Annyeong saya datang lagi dengan membawa kelanjutan dari ff saya yang berjudul ‘First Meet’. Hayoo, siapa yang penasaran dengan nasib Yuri selanjutnya? Ikuti terus ya kelanjutannya..
Don’t be plagiator!
Author: Kim Yuka
Cast :
Lee Donghae
Park Jung Soo (Leeteuk)
Tiffany Hwang
Kwon Yuri
Dan masih banyak tokoh-tokoh yang menjadi cameo di dalamnya
Length: Chapter
Genre: Romantic, Sad, etc.
Aku masih tidak mengerti. Kenapa kau menyukaiku padahal akhirnya kau yang menghancurkan hatiku hingga seperti ini. Sampai saat ini aku masih tidak tahu..
Keesokan harinya di Kyunghee University
Donghae sudah menunggu kedatangan Yuri di depan kampus. Saat Yuri dan Tiffany datang..
“Annyeong Yuri-ssi..” sapa Donghae ramah pada Yuri. Yuri kelihatan bingung
“Ne, annyeong Donghae. Apa kau tidak menyapa Fany juga? Diakan bersamaku juga..” jawab Yuri
“Ahh, ne. Annyeong Fany-ssi..” sapa Donghae dengan malas
“Ahh, kamu ngasih salamnya ngga ikhlas gitu! Mendingan ngga usah kasih salam!” seru Tiffany
“Yee, aku juga ngga mau ngasih salam sama kamu kalau Yuri ngga nyuruh aku” jawab Donghae dengan melembutkan nada pada kata ‘Yuri’ di dalamnya
“Sudahlah, lebih baik kau diam saja tuh seperti Leeteuk” tunjuk Tiffany
Leeteuk yang merasa namanya disebut menjadi bingung sendiri dibuatnya
“Ahh, hehe. Sepertinya begitu” kata Leeteuk sedikit nyengir
“Sudahlah, ayo kita masuk. Kita sudah hampir terlambat karena pertengkaran kecil kalian tadi. Kajja!” seru Yuri
“Kajja!” seru Tiffany dan Leeteuk semangat
Yuri pov
Ahh, hari ini sejuk sekali. Tapi, kenapa Donghae berada di depan kampus ya? Omo, dia melihat kearahku. Kenapa dengan hatiku ini? Kenapa jadi berdetak lebih cepat? Tidak biasanya seperti ini
“Annyeong Yuri-ssi” sapanya tiba-tiba padaku. Aku bingung karenanya. Kenapa dia memberi salam hanya padaku? Padahal ada Fany dan Leeteuk disini
“Ne, annyeong Donghae. Apa kau tidak menyapa Fany juga? Diakan bersamaku juga..” jawabku. Aku merasa heran dengannya
“Ahh, ne. Annyeong Fany-ssi..” sapanya pada Fany. Tapi, kenapa nadanya malas begitu ya? Padahal padaku tidak seperti itu
“Ahh, kamu ngasih salamnya ngga ikhlas gitu! Mendingan ngga usah kasih salam!” seru Tiffany. Haha, ini anak banyak maunya juga ternyata
“Yee, aku juga ngga mau ngasih salam sama kamu kalau Yuri ngga nyuruh aku” jawab Donghae. Omo, apa tadi? Sepertinya dia melembutkan nadanya pada namaku
“Sudahlah, lebih baik kau diam saja tuh seperti Leeteuk” tunjuk Tiffany pada Leeteuk. Ya ampun, sedang apa dia tadi? Sepertinya dia bingung akan pertengkaran kecil antara Donghae-Tiffany. Ekspresinya lucu sekali
“Ahh, hehe. Sepertinya begitu” kata Leeteuk. Apa dia sedikit tertawa tadi? Sepertinya iya
Ahh, aku kesal sendiri kalau seperti ini. Lebih baik aku menyuruh mereka masuk daripada tambah panjang masalahnya “Sudahlah, ayo kita masuk. Kita sudah hampir terlambat karena pertengkaran kecil kalian tadi. Kajja!”
“Kajja!” seru Tiffany dan Leeteuk semangat. Syukurlah mereka mau kuajak masuk. Masa bodoh dengan Donghae itu
Yuri pov end
#kelas tiffany dkk
Author pov
“Leeteuk, bolehkah aku duduk di samping Donghae? Sebentar saja” pinta Tiffany pada Leeteuk
“Ya! Mau apa memangnya? Apakah aku tidak boleh tahu?” tanya Leeteuk
“Ya! Ini adalah masalah antara aku dan Donghae tau!” seru Tiffany sambil menjitak kepala Leeteuk
“Ya! Sakit tahu! Sepertinya kau senang sekali menjitak kepala orang ya” kata Leeteuk sembari mengusap kepalanya yang kesakitan itu
“Lebih baik kau minggir daripada kepalamu habis di tanganku!” ancam Tiffany pada Leeteuk sambil mengangkat tangan kanannya yang mengepal. Siap untuk menjitak siapa saja yang ingin dia jitak
“Haishh! Lebih baik aku selamatkan nyawaku” desis Leeteuk sembari menyingkir dari tempat duduknya. Tiffany pun mengganti posisi Leeteuk dengan dirinya
“Hei, aku sudah mendapatkan izin dari Yuri untuk memberikan nomor handphonenya pada kalian. Apa kalian masih menginginkannya?” tanya Tiffany pada Donghae
“Geurae? Gereom, tentu saja aku masih menginginkannya. Tapi, lebih baik kau tidak memberikannya pada Leeteuk. Karen aku tidak ingin dia yang nantinya akan mendapatkan Yuri” jawab Donghae dengan semangat
“Hmm, baiklah. Ini 010-491-4949. Semoga beruntung ya..” kata Tiffany sambil mengerlingkan matanya
“Ini adalah awal dari rencanaku. Tunggu saja akhirnya bagaimana. Hahaha” kata Donghae dalam hatinya
Tteeeeettttttttt. Bel panjang berbunyi, waktunya untuk anak-anak pulang
Yuri sudah menunggu Tiffany di koridor depan
“Hai, ayo kita pulang. Aku lelah sekali hari ini..” ajak Yuri pada Tiffany
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan sebentar? Aku sedang ingin jalan-jalan nih.. ayolahh..”
“Tapi aku sedang tidak ingin Fany-ssi. Kapan-kapan saja yah perginya.. aku lelah sekali hari ini. Dosenku memberi tugas banyak sekali. Otakku pun rasanya ingin pecah” kata Yuri sambil memgang kepalanya
“Yaahh.. yasudahlah. Ayo kita pulang”
“Mian Fany-ssi..”
“Gwenchana Yuri-ssi..” kata Tiffany lembut sembari menyunggingkan senyumnya
Author pov end
Yuri pov
Aigoo, hari ini aku lelah sekali. Ingin rasanya cepat pulang dan beristirahat di kasurku. Ini keterlaluan.
Tteeeeettttttttt. Ahh, untunglah bel cepat berbunyi. Kau menyelamatkanku Tuhan.. lebih baik aku langsung menemui Tiffany dan langsung mengajaknya pulang.
“Hai, ayo kita pulang. Aku lelah sekali hari ini..” ajakku pada Tiffany sesampainya dia dihadapanku
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan sebentar? Aku sedang ingin jalan-jalan nih.. ayolah..” aigoo, apa dia tidak bisa melihat raut wajahku ini? Aku sangat lelah Fany. SANGAT LELAH
“Tapi aku sedang tidak ingin Fany-ssi. Kapan-kapan saja yah perginya.. aku lelah sekali hari ini. Dosenku memberi tugas banyak sekali. Otakku pun rasanya ingin pecah” akhirnya aku berkata seperti itu. Hanya dengan kata-kata seperti itulah dia akan menurut padaku. Dan sepertinya berhasil
“Yaahh.. yasudahlah. Ayo kita pulang” ajaknya. Yess, aku berhasil. Tapi aku merasa kasihan juga dengannya
“Mian Fany-ssi..”
“gwenchana Yul..” katanya lembut dengan senyuman yang menghiasi paras cantiknya. Akhirnya aku pulang. My home, wait me !!
#Rumah Yuri
Ahh, akhirnya aku sampai dirumahku. Aku harus segera mandi untuk menyegarkan pikiranku.
*Malam hari
Beeeppp beeeppp sepertinya handphoneku berbunyi
“Yobseo?”
“Annyeong anakku.. ini ummamu..”
“Ahh, ne umma. Ada apa?”
“Umma rindu padamu. Bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakan? Bagaimana sekolahmu? Kau masih seriuskan? Bagaimana hubungan asmaramu? Sudahkah kau punya pacar?” tanya umma. Aigoo, tanyanya banyak sekali. Tapi tak pa, aku sudah mengingatnya
“Ne umma, aku juga merindukanmu. Kabarku? Ne, baik-baik saja. Umma? Sekolahku? Baik juga, tidak ada masalah. Ne, aku masih sangat serius. Mwo? namjachingu? Aku belum memikirkan itu umma..” jawabku. Haha, umma pasti kaget
“Whoaahh, pertanyaan umma kau jawab dengan cepat dan urut. Apakah daya ingatmu sudah semakin baik? Umma menghargaimu. Kabar umma dan appa baik-baik saja. Ya! Apa kau masih belum mempunyai seorang namjachingu? Apakah kau masih kepikiran dengan mantan kekasihmu? Siapa namanya? Yesung? Ahh iya. Umma harap kau dapat segera mendapatkan pengganti yang lebih baik, Yul” ucap umma panjang lebar. Akupun membenarkan posisi dudukku agar nyaman bertelefon
“Anio umma, bukan karena Yesung oppa aku belum mempunyai pacar. Tapi, aku masih ingin fokus dulu dengan kuliahku, umma. Lagipula tidak ada namja yang aku sukai”
“Geurae? Umma tidak percaya”
“Aishh, yasudah terserah umma saja. Yang punya perasaan kan aku, bukan umma” ucapku meledek
“Ne, arra. Jaga dirimu baik-baik Yul. Umma dan appa tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu”
“Ne umma, algeuseumnida. Tapi, kapan umma kemari? Nan neomu bogoshippeoyo umma” ujarku manja
“Haha, kenapa tidak kau saja yang pulang, hah?”
“Ya! umma! Aku ini sedang sibuk sekali”
“Geurae? Yasudah umma akan bicarakan ini dengan appamu. Sudah ya, jaga dirimu dengan baik Yul. Annyeong”
“Ne umma. Annyeong”
Tak berapa lama setelah umma menelefonku, handphoneku berbunyi lagi. Tapi, kali ini bukanlah telefon, melainkan sebuah sms. Mwo? nomor siapa ini?
From : 070-7479-3989
Annyeong, maaf aku mengganggu waktu istirahatmu. Tapi, aku hanya ingin menyapamu saja. Aku Donghae, kau masih ingat?
Omo, ternyata ini dari Donghae. Mwo? Donghae? Apa Fany sudah memberikannya pada Donghae? Aigoo, cepat sekali
To : 070-7479-3839
Ahh, annyeong. Anio, kau tidak mengangguku. Mwo? hanya menyapa? Tidak elit rasanya. Haha :D . baiklah Donghae,, aku rasa kau tidak punya ingatan seburuk itu, kau tahu?
Nahh, aku sudah membalasanya
Beberapa menit kemudian, handphoneku bergetar lagi. Ahh, Donghae membalasnya
From : 070-7579-3989
Jinjja? Apakah aku tidak elit? Wahh, kau wanita pertama yang mengatakan kata seperti itu padaku :D. Haha, geurae? Aku fikir kau punya. Haha ..
Dan kamipun terus ber-sms ria. Hingga pada akhirnya..
From : Donghae
Hei, apa kau sudah makan, honey ?
Ya! Apa maksudnya ini? Honey? Kenapa dia memanggilku seperti itu? Omo!
To : Donghae
Ya! Kenapa kau memanggilku seperti itu? Apa kau salah kirim, hah?!
From: Donghae
Ani, aku memang mengirimnya untukmu. Kwon Yuri . Aku memanggilmu seperti itu karena wajahmu manis seperti madu dan juga cantik. Apa aku salah sayang? :*
To : Donghae
Ani, banyak orang memang mengatakan sperti itu padaku, tapi kau ini aneh! Ya! Kenapa lagi kau memanggilku seperti itu? Aku paling tidak suka tahu!
From : Donghae
Jinjja? Mianhae, tapi aku ingin sekali memanggilmu seperti itu :(
To : Donghae
Ne, aku hargai, tapi aku paling tidak suka kalau ada orang yang memanggilku seperti itu kecuali itu adalah keluarga atau kekasihku
From : Donghae
Baiklah. Kalau begitu aku ingin menjadi pacarmu agar aku bisa memanggilmu dengan sebutan ‘sayang’. Otteohkae?
Omo, ternyata orang ini nekat sekali. Belum sempat aku membalas sms-nya, ternyata dia mengirim sms lagi
From : Donghae
Aku ini sedang menyukai seseorang. Orang itu cantik sekali, manis, baik pula. Apa kau tahu Yuri-ssi?
To : Donghae
Ani, siapa memangnya? Orang itu pasti pantas untukmu Donghae-ya
From : Donghae
Aku fikir juga begitu. Aku fikir kau tahu siapa orangnya
To : Donghae
Na? Ani, aku sama sekali tidak tahu. Apa itu orang yang aku kenal?
From : Donghae
Ne, kau mengenalinya. Sangat baik malah
To : Donghae
Emm, apa itu Tiffany? Aku sangat mengenal baik dirinya. Dia juga cantik sekali, manis, dan juga baik. Seperti yang kau katakan tadi
From : Donghae
Ani, bukan Tiffany. Tapi..
To : Donghae
Tapi? Nugu-ya? Aku sangat penasaran. Perempuan seperti apa yang dapat merebut hati seseorang sepertimu
From : Donghae
Jinjja? Kau ingin tahu?
To : Donghae
Ne. Cepat katakan padaku siapa orangnya..
From : Donghae
Neo..
TBC
Horee, virus tbc datang lagi :D. Siapa yang penasaran sama kelanjutan ff yang pertama? #readers : ngga adaaa. Author : -_- . Kalo ada, ini dia kelanjutannya. Ada yang masih penasaran bagaimana reaksi Yuri selanjutnya? Dan, apakah Yuri dan Donghae dapat bersatu? Tunggu part selanjutnya ya.. jangan lupa tinggalkan jejaknya juga .. ^^
Intinya sedikit sulit terdeteksi.. :o
BalasHapusjinjja ? ahh, kayanya emg ffku makin aneh -_-
Hapus