kan aku, bukan umma” ucapku meledek
“Ne, arra. Jaga dirimu baik-baik Yul. Umma dan appa tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu”
“Ne umma, algeuseumnida. Tapi, kapan umma kemari? Nan neomu bogoshippeoyo umma” ujarku manja
“Haha, kenapa tidak kau saja yang pulang, hah?”
“Ya! umma! Aku ini sedang sibuk sekali”
“Geurae? Yasudah umma akan bicarakan ini dengan appamu. Sudah ya, jaga dirimu dengan baik Yul. Annyeong”
“Ne umma. Annyeong”
Tak berapa lama setelah umma menelefonku, handphoneku berbunyi lagi. Tapi, kali ini bukanlah telefon, melainkan sebuah sms. Mwo? nomor siapa ini?

From : 070-7479-3989
Annyeong, maaf aku mengganggu waktu istirahatmu. Tapi, aku hanya ingin menyapamu saja. Aku Donghae, kau masih ingat?

Omo, ternyata ini dari Donghae. Mwo? Donghae? Apa Fany sudah memberikannya pada Donghae? Aigoo, cepat sekali

To : 070-7479-3839
Ahh, annyeong. Anio, kau tidak mengangguku. Mwo? hanya menyapa? Tidak elit rasanya. Haha :D . baiklah Donghae,, aku rasa kau tidak punya ingatan seburuk itu, kau tahu?

Nahh, aku sudah membalasanya
Beberapa menit kemudian, handphoneku bergetar lagi. Ahh, Donghae membalasnya

From : 070-7579-3989
Jinjja? Apakah aku tidak elit? Wahh, kau wanita pertama yang mengatakan kata seperti itu padaku :D. Haha, geurae? Aku fikir kau punya. Haha ..

Dan kamipun terus ber-sms ria. Hingga pada akhirnya..

From : Donghae
Hei, apa kau sudah makan, honey ?

Ya! Apa maksudnya ini? Honey? Kenapa dia memanggilku seperti itu? Omo!

To : Donghae
Ya! Kenapa kau memanggilku seperti itu? Apa kau salah kirim, hah?!

From: Donghae
Ani, aku memang mengirimnya untukmu. Kwon Yuri . Aku memanggilmu seperti itu karena wajahmu manis seperti madu dan juga cantik. Apa aku salah sayang? :*


To : Donghae
Ani, banyak orang memang mengatakan sperti itu padaku, tapi kau ini aneh! Ya! Kenapa lagi kau memanggilku seperti itu? Aku paling tidak suka tahu!


From : Donghae
Jinjja? Mianhae, tapi aku ingin sekali memanggilmu seperti itu :(


To : Donghae
Ne, aku hargai, tapi aku paling tidak suka kalau ada orang yang memanggilku seperti itu kecuali itu adalah keluarga atau kekasihku


From : Donghae
Baiklah. Kalau begitu aku ingin menjadi pacarmu agar aku bisa memanggilmu dengan sebutan ‘sayang’. Otteohkae?

Omo, ternyata orang ini nekat sekali. Belum sempat aku membalas sms-nya, ternyata dia mengirim sms lagi

From : Donghae
Aku ini sedang menyukai seseorang. Orang itu cantik sekali, manis, baik pula. Apa kau tahu Yuri-ssi?


To : Donghae
Ani, siapa memangnya? Orang itu pasti pantas untukmu Donghae-ya


From : Donghae
Aku fikir juga begitu. Aku fikir kau tahu siapa orangnya


To : Donghae
Na? Ani, aku sama sekali tidak tahu. Apa itu orang yang aku kenal?


From : Donghae
Ne, kau mengenalinya. Sangat baik malah


To : Donghae
Emm, apa itu Tiffany? Aku sangat mengenal baik dirinya. Dia juga cantik sekali, manis, dan juga baik. Seperti yang kau katakan tadi


From : Donghae
Ani, bukan Tiffany. Tapi..


To : Donghae
Tapi? Nugu-ya? Aku sangat penasaran. Perempuan seperti apa yang dapat merebut hati seseorang sepertimu


From : Donghae
Jinjja? Kau ingin tahu?


To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..


From : Donghae
Neo..

TBC

Horee, virus tbc datang lagi :D. Siapa yang penasaran sama kelanjutan ff yang pertama? #readers : ngga adaaa. Author : -_- . Kalo ada, ini dia kelanjutannya. Ada yang masih penasaran bagaimana reaksi Yuri selanjutnya? Dan, apakah Yuri dan Donghae dapat bersatu? Tunggu part selanjutnya ya.. jangan lupa tinggalkan jejaknya juga .. ^^

Sabtu, 09 Juni 2012

[FF] First Meet chapter 1

Annyeong :D saya datang lagi dengan membawa ff.. kali ini ff-nya aku angkat dari ‘real story’ milik aku sendiri loh. Yah, meskipun ada yang aku ubah, seperti tokoh dan kejadiannya. Tapi intinya sama ko, hehe. Di sini saya digambarkan sebagai Yuri.

Don’t be plagiator !

Author : Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.

    Kau jahat! Apa salahku sehingga kau mempermainkan aku seperti ini? Aku benar-benar mencintaimu, menyayangimu, dan mengasihimu, tapi kenapa sama sekali tidak ada rasa yang sama darimu padaku? Aku mohon, beritahu aku. Apa salahku sehingga kau memperlakukan aku seperti ini..

Yuri pov

Hari ini hari yang cerah untuk berangkat ke sekolah. Hmm, ada kejutan apa ya di hari ini? Entahlah, yang penting aku melakukannya dengan baik. Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Kwon Yuri, usiaku baru menginjak 20 tahun, aku bersekolah di Kyunghee University. Dan aku mempunyai sahabat yang sangat dekat denganku sejak pertama kali kita bertemu, Tiffany Hwang. Kami memang beda kejuruan, tapi komunikasi kami tetap berjalan, sehingga kami sangat dekat seperti ini.
    Hari ini aku harus berangkat pagi. Ahh, untung saja aku tidak ketinggalan bus. Saat aku masuk bus itu, ternyata ada Tiffany juga di sana
“Yuri-ssi!” panggilnya
“Ahh, kau di bus ini juga?” jawabku sembari duduk di sebelahnya
“Ne. Aku saja tidak menyangka kalau kita akan bertemu. Haha” candanya. Benar juga katanya, aku saja tidak menyangka akan bertemu seperti ini. Ini suatu kebetulan yang sempurna. Karena aku jarang sekali bisa satu bus dengan sahabatku yang satu ini
“Iya aku juga berpikiran yang sama sepertimu” kataku
Kamipun berbincang tanpa henti saat perjalanan tadi. Saat tiba di kampus, aku langsung masuk ke kelasku, dan begitu juga dengan Tiffany
Hari ini berjalan dengan baik, sama seperti hari-hariku sebelumnya. Saat pulang, seperti biasa aku dan Tiffany berbicara tentang yang biasa kami bicarakan. Tiba-tiba datang 2 orang laki-laki di depan kami
Anehnya, mereka seperti melawak di depan kami.
“Itu teman satu kelasku..” bisik Tiffany di telingaku
Aku hanya mengangguk menanggapinya
“Hey! Kenalin nih, temanku Yuri, Kwon Yuri” kata Tiffany pada temannya itu
“Annyeong, salam kenal. Aku Leeteuk, ini Donghae” kata salah satu laki-laki itu
“Ne, salam kenal. Aku Kwon Yuri dari jurusan fashion” jawabku dengan lembut
Kamipun berbincang-bincang. Sepertinya aku mulai akrab dengan laki-laki ini.
Saat kami akan pulang, tiba-tiba Tiffany bertanya
“Hey Yuri-ssi! Kau punya film ******** kan? Aku ingin menontonnya. Bolehkan? Yayaya..” kebiasaan sekali ini anak kalau meminta, pasti mukanya sok imut gitu
“Iya iya, kau boleh menontonnya. Besok yah, aku tidak bawa kalau hari ini”
“Baiklah” katanya dengan mata berbinar
“Ayo kita pulang, Yul!” katanya lagi dengan gembira sambil menarik lenganku. Aku hanya menurutinya saja
Keesokan harinya aku berangkat seperti biasa. Namun kali ini aku tidak bertemu dengan Tiffany, sudahlah lagian setiap hari juga kami bersama
Saat di kampus, Tiffany ternyata sudah menungguku
“Bagaimana filmnya? Kau bawa-kan?” tanyanya to the point
“Iya, aku bawa” jawabku
“Ayo masuk” lanjutku

Yuri pov end

Tiffany pov

Saat masuk kelas, ternyata kelas sudah sangat ramai. Hmm, tidak seperti biasanya seperti ini
Tiba-tiba Donghae bertanya padaku
“Fany, temanmu yang kemarin itu cantik ya? Siapa ya namanya?”
“Ahh, kau tertarik yaa? Ne, temanku yang satu itu memang sangat cantik. Namanya Yuri. Begitu saja kau lupa. Dasar kau ini!” jawabku sambil menjitak kepalanya
“Aww! Namanya juga faktor umur..” candanya sembari mengusap kepalanya yang tadi aku jitak
Aku dan Leeteuk yang mendengarnya hanya tertawa
“Oh iya, bolehkah aku meminta nomor handphone-nya? Aku ingin melakukan PDKT dengannya..” lanjut Donghae. Hmm, jarang sekali ini anak bertingkah laku seperti ini
“Molla. Aku harus meminta izin dulu padanya..” jawabku
“Baiklah. Gomawo Fany-ssi” katanya bahagia
“Eh, aku juga dikasih ya..” sambung Leeteuk sambil mengerlingkan matanya
“Iya iya..”
Aku pun mengikuti pelajaran dengan baik, seperti biasanya.
Saat pulang, aku bertemu dengan Yuri
“Yuri, mana filmnya??” kataku to the point
“Iya ini. Mau menonton dimana?” tanyanya
“Di...” kataku sambil mencari tempat yang asik untuk menonton
“Sana!” lanjutku setelah mendapatkan tempat yang bagus
Sebelum kami tiba di tempat yang aku tunjuk tadi, tiba-tiba Donghae dan Leeteuk datang menghampiri kami
“Annyeong..” sapa leeteuk
“Ne, annyeong..” jawabku dan Yuri
Waah, sepertinya mata Donghae tertuju pada Yuri. Dia harus bersabar.
“Kalian tidak pulang?” tanya Leeteuk
“Nanti kami pulangnya. Wae? Apa kau mau mengantar kami?” tanyaku dengan menambahkan sedikit lelucon didalamnya
“Ani. Tapi kalau Yuri, aku mau mengantarkannya..” jawab Leeteuk dengan candaannya yang khas. Yuri yang mendengarnya tertawa. Manis sekali tidak salah kalau Donghae menyukainya

“Yak! Kau ini jahat sekali padaku!” seruku
“Sudahlah, lagi pula aku juga tidak ingin diantarkan” kata Yuri dengan lembut
“Tuh, kau dengar sendiri kan? Yuri tidak mau diantar tau!” seruku lagi
“Yaahh, padahal aku ingin berduaan dengan Yuri..” kata Leeteuk bersedih
Kami tertawa bersama mendengarnya berkata seperti itu
"Eh iya, kapan kita nonton filmnya?” tanyaku pada Yuri
“Ahh iyaa. Sekarang saja..”
“Ini gara-gara kalian tahu!” marahku pada Leeteuk dan Donghae
“kenapa gara-gara kami?” tanya Leeteuk
“Iya, gara-gara kalian, rencana kami untuk menonton film jadi pending!”
“Ohh, mianhae. Aku saja tidak tahu kalau kalian akan menonton film” katanya
“Sudahlah, ayo kita tonton”
“Kita boleh melihatnya juga?” tanya Leeteuk
“Tidak” seruku
Yuri tertawa mendengarnya. Kenapa Donghae tidak mau berbicara ya? Bukankah dia menyukai yuri? Ini adalah saat yang tepat untuk berbicara berdua, ahh dasar pabo!

Tiffany pov end

Donghae pov

Yuri tertawa mendengar Tiffany menolak Leeteuk untuk ikut menonton. Ya ampun, dia cantik sekali, manis sekali. Aku harus mendapatkannya. Tapi, kenapa mulutku ini tidak mau berbicara satu katapun padanya? Padahal aku ingin sekali berbincang dengannya, tapi lidah ini terasa terkunci
Saat Yuri akan mengeluarkan laptopnya dari dalam tas, tak sengaja aku akan memegang tangannya. Lembut sekali.
Omo, Yuri menatapku. Lalu dia tersenyum. Manis sekali
Apa dia tidak marah? Sudahlah.
Kamipun menonton film itu

Donghae pov end

Tiffany pov

“Ya! Kalian ini, kan sudah kubilang, kalian tidak boleh menontonnya bersama kami” seruku
“Tapi aku ingin sekali melihatnya” kata Leeteuk manja
“Aigoo, kau ini sudah tua masih manja-manjaan. Ingat umurmu!”
"Hahaha, tidak apa-apalah..” candanya
“Yasudah, kali ini aku mengizinkan kalian. Tapi lain kali tidak” larangku
“Yaahh” kata Leeteuk dan Donghae bersedih

Tiffany pov end

Yuri pov

Saat kami selesai menonton film itu, kamipun pulang ke rumah masing-masing. Saat di bus
“Ya! Yuri-ssi. Tadi tanganmu dipegang Donghae kan?” tanya Tiffany tiba-tiba. Ya ampuun, apa dia melihatnya tadi? Itukan ketidaksengajaan
“Mm.. ne, tapi itu hanyalah ketidaksengajaan, Fanny-ssi” jawabku malu-malu
“Haha. Oh iya, Donghae dan Leeteuk meminta nomor handphonemu. Bolehkah aku memberikannya?”
“Hmm? Untuk apa?”
“Molla, sepertinya Donghae menyukaimu”
“Hehh, tidak mungkin. Baru saja kemarin bertemu, masa' sekarang sudah main suka saja? Itu tidak mungkin Fanny-sii”
“Kau percaya cinta pada pandangan pertama? Itu, Donghae merasakannya denganmu”
“Ahh, itu tidak mungkin. Aku percaya saja cinta pada pandangan pertama, tapi soal Donghae, aku tidak percaya.”
“Ya sudah kalau tidak percaya. Dia sendiri juga yang mengatakannya padaku”
“Ahh, sudahlah. Sekali tidak percaya, tetap tidak percaya”
“Ya sudah, terserah kau saja. Bagaimana nomornya? Boleh aku memberikannya?”
“Hmm, bolehlah”
“Yasudah, aku akan memberikannya besok. Tapi kalau itu benar, apa kau akan menerimanya?”
“Molla”
“Ayo, terimalah. Kaukan sudah lama tidak berpacaran, lagipula sekarang kau juga sedang membutuhkan seorang pendampingkan?”
“Kau memang benar, tapi aku tidak mudah percaya pada orang yang baru saja aku kenal”
“Yahh, kau ini” katanya. Perbincangan kami berhenti sampai disini karena bus sudah berhenti
“Aku pulang duluan ya. Jaga dirimu Yuri-ssi!” seru Tiffany
“Ne, kau juga”
#kamar Yuri
Ahh, segar sekali setelah mandi. Hmm, apakah benar Donghae menyukaiku? Tapi itu tidak mungkin. Dia belum  mengenal baik diriku, masa iya sih dia menyukaiku? Sudahlah, aku tidak perlu terlalu memikirkannya, lebih baik aku tidur untuk menyejukkan pikiranku.

Yuri pov end

Donghae pov

Ahh, Yuri manis sekali. Aku harus membuat dia menggilaiku, lalu setelah itu aku campakkan dia, haha. Sepertinya diriku memang evil sekali. Ini semua karena aku tertular virus evil dari Kyuhyun, temanku yang terkenal sangat evil itu. Tapi aku senang mempermainkan perempuan. Dan giliran selanjutnya adalah Yuri, Kwon Yuri. Kau harus berhati-hati Yuri-ssi.

Donghae pov end

TBC

Okehh, ff aku akhirnya selesai juga. Aku masih belum bisa buat yang panjang-panjang, jadi maaf yaa.. jangan lupa tinggalkan jejak dong, butuh nih buat nanti perbaikan. Kritik, saran, atau sekedar bilang ‘lanjut’ aja itu udah berharga banget. Jadi, jangan lupa RCL yaa.. gomawo juga yang udah baca.. yang jadi silent riders nanti malem biasnya gamasuk mimpi loh

Jumat, 08 Juni 2012

[NEWS] Super Junior Ditunjuk Jadi Duta Shopping Korea Selatan

Sebagai duta kehormatan Seoul Summer Sale 2012, Super Junior akan aktif mempromosikan Seoul sebagai surga penggemar shopping.

Super Shopping, Super Shows, Super Tours. Popularitas Super Junior sebagai artis Hallyu papan atas membuat mereka ditunjuk sebagai Duta Kehormatan Seoul Summer Sale 2012. Seoul Summer Sale merupakan event tahunan di mana masyarakat bisa mendapat potongan harga atau diskon khusus selama musim panas di Seoul.

Program ini merupakan acara shopping tahunan terbesar di Korea Selatan. Sebagai duta kehormatan, Super Junior akan aktif mempromosikan Seoul Summer Sale untuk menarik minat turis luar negeri supaya berbelanja di negara mereka. Mulai dari pasar tradisional, mall, toko kecantikan, makanan, toko fashion dan lainnya.

Pemerintah juga menyiapkan program menarik bagi para shopaholic yang berbelanja di Seoul. Antara lain ada hadiah perjalanan ke Korea, album Super Junior yang sudah ditanda-tangani masing-masing personil, produk Etude House dan lainnya.

Ini adalah dua kalinya Super Junior ditunjuk sebagai duta kehormatan festival shopping Seoul. Tahun lalu mereka juga menjalankan tugas yang sama dan terbukti efektif bisa mendatangkan lebih banyak turis lokal dan manca negara ke Seoul.
cr. : Yahoo Indonesia