Annyeong :D saya datang lagi dengan membawa ff.. kali ini ff-nya aku angkat dari ‘real story’ milik aku sendiri loh. Yah, meskipun ada yang aku ubah, seperti tokoh dan kejadiannya. Tapi intinya sama ko, hehe. Di sini saya digambarkan sebagai Yuri.
Don’t be plagiator !
Author : Kim Yuka
Cast :
Kwon Yuri
Tiffany Hwang
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
Kau jahat! Apa salahku sehingga kau mempermainkan aku seperti ini? Aku benar-benar mencintaimu, menyayangimu, dan mengasihimu, tapi kenapa sama sekali tidak ada rasa yang sama darimu padaku? Aku mohon, beritahu aku. Apa salahku sehingga kau memperlakukan aku seperti ini..
Yuri pov
Hari ini hari yang cerah untuk berangkat ke sekolah. Hmm, ada kejutan apa ya di hari ini? Entahlah, yang penting aku melakukannya dengan baik. Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Kwon Yuri, usiaku baru menginjak 20 tahun, aku bersekolah di Kyunghee University. Dan aku mempunyai sahabat yang sangat dekat denganku sejak pertama kali kita bertemu, Tiffany Hwang. Kami memang beda kejuruan, tapi komunikasi kami tetap berjalan, sehingga kami sangat dekat seperti ini.
Hari ini aku harus berangkat pagi. Ahh, untung saja aku tidak ketinggalan bus. Saat aku masuk bus itu, ternyata ada Tiffany juga di sana
“Yuri-ssi!” panggilnya
“Ahh, kau di bus ini juga?” jawabku sembari duduk di sebelahnya
“Ne. Aku saja tidak menyangka kalau kita akan bertemu. Haha” candanya. Benar juga katanya, aku saja tidak menyangka akan bertemu seperti ini. Ini suatu kebetulan yang sempurna. Karena aku jarang sekali bisa satu bus dengan sahabatku yang satu ini
“Iya aku juga berpikiran yang sama sepertimu” kataku
Kamipun berbincang tanpa henti saat perjalanan tadi. Saat tiba di kampus, aku langsung masuk ke kelasku, dan begitu juga dengan Tiffany
Hari ini berjalan dengan baik, sama seperti hari-hariku sebelumnya. Saat pulang, seperti biasa aku dan Tiffany berbicara tentang yang biasa kami bicarakan. Tiba-tiba datang 2 orang laki-laki di depan kami
Anehnya, mereka seperti melawak di depan kami.
“Itu teman satu kelasku..” bisik Tiffany di telingaku
Aku hanya mengangguk menanggapinya
“Hey! Kenalin nih, temanku Yuri, Kwon Yuri” kata Tiffany pada temannya itu
“Annyeong, salam kenal. Aku Leeteuk, ini Donghae” kata salah satu laki-laki itu
“Ne, salam kenal. Aku Kwon Yuri dari jurusan fashion” jawabku dengan lembut
Kamipun berbincang-bincang. Sepertinya aku mulai akrab dengan laki-laki ini.
Saat kami akan pulang, tiba-tiba Tiffany bertanya
“Hey Yuri-ssi! Kau punya film ******** kan? Aku ingin menontonnya. Bolehkan? Yayaya..” kebiasaan sekali ini anak kalau meminta, pasti mukanya sok imut gitu
“Iya iya, kau boleh menontonnya. Besok yah, aku tidak bawa kalau hari ini”
“Baiklah” katanya dengan mata berbinar
“Ayo kita pulang, Yul!” katanya lagi dengan gembira sambil menarik lenganku. Aku hanya menurutinya saja
Keesokan harinya aku berangkat seperti biasa. Namun kali ini aku tidak bertemu dengan Tiffany, sudahlah lagian setiap hari juga kami bersama
Saat di kampus, Tiffany ternyata sudah menungguku
“Bagaimana filmnya? Kau bawa-kan?” tanyanya to the point
“Iya, aku bawa” jawabku
“Ayo masuk” lanjutku
Yuri pov end
Tiffany pov
Saat masuk kelas, ternyata kelas sudah sangat ramai. Hmm, tidak seperti biasanya seperti ini
Tiba-tiba Donghae bertanya padaku
“Fany, temanmu yang kemarin itu cantik ya? Siapa ya namanya?”
“Ahh, kau tertarik yaa? Ne, temanku yang satu itu memang sangat cantik. Namanya Yuri. Begitu saja kau lupa. Dasar kau ini!” jawabku sambil menjitak kepalanya
“Aww! Namanya juga faktor umur..” candanya sembari mengusap kepalanya yang tadi aku jitak
Aku dan Leeteuk yang mendengarnya hanya tertawa
“Oh iya, bolehkah aku meminta nomor handphone-nya? Aku ingin melakukan PDKT dengannya..” lanjut Donghae. Hmm, jarang sekali ini anak bertingkah laku seperti ini
“Molla. Aku harus meminta izin dulu padanya..” jawabku
“Baiklah. Gomawo Fany-ssi” katanya bahagia
“Eh, aku juga dikasih ya..” sambung Leeteuk sambil mengerlingkan matanya
“Iya iya..”
Aku pun mengikuti pelajaran dengan baik, seperti biasanya.
Saat pulang, aku bertemu dengan Yuri
“Yuri, mana filmnya??” kataku to the point
“Iya ini. Mau menonton dimana?” tanyanya
“Di...” kataku sambil mencari tempat yang asik untuk menonton
“Sana!” lanjutku setelah mendapatkan tempat yang bagus
Sebelum kami tiba di tempat yang aku tunjuk tadi, tiba-tiba Donghae dan Leeteuk datang menghampiri kami
“Annyeong..” sapa leeteuk
“Ne, annyeong..” jawabku dan Yuri
Waah, sepertinya mata Donghae tertuju pada Yuri. Dia harus bersabar.
“Kalian tidak pulang?” tanya Leeteuk
“Nanti kami pulangnya. Wae? Apa kau mau mengantar kami?” tanyaku dengan menambahkan sedikit lelucon didalamnya
“Ani. Tapi kalau Yuri, aku mau mengantarkannya..” jawab Leeteuk dengan candaannya yang khas. Yuri yang mendengarnya tertawa. Manis sekali tidak salah kalau Donghae menyukainya
“Yak! Kau ini jahat sekali padaku!” seruku
“Sudahlah, lagi pula aku juga tidak ingin diantarkan” kata Yuri dengan lembut
“Tuh, kau dengar sendiri kan? Yuri tidak mau diantar tau!” seruku lagi
“Yaahh, padahal aku ingin berduaan dengan Yuri..” kata Leeteuk bersedih
Kami tertawa bersama mendengarnya berkata seperti itu
"Eh iya, kapan kita nonton filmnya?” tanyaku pada Yuri
“Ahh iyaa. Sekarang saja..”
“Ini gara-gara kalian tahu!” marahku pada Leeteuk dan Donghae
“kenapa gara-gara kami?” tanya Leeteuk
“Iya, gara-gara kalian, rencana kami untuk menonton film jadi pending!”
“Ohh, mianhae. Aku saja tidak tahu kalau kalian akan menonton film” katanya
“Sudahlah, ayo kita tonton”
“Kita boleh melihatnya juga?” tanya Leeteuk
“Tidak” seruku
Yuri tertawa mendengarnya. Kenapa Donghae tidak mau berbicara ya? Bukankah dia menyukai yuri? Ini adalah saat yang tepat untuk berbicara berdua, ahh dasar pabo!
Tiffany pov end
Donghae pov
Yuri tertawa mendengar Tiffany menolak Leeteuk untuk ikut menonton. Ya ampun, dia cantik sekali, manis sekali. Aku harus mendapatkannya. Tapi, kenapa mulutku ini tidak mau berbicara satu katapun padanya? Padahal aku ingin sekali berbincang dengannya, tapi lidah ini terasa terkunci
Saat Yuri akan mengeluarkan laptopnya dari dalam tas, tak sengaja aku akan memegang tangannya. Lembut sekali.
Omo, Yuri menatapku. Lalu dia tersenyum. Manis sekali
Apa dia tidak marah? Sudahlah.
Kamipun menonton film itu
Donghae pov end
Tiffany pov
“Ya! Kalian ini, kan sudah kubilang, kalian tidak boleh menontonnya bersama kami” seruku
“Tapi aku ingin sekali melihatnya” kata Leeteuk manja
“Aigoo, kau ini sudah tua masih manja-manjaan. Ingat umurmu!”
"Hahaha, tidak apa-apalah..” candanya
“Yasudah, kali ini aku mengizinkan kalian. Tapi lain kali tidak” larangku
“Yaahh” kata Leeteuk dan Donghae bersedih
Tiffany pov end
Yuri pov
Saat kami selesai menonton film itu, kamipun pulang ke rumah masing-masing. Saat di bus
“Ya! Yuri-ssi. Tadi tanganmu dipegang Donghae kan?” tanya Tiffany tiba-tiba. Ya ampuun, apa dia melihatnya tadi? Itukan ketidaksengajaan
“Mm.. ne, tapi itu hanyalah ketidaksengajaan, Fanny-ssi” jawabku malu-malu
“Haha. Oh iya, Donghae dan Leeteuk meminta nomor handphonemu. Bolehkah aku memberikannya?”
“Hmm? Untuk apa?”
“Molla, sepertinya Donghae menyukaimu”
“Hehh, tidak mungkin. Baru saja kemarin bertemu, masa' sekarang sudah main suka saja? Itu tidak mungkin Fanny-sii”
“Kau percaya cinta pada pandangan pertama? Itu, Donghae merasakannya denganmu”
“Ahh, itu tidak mungkin. Aku percaya saja cinta pada pandangan pertama, tapi soal Donghae, aku tidak percaya.”
“Ya sudah kalau tidak percaya. Dia sendiri juga yang mengatakannya padaku”
“Ahh, sudahlah. Sekali tidak percaya, tetap tidak percaya”
“Ya sudah, terserah kau saja. Bagaimana nomornya? Boleh aku memberikannya?”
“Hmm, bolehlah”
“Yasudah, aku akan memberikannya besok. Tapi kalau itu benar, apa kau akan menerimanya?”
“Molla”
“Ayo, terimalah. Kaukan sudah lama tidak berpacaran, lagipula sekarang kau juga sedang membutuhkan seorang pendampingkan?”
“Kau memang benar, tapi aku tidak mudah percaya pada orang yang baru saja aku kenal”
“Yahh, kau ini” katanya. Perbincangan kami berhenti sampai disini karena bus sudah berhenti
“Aku pulang duluan ya. Jaga dirimu Yuri-ssi!” seru Tiffany
“Ne, kau juga”
#kamar Yuri
Ahh, segar sekali setelah mandi. Hmm, apakah benar Donghae menyukaiku? Tapi itu tidak mungkin. Dia belum mengenal baik diriku, masa iya sih dia menyukaiku? Sudahlah, aku tidak perlu terlalu memikirkannya, lebih baik aku tidur untuk menyejukkan pikiranku.
Yuri pov end
Donghae pov
Ahh, Yuri manis sekali. Aku harus membuat dia menggilaiku, lalu setelah itu aku campakkan dia, haha. Sepertinya diriku memang evil sekali. Ini semua karena aku tertular virus evil dari Kyuhyun, temanku yang terkenal sangat evil itu. Tapi aku senang mempermainkan perempuan. Dan giliran selanjutnya adalah Yuri, Kwon Yuri. Kau harus berhati-hati Yuri-ssi.
Donghae pov end
TBC
Okehh, ff aku akhirnya selesai juga. Aku masih belum bisa buat yang panjang-panjang, jadi maaf yaa.. jangan lupa tinggalkan jejak dong, butuh nih buat nanti perbaikan. Kritik, saran, atau sekedar bilang ‘lanjut’ aja itu udah berharga banget. Jadi, jangan lupa RCL yaa.. gomawo juga yang udah baca.. yang jadi silent riders nanti malem biasnya gamasuk mimpi loh
hmmm... kok judulnya hampir sama kaya FF nya aku ya??
BalasHapusTapi gpp sih, bagus kok ceritanya... lanjut ya.. :D
gomawo chingu :)
Hapusmian ya kalo judulnya hampir sama.. soalnya aku bingung mau ngasih judul apa yang ngepas sama ceritanya .. :D
okeh deh, aku lagi bikin lanjutannya ko :D
kalo di awal cerita nyong bingung... A sing mana, Y sing mana.. :O (pake huruf belakang)
BalasHapuswkwkwk, yg A itu Leeteuk, yg Y itu Donghae :D
Hapus